Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
KASIH SAYANG HAIKAL


__ADS_3

☘️☘️☘️


WIU WIU


Terdengar suara mobil ambulance memasuki pekarangan supermart. tampak orang-orang pada berkumpul melihat dari luar pintu.


"Kasih jalan, tolong beri jalan," kata salah satu petugas rumah sakit terlihat susah payah saat masuk ke supermart.


Semua orangpun mendengarkan ucapan itu dan akhirnya mereka mau membuka jalan untuk para petugas.


"Apa ini keluarga kalian?" tanya petugas saat menghampiri bik Lis dan Belinda yg masih terduduk lemas.


"Ya, dia kerabat kami," jawab bik Lis dengan cepat sempat melirik Belinda yg masih terbengong.


"Baiklah, kami akan membawanya! kalian ikut saja naik ke mobil ambulance," kata petugas itu tadi.


Bik Lis manggut dan mencoba menyadarkan Belinda yg masih terus berdiam diri.


"Nyonya, kita harus pergi dari sini," tegur bik Lis menggoyangkan tubuh Belinda perlahan.


Tetapi Belinda masih diam tidak mengatakan apapun.


"Nyonya!" hentakan bik Lis sedikit nyaring.


"Ah, iya." Belinda merasa sangat bersalah atas kejadian itu tampak wajah yg begitu ketakutan.


"Kita harus ikut nyonya, krna lelaki ini sudah menolong nyonya dan juga saya kemarin," beber Bik Lis mengingat ia pernah menceritakan kebaikan Ricky terhadap dirinya.


"Lelaki itu..." ucap Belinda terhenti.


"Ya nyonya, sekarang kita harus bergerak," ajak bik Lis sambil meraih lengan Belinda dan membuat Belinda berdiri dari tempatnya.


Petugas sudah memasukkan Ricky ke dalam ambulans, mereka masih menunggu kehadiran Belinda dan bik Lis supaya ikut bersama mereka ke rumah sakit.


Belinda juga bik Lis masuk ke dalam mobil ambulans duduk di belakang menemani Ricky yg masih berlumuran darah.


Dddrrtt, Dddrrtt


*Suamiku* memanggil...


"Ha- halo..." jawab Belinda sambil menggigiti kukunya.


"Bel, kau dimana? aku sudah pulang ke rumah, aku lihat tidak ada orang," tanya Haikal dari sebrang.


"Re- ren! a- aku..." gugup Belinda menjawab dengan tertunduk lesu.


"Kau kenapa sayang? apa yg terjadi? apa kau baik-baik saja?" tanya Haikal lagi dengan nada cemas dari sebrang.


"Re- ren... a- aku takut!" ucap Belinda sambil menahan isak tangis.


"Mana bik Lis, aku ingin berbicara dengannya," pinta Haikal bertambah cemas mendengar suara istrinya kala itu.

__ADS_1


Belinda memberikan ponselnya pada bik Lis, wajah Belinda di penuhi air mata. karna dia tidak menduga ada seseorang yg terluka akibat menolong dirinya.


Bik Lis meraih ponsel pintar itu dan meletakkan di telinganya.


"Halo tuan," kata bik Lis dari balik ponsel.


"Ada apa dengan Belinda bik? kenapa dia terdengar begitu ketakutan?" tanya Haikal diambang resah.


"Tuan, sekarang kami harus ke rumah sakit. saya akan menjelaskan pada tuan semuanya, bisakah tuan menyusul saja?" balik bertanya tampak bik Lis melirik Belinda yg masih terus merasa bersalah.


"Dimana tempatnya?" tanya Haikal lagi dengan cepat.


"Sepertinya ini mengarah ke rumah sakit yg tidak jauh dari supermart tempat biasa saya dan nyonya berbelanja tuan," jawab bik Lis dengan celingukan.


"Baik, saya sudah tau itu dimana! tenangkan Belinda bik, jangan sampai dia berfikir yg bukan bukan," pesan Haikal langsung mematikan ponselnya.


Haikal langsung bergerak ke rumah sakit dengan sangat cepat. dirinya merasa cemas karna suara Belinda yg begitu merasa takut. entah bagaimana kondisi Belinda sekarang. itulah pikir Haikal. dia tidak ingin terjadi apa apa dengan Belinda begitupula dengan bayi yg ada di dalam perut Belinda.


Dengan cepatnya Haikal mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.


RUMAH SAKIT UMUM KEJORA.


Tampak sebuah rumah sakit yg terlihat sedikit luas, bersih, rapi, dan sangat terjaga.


Ambulans masuk ke dalam pekarangan rumah sakit. begitu juga Belinda, bik Lis setelah korban di turunkan barulah mereka berdua turun mengikuti langkah petugas yg lainnya.


Ricky dibawa ke ruang UGD krna kondisnya cukup parah, darah terus keluar tiada henti membuat jantung Belinda berdetak hebat dan merasa ketakutan dalam dirinya.


"Maaf, kalian tunggu saja dulu di sini, dokter akan menangani pasien," kata perawat menghentikan langkah Belinda dan bik Lis.


Bik Lis manggut setelah itu mengamati reaksi Belinda yg gemetaran tidak tau sedang memikirkan apa.


"Nyonya, tenangkan diri nyonya... ini semua musibah, bukan kesalahan dari nyoya," tutur bik Lis mencoba menenangkan Belinda yg terduduk lemas.


"Bik, saya takut," tatap Belinda dengan mata yg sedih.


Bik Lis langsung memeluk Belinda dengan erat, dirinya tidak menduga kalau Belinda bisa setakut itu.


Tap Tap


Tampak langkah kaki yg sedang berlari menuju lorong rumah sakit yg tak lain Haikal. dirinya berlari dengan cepat dan celingukan mengelilingi sekitaran rumah sakit, krna mereka tidak menjawab telepon dari Haikal. betapa gelisahnya Haikal di saat itu. pikiran campur aduk membuat rasa cemas dihati Haikal bertambah.


Akhirnya Haikal berhenti di perempatan jalan rumah sakit, dirinya melihat sang istri dari kejauhan sedang di peluk oleh bik Lis. betapa senangnya dia melihat Belinda baik-baik saja.


Haikal terus berlari mendekati mereka berdua.


"Apa yg sudah terjadi?" tanya Haikal menghentakkan batin bik Lis dan Belinda dengan suaranya yg terdengar gelisah.


Bik Lis perlahan melepaskan pelukan itu.


"Ren..." rengek Belinda langsung memeluk panggul Haikal.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Haikal lagi menyambut Belinda membelai rambutnya dengan lembut.


"Hiks," tangisan Belinda pecah terdengar seolah merasa takut.


Haikal merasakan tubuh Belinda keringatan dan gemetaran.


Bik Lis menjauh sedikit setelah Haikal bergerak duduk di sebelah Belinda.


"Sayang... kau jangan takut, ada aku di sini," cakap Haikal meraih kepala Belinda untuk bersender di pundaknya.


Haikal menoleh ke samping bik Lis, krna dia ingin meminta kejelasan dari bik Lis.


"Bik, ada apa sebenarnya? kenapa Belinda bisa sampai seperti ini?" tanya Haikal menatap bik Lis yg sebelumnya ikut merasa sedih dengan ketakutan Belinda.


"Tuan, semua ini bukan salah nyonya... justru saya bangga sekali dengan nyonya, krna membela orang yg sedang di injak-injak harga dirinya," beber Bik Lis terdengar menyentuh hati Haikal.


Perbincangan itu berlangsung setelah Haikal banyak bertnya pada bik Lis. cerita bik Lis membuat Haikal sedikit lega, karena Belinda mampu menghadapi manusia yg tidak punya hati nurani. Haikal begitu kagumnya pada sang istri, dia pun mencium kening Belinda dengan hangatnya.


"Sayang, kau dengar aku," turut Haikal memegang kedua pipi Belinda tersenyum senang.


Belinda mengikuti arahan Haikal, ia pun menatap suaminya begitu penuh air mata. Haikal menyekanya dengan tangannya sendiri.


"Kau istriku yg sangat hebat, kau jangan merasa takut! krna kau tidak salah sama sekali, lelaki itu mencoba menolongmu karna kau pantas di tolong olehnya! kau juga menolongnya,kan?" tanya Haikal bernada rendah.


Belinda anggukkan kepala saat pertnyaan itu di lontarkan oleh Haikal.


"Nah, sekarang aku tidak mau kau sedih seperti ini. kau harus menjaga kesehatan, dan tenangkan hatimu! krna itu bisa mempengaruhi janinmu bel," protes Haikal mengelus perut Belinda perlahan.


Akhirnya Belinda tersenyum sambil menyeka sisa air matanya. dia melihat begitu perhatiannya sang suami terhadap dirinya. giliran Belinda untuk menjaga buah hati mereka. Belinda memejamkan matanya mencoba untuk lebih tenang lagi. tampak Belinda menghembus nafas kasar supaya rasa takutnya bisa berkurang.


"Aku akan mengurus semuanya, kau tidak perlu memikirkan hal yg bisa memperburuk kehamilanmu," pesan Haikal pula sambil merapikan rambut Belinda yg lengket krna air matanya.


"Makasih Ren," ucap Belinda memegang punggung tangan Haikal.


"Bik, jaga Belinda sebentar! saya akan mengurus biaya administrasi terlebih dulu," titah Haikal langsung bergerak dari tempatnya.


"Baik tuan," patuh bik Lis mendekat pada Belinda.


Haikal berjalan menuju tempat administrasi supaya pengobatan Ricky berjalan lancar tiada kendala.


...............


Bersambung...


...EMAK SAYANG KALIAN 🙏😍...


KALAU KALIAN SAYANG EMAK LANJUT LIKE,KOMEN,VOTE, DUKUNG EMAK YA... BIAR LEBIH SEMANGAT LAGI🙏🙏❤️


MAAF KALAU ADA SALAH KATA DALAM CERITA, KARNA MAK BUATNYA JUGA MENGHALU🤭🙏😂


SELAMAT BERHALU PARA PEMBACA MAK

__ADS_1


__ADS_2