
☘️☘️☘️
Ketegangan di ruang rapat saat ini membuat semua mata tertuju pada sosok wanita yg tidak asing bagi mereka. Haikal juga tidak menduga dari mana wanita itu mendapat keberanian masuk ke dalam kantor Haikal.
"Kau!!" senggak Haikal menepis kasar tangan wanita itu.
"Kita bertemu lagi, Haikal? ups, salah! B.A.P.A.K Haikal," ucapnya seraya berbisik membuat Haikal merasa sangat jengkel.
"Kau menjauh dariku! Rasel!! panggil satpam! usir wanita yg tidak tau sopan ini?!" berang Haikal menolak tubuh wanita itu dengan keras.
"Baik, pak!" sahut rasel sigap.
"Jangan ada yg bergerak satupun dari ruangan ini?!" sergahnya pula seraya memegang sebuah kursi untuk menahan tubuhnya.
"Fidya! apa mau mu?!" hardik Haikal begitu terlihat diambang kekesalan.
"Bapak masih ingat nama saya?" tanya nya pula dengan nada santai.
Wanita yg tidak sopan santun itu bernama Fidya. seorang karyawan yg dipecat oleh Belinda karena selalu tidak beres dalam pekerjaan. dan dia selalu membuat onar di dalam kantor. semenjak tidak adanya Fidya kantor lebih patuh dalam peraturan. Fidya sekarang bekerja di suatu perusaan yg menjadi saingan ketat Haikal. namun, Haikal belum menyadari itu.
"Katakan apa mau mu!! aku tidak punya waktu melayani wanita seperti mu!!" geram Haikal begitu murkanya hingga tampak kepalan tangannya.
Dengan santainya Fidya berjalan ke arah kursi yg di duduki oleh Haikal. dia mengangkat sebelah kakinya dan memainkan jemari tangan kanannya.
"Pergi kau dari tempat dudukku!! atau kau akan aku lempar keluar secara paksa," amuk Haikal mulai jengah dengan sikap Fidya yg seenak jidatnya.
"Santai pak! jangan tegang urat begitu," katanya sambil memainkan kuku tangannya.
Semua karyawan tampak bengong dengan situasi mencekam itu, bahkan ada yg bergeleng kepala melihat Fidya duduk di kursi Haikal.
"Aku ingin bicara 4 mata pada bapak Haikal, apa kalian bisa keluar?" monolog Fidya menatap tajam para karyawan.
"Brak!! Kau tidak punya hak mengatur semua karyawan ku di sini," cecar Haikal memukul meja membuat karyawan terkejut mengelus dada berulang kali.
"Ha, hahahha!! aku punya hak! karna cuma aku yg bisa membantu mu mendapatkan kembali klien lama mu," lontar Fidya pula sambil terbahak.
"Kau mengatakan apa?" tanya Haikal menautkan kedua alisnya.
"Sudah aku katakan! karyawan mu keluarkan sekarang juga dari ruangan ini," bentaknya pula tidak merasa takut.
Haikal menghembus nafas kasar, dan menatap para karyawannya yg sedang tertunduk menyaksikan pergaduhannya dengan Fidya. dia kini tak punya pilihan lain selain membubarkan rapat dan berbicara dengan Fidya.
"Kalian keluar lah, kita tutup rapat ini. kembali ke pekerjaan kalian masing masing," titah Haikal dengan tegas yg tak dapat dibantah para karyawannya.
__ADS_1
"Baik pak, kami permisi dulu," sahut semua karyawan dengan membungkuk perlahan.
Satu persatu karyawan keluar dari ruang rapat terkecuali Fidya yg masih asyik memainkan jemari tangannya dan melirik mereka dengan tatapan mengejek.
Sesaat setelah semuanya bubar hanya tinggal keduanya di dalam ruangan.
"Katakan! apa mau mu, dan kenapa kau mengatakan soal klien ku?! atau jangan jangan kaulah dalang dibalik ini semua?!" gerutu Haikal begitu berkerut wajahnya melihat Fidya yg tak menolehnya.
Puk
Sebuah flash disk dilemparkan ke arah Haikal tepat dihadapannya.
Fidya menatap tajam Haikal saat dirinya sempat mengecoh Haikal sedari awal masuk.
"Apa kau tau! aku sekarang bekerja di perusahaan yg bersaing denganmu? ya, akulah yg sudah menyalin data mu dan memberikan pada atasan ku!!" santainya pula saat berbicara demikian.
"Kau picik! lalu, kenapa kau memberikan aku flash disk ini? ha?!" bentak Haikal tampak ingin meninju Fidya, namun masih ia tahan.
"Perusahaan itu terlalu lelet dan lama berkembang! aku tidak suka, makanya aku memberikan salinan asli dari data yg sebenarnya. aku bisa mengembalikan semua data aslimu pada klien mu itu!" ucapnya lagi sambil berdiri dan mendekati Haikal yg diambang kemarahan itu.
"Apa kau tidak ingat? bahwa aku pandai meretas data?" lanjutnya lagi membuat mata Haikal melotot tanpa berkedip.
Haikal melupakan keahlian dari Fidya, pada awal Fidya masuk ke dalam kantor Haikal dia menyarankan untuk meretas data siapa saja yg menguntungkan bagi perusahaannya. tetapi Haikal tidak menginginkan jalan seperti itu. makanya Belinda memecat Fidya krna bisa merusak reputasi nama perusaan Gran Cord.
"Tapi kau tenang saja! ini hanya rahasia kita berdua," sambungnya lagi menepuk sebelah pundak Haikal.
Terlalu rumit masalah Haikal kali ini, dia berfikir keras dengan tindakan yg akan dia ambil. dirinya merasa diambang kegelisahan. apalagi Belinda tidak berada disampingnya saat di kantor.
"Apa yg kau pikirkan? apa kau tidak senang aku menolong masalahmu?" tanya Fidya yg memecah lamunan Haikal.
Haikal mulai terkecoh lagi, dia menekan pelipis matanya dikarenakan sakit kepala yg terasa mau pecah.
"Aku tidak tau apa yg kau inginkan dari perusahaan ku ini," jawab Haikal yg terlihat terduduk lesu.
"Jadikan aku sekretaris mu! dan tanda tangani surat ini," ucap Fidya sambil memberikan secarik kertas putih yg sudah bertuliskan tangannya sendiri dan sebilah pena.
Haikal membelalakkan matanya, dia tak menduga semua persiapan sudah di atur oleh Fidya.
"Apa kau sudah tidak waras?" tanya Haikal mengerutkan wajahnya saat membaca tulisan itu.
"Ya? semua pekerjaan tidak ada yg sia sia! apa kau pikir aku bodoh?!" senggak Fidya melipat kedua tangannya di dada.
"Kau suruh aku menandatangani kertas ini? apa kau mau memerasku?!" bentak Haikal berdiri dari kursinya dengan kepalan tangan yg siap mencekik leher Fidya.
__ADS_1
"Eits, santai kawan! ckck, apakah dengan nilai segini kau jatuh miskin?! aku tau seberapa banyak kekayaanmu saat kau bekerjasama dengan tuan Kenji, aku sudah mengetahui semuanya!!" ungkap Fidya tampak berdecak dan bergeleng kepala.
"Kau licik! wanita seperti mu pantas dapat hukuman yg setimpal," kata Haikal sudah diambang kesabaran yg membludak.
"Itu terserahmu saja! aku hanya minta 10% dari perusahaan mu, atau kau mau kehilangan klien setiamu itu," turutnya melangkah menatap kaca ruangan yg menampakkan bangunan setiap perkantoran dengan membelakangi Haikal.
Sial!! apa yg harus aku perbuat saat ini?!! batin Haikal memukul sesekali mejanya dan terlihat sangat cemas akan perkataan dari Fidya.
"Hmh, Jangan terlalu lama membuat keputusan! aku akan menjadi sekretaris yg profesional, kau tenang saja!!" ucapnya dengan santai tampak melirik dari samping dengan senyuman kecilnya.
Seketika keheningan melanda ruangan itu sesaat Haikal dan Fidya terdiam tak berbicara.
Haikal memejamkan matanya mengingat sosok Belinda yg tengah hamil, jika dirinya bangkrut pasti kehidupan Belinda akan sengsara. dirinya serba salah sejak melihat tulisan yg ada dihadapannya saat ini. tangannya tampak menggenggam pena berusaha menggerakkan namun tak dapat ia lakukan.
"Cepatlah! aku masih ada urusan lain," katanya pula menoleh kebelakang menatap sinis Haikal terdengar memaksa.
"Kau tidak punya pilihan saat ini, cepat kau tanda tangani saja! masalahmu besok aku bereskan," sambungnya lagi dengan nada tegas.
Saat ini Haikal hanya mementingkan kebahagiaan Belinda. dirinya terpaksa menandatangani surat kontrak itu dengan begitu merasa jengkelnya dia sempat memukul meja sekuat tenaganya.
"Nah. tidak lama, kan!" ucap Fidya meraih kertas yg selesai di tandatangani Haikal.
"Besok aku datang! semua masalah mu akan tuntas dalam sekejap, ini masalah kecil bagiku," lontar Fidya dengan melenggang keluar dari ruangan itu.
"Bye, bapak Haikal. sampai bertemu besok! selamat, sudah mendapatkan sekretaris sepertiku," celotehnya pula di balik pintu saat dirinya berada diluar ruangan melontarkan senyum kepuasan.
Merasa di olok olok Haikal melempar berkas yg ada di mejanya. rasa amarah Haikal pecah saat Fidya keluar dari ruangan itu.
"Wanita sialan!! aku tidak akan membiarkan mu merusak reputasi perusahaan ku!!" gumam Haikal begitu sangarnya menggertakkan giginya terlihat pula wajah yg sangat merah padam.
............
Bersambung....
...STAY TUNED...
...AKAN DATANG KESERUAN LAINNYA 🙏...
...IKUTI TERUS KISAH HALU OTHOR 😄...
...JANGAN SAMPAI KETINGGALAN😘🥰...
__ADS_1
...DAN PASTINYA BERIKAN LIKE,FAV,KOMEN,RATE 5 JUGA BOLEH SUPAYA OTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI 💕💕...
...BYE BYE PEMBACA SETIA OTHOR JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN MAAFKAN OTHOR YA🙏☺️...