
☘️☘️☘️
Kehamilan Belinda memasuki usia 7bulan. perut yg semakin membesar membuatnya sudah mulai sulit untuk bergerak bebas. Belinda yg masih terus ingin membantu bik Lis walaupun ringan tetap bik Lis tidak membiarkan Belinda memegang apapun itu. Belinda hanya boleh memperbanyak istirahatnya supaya bayi didalam perutnya juga tidak kelelahan. pada dasarnya hamil 7bulan itu dikatakan sudah kuat, akan tetapi Belinda memiliki fisik yg lemah. itulah pesan dokter Victoria yg masih saja menangani Belinda hingga kandungannya membesar.
Pada sore hari tampak sebuah mobil milik Haikal sang suami yg baru saja pulang dari kantor. ketika itu Belinda duduk di bangku kayu hias taman depan rumahnya sambil menikmati udara sejuk dikala itu. ia duduk dengan mengenakan long dress berwarna silver sebatas lutut, dengan rambutnya yg dililit beserta polesan sedikit di bibirnya.
Haikal memasuki halaman melajukan mobilnya ke arah bagasi tempat biasanya ia menyimpan barangnya.
Setelah ia keluar dari mobil itu, dari kejauhan dia melihat sang istri duduk sendiri sambil menikmati secangkir teh hijau tampak menikmati suasana hening sungguh damai sekali hati Haikal melihat kecantikan dari aura yg dipancarkan oleh istrinya.
Haikal mulai mendekati tempat duduk Belinda yg masih belum sadar akan kehadiran suaminya. karena sangking terbawa oleh hembusan angin yg menerbangkan rambutnya sesekali.
"Cup!"
Alangkah terkejutnya Belinda ketika Haikal tiba tiba saja mencium keningnya dengan begitu hangat. mata Belinda pun membelalak yg baru saja menyadari kehadiran suaminya.
"Kau terlalu terbuai oleh suasana bel! sampai kau tidak sadar kehadiran ku?!" seloroh Haikal pula secara sengaja.
"Aku sungguh tidak mendengar langkahmu! apa urusan kantormu lancar setelah Ricky masuk?" tanya Belinda seusai ia meletakkan cangkir berisi teh tersebut.
"Maaf! kalau aku sampai membuatmu terkejut. Oh iya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu bel," ucap Haikal melirik Belinda sesaat.
"Hm. apa itu?" tanya Belinda pula.
Ia tampak menarik nafas dalam sebelum berbicara apapun. "Apa kau mau pergi ke New York bersamaku?" imbuh Haikal.
"Ada apa di sana? kenapa kau tiba tiba saja mengajak ku pergi sejauh itu?!" lontar Belinda menjadi riuh krna tidak percaya dengan ucapan Haikal barusan.
"Hm. aku yakin kau pasti akan bertanya! yg pertama, aku dapat proyek dari tuan Kenzi untuk memperluas jaringan! kami juga sedang membangun pusat perbelanjaan di sana. dan yg kedua! aku tidak akan lama di sana, karena harus kembali setelah proyek itu selesai," cakap Haikal secara halus supaya Belinda bisa mengerti perkataannya.
"Aku di sana sendirian? bik Lis ikut, kan?" lirik Belinda saat suaminya terdiam tanpa melihatnya.
__ADS_1
"Ren..." panggilan Belinda membuat buyar lamunan Haikal.
Sesaat Haikal tersadar dengan suara Istrinya. "Ah iya, kau tadi bilang apa?" bertanya balik pula.
"Hm. kau kenapa Ren? apa yg mengganggu pikiranmu?" sejenak Belinda meraih punggung tangan Haikal dan mengelusnya perlahan.
"Tidak ada! aku hanya lelah saja, tadi bukankah kau sedang bertanya? apa yg kau katakan barusan bel?" tanya kembali.
"Apa bik Lis akan ikut denganku?" lontar senyum hangat Belinda terselip dipinggir bibirnya menyejukkan hati Haikal.
"Ehm, sepertinya tidak bel! karna tidak mungkin rumah ini dibiarkan kosong, lagian bik Lis bisa membersihkan rumah setiap harinya seperti biasa," kata Haikal membalas senyuman itu.
"Lantas! aku di sana dengan siapa? setelah kau pulang nanti? lagian, bukankah aku bisa tinggal bersama bik Lis di sini sementara kau pergi sendiri sa-,"
"Tidak!" celah Haikal begitu cepat.
Sempat Belinda bingung oleh tingkah suaminya, belum selesai dia bicara sudah terpotong deluan. terasa aneh bagi Belinda ketika melihat keringat membasahi wajah Haikal.
"Ma- maksudku! kau tidak boleh sendiri di sini tanpa aku, dan bik Lis juga banyak yg akan dia kerjakan. apa kau tidak kasian dengannya? dia juga butuh istirahat setelah sembuh dari sakitnya." Haikal mencari alasan supaya Belinda yakin ucapannya.
"Oh, begitu kah? ya, mungkin kau benar! aku akan ikut dengan mu," turut Belinda mulai percaya begitu saja oleh ucapan Haikal.
Ia pun mengelus dadanya, sempat terasa sesak sehingga membuangnya kasar. "Bel, kita harus berangkat besok pagi pagi sekali, karna waktuku sangat mepet untuk mengurus segalanya disana," imbuh Haikal sambil berdiri dari tempatnya.
"Aku mau mandi dulu, apa kau bisa membuatkan ku air lemon hangat?" tanya Haikal sembari meraih tasnya yg ia letakkan di bawah bangku tempat mereka duduk.
"Pergilah! aku akan siapkan yg kau minta," balas Belinda dengan ceria namun terselip kecurigaan atas sikap aneh suaminya.
Haikal pergi meninggalkan Belinda dengan melenggang masuk ke dalam rumah. Belinda masih saja melihat dengan tatapan aneh yg tidak bisa dia pungkiri bahwa ada keganjalan dari sikap suaminya itu. tapi ia belum bisa memastikan ada apa sebenarnya di balik sikap Haikal tadi.
.
__ADS_1
.
.
Ternyata sikap Haikal itu menyangkut pernyataan dari Ricky. usai Ricky berbicara dengan Fidya masalah video yg dilihat kemarin saat di kantor itu ialah perbuatan Ambar juga dan ada seseorang di baliknya. semuanya Ricky ceritakan pada Haikal, termasuk juga pengakuan dari bik Lis yg menarik pergi Ricky saat berkunjung kerumah mereka. bik Lis mengatakan pada Ricky kalau nyawa Belinda sedang terancam. Ambar telah membisikkan ucapan mengerihkan di telinga bik Lis ketika ia masih berbaring sakit di saat wanita itu datang memasuki kamarnya. semua yg menghalanginya akan dia bunuh secara mengenaskan. betapa takutnya bik Lis saat mendengar perkataan itu apalagi di saat dirinya sedang tak berdaya dan tidak dapat berbicara.
Sementara itu, tuan Kenzi memang menyerahkan proyek yg ingin mereka bangun di negara besar New York dan satu satunya pusat perbelanjaan terbesar dengan harga yg tidak akan kalah saing. tepat ketika Ricky membawa proposal dari tuan Kenzi di situlah Haikal mempunyai ide untuk membawa Belinda pergi sementara waktu. setelah urusannya selesai di New York, dia akan kembali menyelesaikan permasalahannya yg sudah kian tertolong sedikit oleh bantuan Ricky.
Dia juga tidak mungkin berdiam diri saja tanpa melakukan apapun, tekadnya yg kuat untuk melawan Ambar dan menuntaskan kejahatan atas perbuatannya itu.
Tetapi, Haikal tidak mengetahui kalau Ambar sedang hamil. bisa saja ia akan mempergunakan kehamilannya untuk memperdaya Haikal. yeap! justru itu menjadi sebuah kunci untuk Ambar merampas kembali Haikal supaya selalu ada untuknya.
.
.
.
Pagi hari yg indah, awan yg membentuk dan membuka cahaya indahnya, burung berkicau. hingga tercium aroma bunga segar dari balik jendela kamar Belinda.
Jam 9 pagi saat dikamar yg masih tertutup oleh tirai jendela belum ada yg membukanya.
Haikal terbangun dari lelapnya dan melihat Belinda sudah begitu rapi sekali memakai baju andalannya long dress, bahkan tampak juga koper bergandeng terletak dibalik pintu kamar mereka.
Pastinya Belinda sudah mempersiapkan segalanya untuk keberangkatan mereka. apa alasan Belinda mengikuti kemauan suaminya itu? mari kita kupas semuanya secara tuntas.
Tentunya terus ikuti kisah ' Vampir yg sangat lembut'
..........
Bersambung...
__ADS_1