Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
PENGAKUAN


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️


Kamar khusus para pelayan.


Prang!


Aaaah


Jeritan Leli didalam kamarnya tengah melempar sebuah piring tepat di hadapan cermin miliknya.


"Aaaaa, dasar wanita gembel!! tak akan kubiarkan kau bahagia di istana ini, wajah yg sok polos itu membuat ku muak!!" geram Leli sambil memukul lemari bajunya.


"Kau! akan mati di tanganku!! karna kehadiran mu disini lelaki itu berani memperingati aku, kau! tunggu saja gembel. akan ku buat kau kembali ke neraka! ahaha," ucap Leli membelalakkan matanya serta tawanya yg penuh dengan kebencian mendalam.


Di ruang tamu istana.


"Tante cantik...." teriakan Tristan berlari untuk menghampiri Belinda yg tengah mengikuti pelajaran dari Haikal.


"Hai, Tatan. bagaimana sekolahnya? lancar?" tanya Haikal tersenyum senang.


"Om ikal?" balik tanya dengan wajahnya yg imut.


"Pfft." Belinda tengah menahan tawa.


Haikal memang memiliki rambut yg ikal, makanya Tristan paling kenal dengan rambut itu.


"Iya... ini Om ikal, kamu mau kemana? sudah rapi begini," ucap Haikal memegang kepala Tristan perlahan.


"Tatan ingin membawa Tante cantik ke taman ibu," jawab Tristan pula menatap Belinda.


"Aduh, maaf ya. saya tidak bisa menemani Tatan keluar hari ini," kata Belinda merasa sedih.


"Yaa! Tante dari kemarin bilangnya tidak bisa, Tatan hari ini ingin mengajak Tante bermain," rayu Tristan dengan wajahnya yg mulai sedih.


"Maaf sekali lagi, karna saya harus menjawab soal yg sudah diberikan guru," beber Belinda merasa bersalah.


"Soal? Tante lagi ujian?" tanya Tristan dengan lugunya.


"Hmm, Tristan. Tante cantiknya lagi sibuk, nanti kalau sudah selesai tugasnya akan ditemani ke taman! oke," sela Haikal memberi penjelasan pada Tristan.


"Sini tante, biar tatan bantu menjawab soalnya," pintanya dengan riuh melihat soal yg dipegang oleh Belinda.


"Pfft. hahaha, tidak bisa Tristan... ini tugas orang dewasa! kan Tristan masih kecil," seloroh Haikal sambil kekeh.


"Siapa bilang Tatan masih kecil, Tatan sudah besar," balasnya dengan cemberut.


"Tante cantik, bicara dong! Tatan rindu tante. beberapa hari ini tante sibuk terus, hanya menemani Tatan tidur saja," rengeknya menggoyangkan lengan Belinda.


"Tatan, saya tidak bisa menemani tatan ke taman, saya janji setelah ini selesai. saya akan bermain dengan Tatan," bujuk Belinda perlahan.


"Huh... yaudah deh, it's okey! tatan ajak ibu saja, tapi tante janji ya, akan temani tatan setelah selesai soalnya," seru Tristan dengan bijaknya.


Belinda manggut membalas rengekan Tristan padanya. dirinya pun sudah tengah dilanda kegelisahan akibat soal yg beberapa hari diberikan oleh Haikal.


Setelah Tristan berlari meninggalkan Belinda. Haikal tersenyum melihat Belinda yg tengah menatap soal yg telah diberikannya.


"Tatan tadi bilang it's okey, bukankah itu artinya tidak apa-apa?" tanya belinda pula.


PROK PROK


"Good job bel, beberapa hari ini kau belajar dengan baik. aku bangga padamu! kau cepat memahami apa yg aku jelaskan," antusias Haikal terlihat senang.


"Terimakasih tuan, karna tuan sudah mau membantu saya," jawab Belinda tersenyum bahagia.


Belinda sudah bekerja keras untuk melakoni pelajaran yg telah diberikan oleh Haikal, Belinda memang tampak serius dalam kesehariannya. di saat Haikal memberikan beberapa soal yg masih terbilang sangat mudah pada usia anak remaja. kesabaran Haikal terbayarkan sudah, Haikal juga tidak menyangka bahwa Belinda dengan cepat menyerap ilmu dari Haikal.


"Soal ini berasal dari penjelasan yg sudah aku katakan barusan, kau pahami dulu agar kau bisa menjawabnya," tegur Haikal yg tengah sibuk memperhatikan wajah Belinda.

__ADS_1


Gadis itu hanya manggut, tetapi tidak melihat Haikal yg sudah kian sesekali tersenyum padanya, seolah dia hanya mengamati setiap soal dibalik sebuah kertas yg ia pegang.


ya tuhan, wanita ini lagi serius pun tampak begitu cantik!! apa dia orangnya yg tuhan titip untukku?!! batin Haikal sambil menatap Belinda tersenyum bahagia.


"Tuan kenapa menatap saya sampai begitu? apa ada kotoran diwajah saya?" tanya Belinda sejenak melihat tatapan Haikal yg membuatnya risih.


"Agh. tidak ada, aku hanya kagum saja padamu! kau cepat sekali mengerti pelajaran dariku," perjelas Haikal cepat mencari alasan.


"Oh, saya fikir tuan mau menghina wajah saya," kata Belinda seakan percaya.


Bagaimana aku menghinamu? kau wanita yg sangat cantik!! batin Haikal masih saja tersenyum sendiri.


"Kau cantik," ucap Haikal tanpa sadar.


"Apa? tuan mengatakan apa barusan?" tanya Belinda tidak mendengar dengan jelas.


Kenapa aku jadi anak ABG begini... harusnya aku lebih gantelman lagi, dulu aku tidak seperti ini saat bersama Ambar.. kok ini beda ya?!! terasa canggung. batin Haikal mengalihkan wajah sambil menggaruk kepala pelan.


"Tuan, ada apa? apakah tuan sakit kepala? apa saya ambilkan obat?" tanya Belinda tampak cemas.


"Agh, tidak... saya hanya kurang tidur saja," ucap Haikal beralasan lagi.


"Kalau begitu tuan pulang saja... soal ini akan saya serahkan be-


"Tidak!" sela Haikal cepat.


Belinda mulai bingung dengan reaksi Haikal padanya.


"Maksud saya, tidak mungkin saya pulang. jawaban mu akan saya bawa sekalian," pungkas Haikal kelabakan.


"Yasudah. saya akan menyelesaikan dengan cepat supaya tuan lekas pulang dan beristirahat," tutur Belinda sambil berfikir untuk menulis jawabannya.


"Apa kau cemas padaku?" tanya Haikal serius.


"Sudah wajar saya mencemaskan tuan! krna saya, tuan jadi kurang tidur. tuan guru saya, sudah pasti saya cemas sebagai muridnya tuan," jelas Belinda dengan santainya.


"Apakah kau bisa memanggil dengan namaku saja?" pinta Haikal pula.


"Itu tidak baik tuan! apalagi tuan itu teman dari keluarga ini," tolak Belinda perlahan.


"Aku tidak ingin ada kata penolakan! namaku Haikal Rendra, kau bisa memanggilku ren. apapun itu asal kau jangan memanggilku tuan! lagian umur kita juga sama," perjelasnya lagi.


"Saya belum terbiasa memanggil nama asli tuan, berikan saya waktu untuk membiasakannya," jawab Belinda tampak gugup.


"Mulai hari ini kau panggil aku ren, bukan lagi tuan! aku yakin kau bisa melakukannya," balas Haikal dengan tegas.


"Baiklah. akan saya coba," ucap Belinda tampak mengalah.


"Kau lanjutkan jawabanmu! apa kau sudah selesai?" tanya Haikal lagi.


Bagaimana mau siap, kalau dari tadi kau ajak bicara?!! batin Belinda mencibir Haikal.


"Sedikit lagi." Belinda langsung mengamati kertas soalnya.


"Aku akan memberi waktu lagi, kau fokuslah! aku tidak akan bertnya lagi," jawab Haikal merasa tersindir dengan reaksi Belinda.


Kok dia bisa tau isi hatiku?? hantu kali ya?!! batin Belinda tampak gelisah.


Perbincangan mereka terhenti sesaat sewaktu Belinda sedang kembali serius mengamati jawaban yg telah dia isi. Haikal sengaja tidak mengajak Belinda berbicara lagi karena Haikal juga merasa sudah diambang rasa malu ketika melihat senyuman Belinda seorang wanita yg begitu saja masuk kedalam hatinya saat itu.


Waktu terus berjalan, tibalah di saat Belinda tengah menghembuskan nafas pelan krna dirinya berhasil menyelesaikan semua soal yg telah diberikan Haikal.


"Tu- maksud saya Re- ren," gagap Belinda tengah malu sambil menyerahkan kertasnya.


"Kerja bagus! kau telah mengisi semua soal ini, aku akan menyimpannya dan memeriksa dirumah saja, sekarang pelajaran sampai sini," kata Haikal sembari memasukkan kertas itu kedalam tas.


"Wah, sepertinya wajahmu terlihat senang kal. apa Belinda ada kemajuan?" tegur Maria berjalan di iringi sang suami.

__ADS_1


"Ya, aku salut padanya. dengan cepat dia akan menandingiku! Heheh," kekeh Haikal sambil berkata tanpa ragu.


"Itu tidak benar nyonya, mana mungkin saya bisa menandingi kepintaran tuan ini," protes Belinda sejenak berdiri dari duduknya.


"Aku senang bel, krna pengakuan Haikal bahwa kau serius dalam belajar," lontar Maria terlihat bangga.


"Terimakasih nyonya... nyonya sudah mau memuji saya," tutur Belinda merendah.


"Ohya, Tristan menunggumu di taman! apa kalian sudah selesai?" tanya Maria memastikan.


"Sudah! kau bisa bermain dengan Tristan," jawab Haikal menatap Belinda.


"Baik tuan, terimakasih hari ini. tuan jangan lupa minum obat, setelah itu istirahat," titah Belinda membuat Haikal berdebar.


Deg


Dia memperhatikan ku?!! batin Haikal teramat senang.


"Saya permisi dulu yang mulia, nyonya, tuan Haikal," pamit Belinda dengan tersenyum.


Mereka pun manggut membalas sapaan Belinda yg tengah terlihat senang saat akan bermain dengan Tristan.


"Kal, kenapa kau jadi pemalu begini?" tanya Erlando memecah lamunan Haikal saat temannya itu melihat Belinda yg tengah pergi.


"Ah! Lan, aku entah mengapa merasa canggung padanya, seolah dia wanita yg berbeda dari Ambar," beber Haikal terlihat bingung.


"Kau seperti pertama kali menjalin hubungan kal," seloroh Maria pula.


Seketika mereka bertiga tertawa karna ucapan Maria yg terdengar ambigu.


"Kal. kau bukan ABG lagi, kau sudah dewasa! sudah saatnya kau memiliki pasangan hidupmu," timpal Erlando menyarankan.


"Kau benar Lan! aku juga tidak mau seperti ini, tetapi..."


"Apa lagi?" sela Erlando.


Maria tengah mengamati perawakan dari Haikal yg sedang terlihat ragu.


"Apa kau ingin menjadikan Belinda istrimu?" tanya Maria tampak wajah serius.


"Maksud mu?" balik tanya mulai gugup.


"Kal, kau suka wanita itu?" tanya Erlando meyakinkan penglihatannya.


"Ya. aku yakin sekali, lelaki lugu ini menyukai Belinda," cemooh Maria dengan sengaja.


"Aku tidak lugu!" lontarnya dengan cepat.


"Kalau kau tidak lugu, kenapa kau tidak jujur pada kami," sambung Maria lagi.


"Ya. itu karna aku..." Haikal masih terlihat malu.


"Sudahlah kal! kami tau, kau menyukai Belinda!" sosor Maria tanpa jeda.


"Baiklah! aku mengaku. ya! memang aku berniat untuk menikahinya, tapi aku tidak yakin pada wanita itu, mungkin saja dia akan menolakku," ungkap Haikal merasa tidak yakin.


"Kami akan membantu mu! apa kau senang?" antusias Maria pula bersamaan dengan Erlando yg manggut ikut serta.


"Kalian memang temanku! aku berharap banyak pada kalian," riuh Haikal begitu senangnya.


"Kau tenang saja, serahkan pada kami." Maria dan Erlando memberikan kedua jempol mereka untuk meyakinkan Haikal.


Dengan semangat itu, Haikal kini merasa lega karna ada teman yg siap untuk membantunya mendapatkan cinta Belinda.


...................


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2