
☘️☘️☘️☘️
Dahulunya Maria dan Erlando bertempat tinggal disebuah istana megah dikarenakan posisinya sebagai raja dan ratu. mereka diangkat sebagian bangsa vampir karena pasangan itu mampu mengatur hausnya darah manusia dengan menggantikan sebagai darah hewan. namun, ada juga sebagian bangsa vampir yg tidak bisa mengikuti perintah dari rajanya. malah pasangan itu dijadikan musuh oleh sebagian klan vampir yg menolak titah dari rajanya. bisa terhitung sebanyak tiga klan yg menolak perintah dari sang raja. keduanya sudah dibabat habis oleh Maria dan Erlando, bersisa satu klan lagi. yaitu klan Vero.
Sejak malam itu ketua dari klan Vero telah dimusnahkan didalam hutan, tetapi tidak menutup kemungkinan bawahannya akan membalaskan dendam pada kedua pasangan itu. tentu saja Maria dan Erlando selalu waspada setiap pergerakan yg mencurigai hingga istana mereka sangat dijaga ketat oleh pengawal yg tangguh yaitu tiga ekor serigala berwujud manusia. dahulu kala para serigala itu ditolong oleh Maria dan Erlando ketika mereka hendak akan kembali dalam perjalannya ke istana. kedua pasangan itu melihat pertarungan hebat antara serigala dan beberapa klan vampir lainnya. sehingga mereka bisa melerai pertarungan hebat hingga berakhir kemenangan pada bangsa serigala atas bantuan dari kedua pasangan yg rela berkorban untuk menyelamatkan nyawa sang serigala. karena itulah bangsa serigala dengan sukarela menjadi pengawal pribadi untuk Maria beserta suaminya.
🌺🌺🌺🌺
Istana Marvel
Didalam sebuah kamar terbilang cukup luas.
TIDAK....
"Bu, Tatan takut! Tante itu menjerit, apakah dia sedang sakit Bu?" tanya Tristan pada sang ibu dengan wajahnya yg polos.
"Tatan pergi keluar dulu ya! ibu mau berbicara pada tante," ucapnya dengan membungkung membelai lembut rambut Tristan.
"Tapi... tatan takut sendirian keluar dari kamar," seru Tristan pula ngumpet dibalik tubuh sang ayah.
"Er, aku ingin berbicara empat mata pada gadis ini. kau bawa dulu anak kita keluar," pintanya pada sang suami.
"Baiklah," balas Erlando mengikuti perkataan istrinya.
"Bu, tatan keluar dulu! bye,bye. muah," kecupan Tristan di kedua pipi ibunya.
Sang ibu membalas kecupan itu hingga Tristan berlalu dari dalam kamar.
Bam
Pintu kamar tertutup rapat.
"Hei. nama mu Belinda, kan?" tanya Maria perlahan mendekati gadis itu.
"Jangan mendekat! aku mohon, keluarkan aku dari sini," erangnya sangat ketakutan hingga mundur dengan sangat cepat.
"Aku tidak akan menyakiti mu! kalau saja kami mau, sudah sedari kau dihutan akan kami biarkan kau disakiti oleh lelaki itu," timpal Maria menjelaskan.
"Ka- kau! kau membunuhnya. kau tega membakarnya!!" hardik Belinda penuh kemarahan.
"Tenanglah! aku bisa menjelaskan semuanya padamu," ungkap Maria secara perlahan.
"Tidak, aku bilang tidak! kau orang jahat. kau bahkan membuat lehernya putus hingga membakarnya! kau kejam!!" raungnya sambil menutup kedua telinga terlihat sesekali memejamkan mata.
"Baiklah, aku akan menjelaskan padamu dari sini. dan tidak akan mendekatimu," tuturnya memberikan ketenangan pada gadis itu.
Belinda akhirnya mau mendengarkan perintah dari Maria, dia pun terdiam tidak bersuara lagi dan juga menatap wajah Maria terasa sangat tajam.
"Aku ingin bertanya padamu, apa kau tau siapa yg telah mengejarmu di hutan malam itu?" tanya Maria memastikan ingatan Belinda.
"Ti, tidak! aku tidak mengerti kenapa dia mengejarku," jawabnya tertunduk takut.
"Dia bangsa vampir yg mengejar darahmu," tutur Maria membeberkan kebenaran pada Belinda.
"Va- vampir! apa maksudnya?" tanya Belinda tampak pucat diwajahnya.
__ADS_1
"Perkenalkan, aku Maria. aku pemilik rumah ini sekaligus orang yg telah membawamu kesini. kalau boleh tau, umur mu berapa?" perlahan mendekati Belinda.
"Maaf! karna saya tadi sudah sangat kasar membentak nyonya," jawab Belinda merasa segan.
"Tidak apa! itu hal yg wajar jika kau merasa takut denganku," balas Maria pula.
"Berapa umurmu?" kembali bertnya.
"Umur saya 30 tahun nyonya," ucap Belinda perlahan.
"Tapi, kenapa tadi nyonya bilang saya dikejar vampir? apakah vampir masih ada di dunia nyata?" monolog Belinda terheran.
"Masih, sebagian vampir ada yg kehausan darah manusia. namun tidak sebanyak vampir yg sudah jelas hanya meminum darah hewan," kata Maria memberi penjelasan.
"Kenapa nyonya tau lelaki itu adalah vampir?" tanya Belinda menatap penuh Maria.
"Saya akan menjawab pertanyaan mu setelah kau memakan roti ini, sedari malam aku melihat kau tertidur hingga kini baru terbangun," titahnya pula.
"Baiklah nyonya, terimakasih karna Ny. Maria sudah mau menolong saya," tutur Belinda merendah.
Maria hanya manggut sambil memberikan sandwich serta susu yg telah kian dibawa oleh Tristan.
Belinda meraih sarapannya yg terlihat sangat lezat, sehingga dirinya sungguh menikmati hidangan yg disuguhkan oleh orang yg sudah menolongnya. tampak juga wajah Belinda tersenyum manis melihat Maria yg menatapnya saat menyantap sarapan pagi hari itu.
Kunyahan dari mulut Belinda terdengar jelas ditelinga Maria, seakan dia melihat kalau Belinda itu sedang mengalami kelaparan.
"Kau sungguh lapar?" tanya Maria tersenyum simpul.
"Iya nyonya, saya memang sedang kelaparan," papar Belinda jujur.
"Saya tidak punya rumah nyonya," kata Belinda berterus terang.
"Kenapa dengan rumah mu?" tanya Maria kembali tampak mengernyitkan dahi.
"Saya anak yatim nyonya. ibu dan ayah saya meninggal lima tahun yg lalu, sebelumnya saya tinggal bersama nenek angkat saya. tetapi setahun yg lalu dia juga pergi meninggalkan saya sendiri," ucapnya bercerita panjang lebar.
"Nenek mu kemana?" bertnya lebih dekat lagi.
"Sudah meninggal, saya hanya sebatang kara di kota ini. saya sebenarnya sedang mencari pekerjaan, namun tiba-tiba saja dikejar oleh lelaki jahat itu. sampai mengarah ke hutan. saya fikir nyawa saya sudah tidak tertolong lagi, ternyata masih ada nyonya yg baik hati menolong saya," ucap Belinda tertunduk serta menghentikan makanannya.
"Kau tenanglah, tempat ini sekarang menjadi rumahmu," tutur Maria menepuk pundak Belinda sesekali.
"Benarkah? tapi...."
"Tapi apa?" sela Maria melanjutkan.
"Saya tidak mungkin hanya menumpang disini, apa ada pekerjaan untuk saya?" tanya Belinda menatap serius Belinda.
"Apa kau butuh kerja?" berbalik tanya.
"Nyonya sudah memberikan tumpangan pada saya, tidak mungkin saya hanya berdiam tanpa melakukan apa-apa," pungkasnya merendah.
"Baiklah, kalau itu keinginan mu! kau bisa menjaga bocah kecil yg barusan saja memberikan sandwich ini padamu tadi," jawab Maria pula.
"Benarkah?" riuh Belinda bahagia.
__ADS_1
Maria manggut seakan mengiyakan pertanyaan dari Belinda yg terlihat sangat senang. tetapi sebelum itu dia harus mengatakan dengan sejujurnya silsilah didalam istananya.
"Ada suatu hal penting yg harus kau ketahui," ucap Maria membawa Belinda duduk disebuah sofa berlapis kuningan emas.
"Apa itu nyonya," jawab Belinda sambil terpelongo melihat sofa yg begitu mewah dan sangat empuk.
"Tadi sudah aku katakan, bangsa vampir yg telah mengejarmu malam itu saat di hutan! ada alasan kenapa kami membunuh lelaki yg mencoba untuk melakukan kejahatan padamu."
"Ya," sahut Belinda pula.
"Mereka melanggar titah yg telah kami berikan, rasa haus bangsa vampir sudah sampai ke akar. sehingga sulit untuk mengikuti aturan kami," sambung Maria memperjelas.
"Kami? saya tidak mengerti maksud pembicaraan nyonya," tutur Belinda sesekali menggaruk kepala seakan bingung.
"Begini Belinda, kami ini bangsa vampir! namun, kami tidak lagi haus akan darah manusia," beber Maria lagi.
"Jadi...."
"Ya, seperti pemikiran mu! kami ini dari bangsa vampir, perlu kau ketahui kami adalah sepasang raja dan ratu yg memimpin para kaum vampir agar mengikuti langkah kami," sambung Maria menyela perkataan Belinda.
"Sa- saya..."
"Kau jangan takut! kami tidak akan berbuat hal jahat padamu," kata Maria meraih tangan Belinda sambil mengelusnya perlahan.
"Aku juga sama halnya seperti mu Belinda," tutur Maria tersenyum.
"Sama? saya sungguh tidak paham," kata Belinda tertunduk keringatan.
"Aku juga manusia, tetapi separuhnya aku adalah bangsa vampir," menjelaskan lebih padat.
"Jadi, nyonya juga manusia? tetapi kenapa bisa setengah vampir?" tanya Belinda merasa bingung sendiri.
"Dahulunya aku menikah dengan kaum vampir, kami saling mencintai hingga pada saat itu kami ditentang oleh bangsa dari suamiku. mereka tidak menyetujui jikalau vampir menikah dengan manusia,"
"Lantas?" tanya Belinda menatap wajah pilu Maria.
"Kami terus meyakinkan diri untuk saling mengasihi satu sama lain, hingga kami menikah tidak ada seorangpun menghadiri hari kebahagiaan kami. tetapi setelah kami menjalani sepasang suami istri hingga kini kami diangkat menjadi raja dan ratu dikarenakan kemampuan kami dalam mengatur bangsa vampir yg sangat haus dan brutal pada manusia," jawab Maria menceritakan kisah silam yg tersimpan didalam memori ingatannya.
"Lelaki yg mengejar saya pada malam itu bukankah masih haus akan darah manusia?" tanya Belinda lagi.
"Sebagian kaum vampir masih tidak bisa menghilangkan rasa sukanya pada darah manusia, itu adalah bangsa Vero! mereka sangat brutal hingga kini masih mengejar para manusia Sampai mereka puas," geram Belinda mengepalkan tangannya.
"Saya mengerti maksud nyonya sekarang, sudah pasti karena nyonya adalah manusia makanya nyonya menghentikan para vampir itu untuk menghisap darah dan menggantikannya dengan darah hewan," timpal Belinda sedikit menerima kebenaran dari Maria.
"Kau benar bel, aku tidak ingin manusia jadi sasaran rasa haus dari bangsa vampir! berawal aku memberikan darah hewan pada suamiku, dan ternyata dia menyukai itu! sesakali aku juga memberikan sekantung darah manusia tanpa menghisapnya terlebih dulu. sehingga tidak menyakiti manusia lainnya," balas Maria berlanjut pada kisahnya.
....................
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😚🤭
...👇...
...TETAP STAY TUNED...
MOHON JADILAH PEMBACA YG BAIK TINGGALKAN JUGA KRITIK DAN SARAN DIKOLOM KOMENTAR ❤️ saranghae ❤️
__ADS_1