Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
BAJU SUTRA


__ADS_3

☘️☘️☘️


Malam hari di sebuah rumah mewah.


Sedari pagi hingga malam acara berlangsung dengan lancar tidak ada kendala sedikitpun, sebelum para tamu pulang mereka terlebih dulu memberikan ucapan selamat serta hadiah untuk kedua pasangan yg baru saja menikah. begitu pula dengan keluarga kecil Maria, memberi doa yg terbaik untuk Belinda juga Haikal. betapa senangnya Belinda di saat hari bahagianya semua ikut merasakan kebahagiaan. seperti Tuhan sudah mengatur semuanya dengan sangat mulus. Belinda terus mengucap syukur didalam hatinya karna telah di pertemukan oleh orang-orang yg begitu menyayangi dirinya. lontaran senyum Belinda tidak terlepas sampai semua tamu berlalu pergi dan keduanya serentak melambaikan tangan.


Setelah tamu berlalu pergi.


Haikal melirik Belinda yg masih berada di sampingnya terlihat tertunduk lesu karena kelelahan menemani para tamu.


"Bik, bisa buatkan teh hijau untuk Belinda?" pinta Haikal bernada sopan menoleh ke belakang.


"Baik tuan, akan bibik buatkan segera," sambut bik Lis turut bungkuk sedikit dan berlalu pergi.


Tetapi Belinda masih berdiam diri tanpa mengucapkan apapun.


"Bel, apa kau sangat lelah?" tanya Haikal memegang dagu Belinda supaya tidak hanya tertunduk saja.


"Sedikit," jawab Belinda singkat dengan mata yg layu.


Apakah malam ini aku sudah harus tidur dengannya?!! bagaimana ini?? batin Belinda terlihat gelisah tidak tau harus berbuat apa selain diam.


"Kau pergilah ke kamar, biar aku yg bawa tehnya," titah Haikal mengelus sesekali pipi Belinda.


Haikal juga menyadari bahwa Belinda masih belum siap untuk menemaninya malam ini, tetapi Haikal juga seorang lelaki yg tidak bisa hanya diam saja melihat istrinya yg masih gugup di hadapannya.


"Baiklah, saya deluan ke kamar," patuhnya berbalik ingin melangkah pergi.


"Tunggu bel," lanjut Haikal membuat Belinda terhenti sejenak.


"Ada apa?" tanya Belinda bingung.


"Bukankah kita sudah suami dan istri? kenapa kau masih menyebut dirimu dengan kata saya? kau tidak perlu menyebut saya lagi, apa kau bisa memenuhi keinginanku bel?" tanya Haikal merasa tidak terima akan ucapan Belinda yg masih sama seperti dulu.


"Baiklah Ren, aku deluan ke kamar," turut Belinda mengiyakan keinginan Haikal.


Belinda berlalu hendak pergi ke kamar mereka yg sudah di hiasi dengan bunga serta lampu hias siap menerangi malam indah mereka.

__ADS_1


Saat Belinda masuk ke dalam kamarnya dia melihat semua bunga bertaburan di lantai tampak juga di atas kasur bunga yg sudah tersusun berbentuk hati.


Dirinya tidak menyadari kalau kamarnya sudah di hias oleh Maria dan bik Lis. jantung Belinda berdegup kencang tidak bisa dia kendalikan akhirnya Belinda terduduk di lantai mengamati seluruh kamarnya.


Beberapa saat kemudian Belinda berfikir secara matang.


Kini Belinda bukan anak kecil lagi yg harus merengek dan minta di pulangkan ke rumah Maria. Belinda bertekad untuk menguatkan hatinya supaya bisa melayani sang suami di saat malam pertamanya.


Ya, aku tidak boleh begini. Rendra suamiku, aku tidak mungkin membuatnya kecewa!! batin Belinda mengepalkan tangannya mengingat dirinya saat berada di gereja mengikat janji suci untuk saling mengasihi.


Dia tidak ingin mengecewakan semua orang yg ikut membantu hingga akhir, terutama pada Maria. Maria lah yg terus menerus membantu Belinda untuk bersanding dengan Haikal. maka dari itu Belinda tidak ingin membuat Maria kecewa pada dirinya. Belinda akan melakukan yg terbaik untuk orang-orang yg menyayangi dirinya termasuk Haikal sang suami.


Tok Tok


"Bel, ini aku," ketuk Haikal di balik pintu kamar.


"Ya masuk saja," sahut Belinda dari dalam kamar.


Haikal masuk dan kembali menutup pintu kamarnya.


"Kau tidak perlu mengetuk pintu Ren, kau masuk saja! krna ini juga kamar mu," pesan Belinda pula tampak belum terbiasa berbicara dengan Haikal di dalam sebuah kamar hanya ada dirinya dan Haikal.


"Ya kau benar, tapi aku tidak ingin membuat kau merasa tidak nyaman dengan kehadiran ku. makanya aku mengetuk pintu dahulu," jelas Haikal tidak bermaksud membuat Belinda seperti orang lain.


"Lain kali kau masuk saja Ren, aku sudah menjadi istrimu. dan ini kamar kita bersama," lanjut Belinda pula membuat jantung Haikal berdegup.


Dirinya tidak menduga bahwa sang istri sudah bisa menerima kehadirannya tanpa ada paksaan darinya.


"Apa kau ingin tidur bel?" tanya Haikal sembari membuka jas bersiap akan berganti pakaian tidur.


"Apa kau bisa membantuku membuka gaun ini?" tanya Belinda pula sembari melangkah mendekati Haikal membalikkan tubuhnya di hadapan Haikal.


Glup


Haikal menelan ludahnya sendiri mendengar permintaan Belinda padanya.


"Apa kau yakin aku yg akan membantu membuka gaun mu?" balik tanya pula tampak menahan malu.

__ADS_1


"Ya, apa kau tidak mau membantuku?" tanya Belinda lagi dengan polosnya tidak menyadari kalau Haikal sudah menyeka keringatnya melihat pundak leher Belinda begitu indah dan sangat putih bening di balut kalung yg dia berikan.


"Ren, kok tidak di lepas sleting gaun ku? ayo dong Ren, aku juga lelah dengan gaun ini," lontar Belinda mengejutkan Haikal seketika sadar telah melamun.


"Ah, iya bel. aku akan bantu," turut Haikal mencoba membuka sleting gaun Belinda.


Awalnya Haikal memejamkan mata karna tidak ingin terlihat memalukan di depan Belinda. sehingga tanpa sadar Haikal kian membuka separuh gaun Belinda.


"Sudah Ren, aku akan berganti pakaian di kamar mandi," ucap Belinda pula beranjak dari tempatnya.


Sesaat Belinda berlalu.


"Haaahh, jantung sudah mau copot rasanya melihat tubuh Belinda. terlihat begitu indah, berbeda jauh saat aku bertemu dengan Ambar," gumam Haikal sesekali hembuskan nafas mengelus dadanya sendiri mengingat dirinya saat bersama Ambar hanya sebatas berpegangan tangan.


"Pundak lehernya saja sudah buat jantungku gak karuan, apalagi tubuhnya yg sudah aku lihat tadi," gumam Haikal terbengong dengan dirinya sendiri.


Di balik kamar mandi.


Belinda coba membuka hadiah yg sudah diberikan Maria melalui tangan Tristan. dirinya berharap ada sesuatu yg bisa dia kenakan melalui hadiah pemberian Maria, karna Belinda belum sempat membawa semua baju tidurnya yg masih terletak di dalam rumah Maria.


Perlahan dia membuka bungkusan yg dia pungut sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Ternyata isi hadiah itu mengejutkan Belinda sehingga membelalakkan matanya merasa tidak percaya.


Didalamnya terdapat satu set baju pengantin berbahan renda sama sekali tidak ada lapisan kain dibagian baju itu. adapula sebuah surat yg di selipkan Maria untuk Belinda.


Seketika Belinda meraih surat itu dan membaca isi di dalam hatinya.


KAU HARUS MEMAKAINYA, AKU AKAN BERTANYA PADA HAIKAL NANTI. KAU INGAT YA BEL, INI PERMINTAAN KU YG TERAKHIR. SEMOGA MALAM MU INDAH BEL ❤️❤️


Maria penuh perjuangan saat memilih baju itu untuk Belinda. sampai dirinya benar-benar memilih bahan baju itu dengan kain yg sangat lembut berbahan sutra.


Ya tuhan... apa aku harus memakai ini?!! nyonya, apa yg telah nyonya lakukan pada saya?!! batin Belinda tertunduk lesu melihat permintaan Maria itu.


..............


Berasambun....

__ADS_1


__ADS_2