
☘️☘️☘️☘️
Lorong kampus imperial.
Dengan berat hati Leo meninggalkan gisele dibelakangnya bersama Rian yg membuat dirinya merasa gelisah tidak tentu arah, Leo sudah sedari awal cuek pada gisele. malah sekarang entah mengapa perasaanya bercampur aduk antara kesal dan cemas.
kenapa harus aku yg mengalah? bukankah gisele Sebentar lagi akan jadi tunanganku?!!! batin Leo sesekali menoleh kebelakang dengan tatapan sadis.
Gisele memperhatikan Leo yg menatap dirinya dengan sangat tajam, seolah dia juga memahami isi kepala Leo saat itu. Gisele hanya manggut memberi isyarat pada Leo bahwa dirinya akan menjelaskan padanya setelah berada dirumah.
"Kau tidak akan sanggup melawan pria bebal ini," gumam Gisele tanpa sadar.
"Kau bilang apa?" tegur Rian menatap sinis.
"Ah, tidak ada! aku tak mengatakan apapun," sahut Gisele berkelit agar tidak ketahuan.
Sementara itu Tristan dan Rei menatap perawakan Rian maupun gisele yg tengah berbincang tanpa menyadari bahwa Tristan dan juga Rei masih berada disitu.
"Ehem," dehem Tristan dengan sengaja.
"Kalian tidak pergi?" tanya Rian pula.
Oh, kau sudah pandai mengusirku sekarang ya??? hebat kau!!! batin Tristan menatap dingin Rian.
"Sel, apa kau tidak bareng aku aja?" tanya Rei melirik Rian yg tengah menatap Gisele.
"Aku..." balas Gisele terhenti saat menoleh pada Rian.
"Biar Gisele saya saja yg antar ke rumahnya Rei. kamu deluan saja dengan Tristan," sambung Rian cepat.
"Apa benar kau pulang bersama dokter Rian?" tanya Rei lagi memastikan jawaban dari Gisele.
"I, iya... aku pulang dengannya saja Rei," timpal Gisele terpaksa menuruti perintah Rian sedari awal.
Bagus, kau terlihat takut pada image mu siluman kera!!! batin Rian sambil menahan tawanya.
"Yaudh, aku deluan ya sel. kalau sudah dirumah kau hubungi aku," seru Rei memeluk hangat Gisele.
"Kau jelaskan padaku esok hari," bisik Rei perlahan.
Gisele memberikan senyum cengirnya setelah pelukan mereka terlepas. begitu pula dengan Rei yg merasa ada yg tidak beres dengan hubungan gisele bersama Rian.
"Da..." lambaian tangan Rei.
"Hati-hati Rei, sampai ketemu besok dikelas," sambut Gisele berlambai tangan.
Besok aku harus dapatkan jawaban langsung dari mulut gisele, sungguh aku tidak tenang dengan kedekatan gisele pada dokter Rian!! batin Rei saat meninggalkan tempatnya.
"Aku deluan," tegur Tristan pada Rian yg tengah tersenyum aneh.
Aku tau isi kepalamu ulat bulu!! batin Tristan sambil menyeringai.
Rian dan gisele hanya manggut saat kedua teman mereka berlalu pergi.
__ADS_1
"Kau! jngn merasa sudah menang karna aku menurutimu hari ini," cetus Gisele cuek.
"Kita liat saja nanti," sarkas Rian pula meninggalkan Gisele dibelakangnya.
Kau tidak akan bisa melawanku siluman kera!! aku akan pastikan itu. batin Rian tersenyum jahat.
Bede*ah kau!!! seolah aku tidak bisa melawanmu, oke! kau tunggu saja pembalasan dariku!!! dasar dokter gadungan!! aaahhh. batin Gisele teramat jengkel mengepalkan tangan sekuat tenaganya sambil mengiringi langkah kaki Rian di belakang.
Saat sampai parkiran mobil Tristan.
"Rei, pasang salt beltnya," seru Tristan tengah melihat Rei terdiam.
Rei melamun sejak mereka berjalan keluar dari gedung sampai didalam mobil. dirinya memikirkan sang ayah yg masih berada dirumah sakit, ditambah lagi rasa penasaran dalam hatinya belum juga terjawab.
Apa sebelumnya mereka sedekat itu? atau memang sudah dekat sedari awal, kenapa gisele tidak cerita apapun padaku?! aku kan sahabatnya, apa dia malu untuk mengatakan yg sebenarnya?!! batin Rei melamun seakan semua pertnyaan muncul dikepalanya.
"Rei..." sapa Tristan dengan petikan jemari tangannya.
"Ah, maaf tristan! kau sedang bicara apa barusan?" tanya Rei cepat.
"Aku bilang kau pasang salt beltnya! dari tadi kau hanya diam saja, apa yg mengganggu pikiranmu?" berbalik tanya sambil tersenyum.
"Oh! baiklah aku akan pasang," jawab Rei bergegas memasang beltnya.
"Kau tidak menjawab pertnyaanku," protesnya pula.
"Hmm, maaf tristan! aku cuma heran saja. kenapa mereka bisa sedekat itu," ucap Rei.
Mereka? batin Tristan sambil menatap Rei tanpa berkedip.
"Gisele dan dokter Rian, bukankah mereka terlihat dekat! apa kau tidak penasaran tristan?" berbalik tanya dengan wajah yg serius.
"Kau sedang cemburu Rei?" bertnya blak-blakan.
"Apa yg kau katakan? kenapa aku harus cemburu, gisele itu sahabatku! wajar saja kalau aku sedikit ingin tahu tentangnya," pungkas Rei Kembali.
"Hufh. baguslah Rei. aku fikir kau sedang cemburu," timpal Tristan merasa lega.
Bagus katanya??!! apakah... batin Rei terheran menatap wajah Tristan.
"Atau mungkin sebaliknya, bahwa kau yg sedang cemburu? karna aku memikirkan mereka?" seloroh Rei memastikan penglihatannya.
"Ti - tidak! aku hanya lega saja."
"Ah, maksudku. kau tidak perlu lah memikirkan hal begitu, mereka kan sudah dewasa! jadi...." ucapan Tristan terhenti saat Rei menatap wajahnya.
Jadi, kau harus memikirkan ku saja Rei. hanya aku, tidak boleh pria lain masuk kedalam fikiranmu!!! batin Tristan seolah menahan gejolak hatinya.
"Jadi apa? ayo lanjutkan," sambung Rei sambil memiringkan kepalanya.
"Jadi.... kita harus pergi dari sini segera," lontar Tristan mengalihkan wajahnya krna diambang rasa malu.
"Apasih!" balas Rei bergeleng Kepala sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
Adik kecil, kau harus tenang!! jangan gegabah!!! tuhan... sungguh aku tidak bisa menahan rasa ini, bantu aku untuk tidak melakukan hal brengs*k yg membuat Rei menjauhiku!! batin Tristan sembari melajukan mobilnya terlihat sesekali memejamkan mata.
Disepanjang Tristan menyetir mobil, dirinya fokus menatap kedepan. krna dia tidak ingin hasratnya kembali membludak kalau saja melihat wajah Rei yg sperti bak boneka itu. namun, disaat Tristan sedang melawan keinginannya malah Rei asyik menatap Tristan dari samping. tentu saja tristan merasakan bahwa dirinya telah ditatap Rei persekian detik, menit, tidak lepas arahan mata Rei padanya.
"Hem, kau jngan menatapku begitu Rei. aku jadi tidak konsen menyetir," lontaran Tristan merasa malu.
"Ah, aku hanya kagum saja pada wajahmu Tristan! karena... " ucap Rei sepenggal.
Karena wajahmu, matamu, rambutmu lurus dengan model medium length, bibirmu sedikit tebal nan seksi seperti para model. ditambah lagi lesung pipi tampak sangat jelas. sungguh beruntung wanita yg kelak mendapatkanmu!! batin Rei terhanyut dalam fikirannya sendiri.
"Karena apa?" tanya Tristan sesekali melihat Rei.
"Karena kau tampan," tutur Rei sambil tersenyum.
CKIITTT
AAAAA...
Jeritan Rei yg sangat keras memekakkan telinga Tristan, seolah Rei sangat ketakutan saat Tristan menghentikan mobilnya. padahal dia tidak melakukannya dengan sengaja, lagipula Tristan hanya ingin menepi saja. bukan dikarenakan bertabrakan dengan mobil lain. namun, reaksi Rei terlihat berlebihan seperti orang yg sedang trauma.
"Kenapa kau rem mendadak tristan?" erang Rei terlihat panik.
"Maaf Rei, aku hanya terkejut saja saat kau mengatakan aku tampan! sungguh aku tidak sengaja Rei."
"Apa kau baik-baik saja Rei?" sambung Tristan memegang kedua pundak Rei.
"Ukh," desah Rei kesakitan.
"Kepalamu kenapa Rei? apa kau terbentur? mana yg sakit Rei?" tanya Tristan mulai merasa cemas.
"Tidak, aku tidak luka. hanya saja sekilas bayangan aneh masuk kedalam ingatanku! aku tidak mengerti ada apa dengan diriku setelah kau mengerem tadi," lontar Rei memegang kepalanya berusaha mengingat kembali.
"Apa kau pernah kecelakaan Rei?" sengaja mengorek ingatan Rei.
"Aku tidak tau, lagian ayahku tidak pernah mengatakan hal itu," timpal Rei pula.
"Kau harus diperiksa Rei, aku akan minta Rian memeriksa kesehatanmu," pungkas Tristan merapikan rambut Rei yg berantakan.
Aku harap ingatanmu akan kembali lagi Rei, berharap ingatan masa kecilmu di saat dulu bersamaku!! batin Tristan menahan air matanya.
"Tidak usah tristan! aku baik-baik saja. kau tidak perlu khawatir," keluh Rei menolak secara pelan.
"Harus, kau akan diperiksa Rian saat kau selesai menjenguk ayahmu! tidak ada penolakan," tekad Tristan tidak ingin dibantah.
Rei terdiam kembali menatap kearah depan saat perbincangan mereka usai, dan tidak berkata apapun lagi, krna dirinya juga heran kenapa tiba-tiba saja ada bayangan aneh masuk dalam ingatan namun dirinya tidak bisa menebak ada kejadian apa sebelum ibunya meninggal sepuluh tahun silam.
..................
Bersambung....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 🤭😚
...👇...
__ADS_1
...TETAP STAY TUNED...
...❤️ saranghae dari mamak ❤️...