
☘️☘️☘️☘️
Polisi sedang bergerak untuk menggeledah sarang perjudian yg telah di akui oleh Ardi sendiri. dengan sedikit paksaan hingga Ardi mengaku setelahnya. bahkan orang yg sudah tega memperkosa dan membunuh anak bik Lis berhasil di dapatkan walaupun penuh usaha yg keras, karna orang itu terus memberontak pada akhirnya tertangkap juga.
Ardi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karna kasus pembunuhan berencana, dan juga teman dari Ardi di berikan hukuman gantung akibat perbuatannya melecehkan anak di bawah umur serta menghabisi nyawa orang lain.
Kasus terselesaikan karena bantuan dari tangan Maria, selama ini bik Lis terus melapor kepada pihak berwajib namun tidak ada respon apapun bahkan dia sampai memohon untuk melanjutkan pencarian orang tersebut tetapi karena biaya yg terlalu banyak makanya kasus di tutup begitu saja.
Pemakaman umum.
Bik Lis berhasil melepaskan penat yg selama ini dia tahan bertahun lamanya. hingga tiba saatnya dia menguburkan abu sang anak dan meletakkan bingkai foto di atas pemakamannya.
Pemakaman anaknya di urus oleh Haikal juga Erlando, semua orang siap membantunya kapan saja dia butuh. sungguh kebahagiaan sangat dia rasakan di kala itu. tampak lontaran senyum di garis bibirnya mengamati setiap orang yg berada di dekatnya.
"Nak, bahagialah di sana. maafkan ibu yg tidak bisa menjagamu dan membesarkan mu dengan baik, ibu memang sudah gagal menjadi orang tua," lirih bik Lis tampak meneteskan air mata melihat foto sang anak yg tersenyum cantik.
"Bik, sudahlah. jangan menyesali kehendak tuhan, karna kita tidak tau rencana tuhan yg sebenarnya! setiap manusia pasti sangat merasakan kehilangan apalagi orang yg kita sayang meninggalkan kita, bibik tidak boleh menyalahkan diri sendiri lagi," bujuk Belinda sambil mengelus punggung bik Lis perlahan.
"Bibik jangan sedih, ada Tatan di sini," kata Tristan melangkah maju duduk di dekat bik Lis.
"Makasih Tatan, kamu anak yg baik," sambut bik Lis pula sembari menyeka air mata.
"Bibik tidak boleh nangis, Karena bibik tidak sendiri," lontar Tristan mengejutkan hati semua orang.
"Iya sayang, bibik tidak nangis lagi," balas Bik Lis mengelus kepala Tristan perlahan.
Sampai sekarang bik Lis belum mengetahui kalau keluarga Maria adalah vampir, mereka menyembunyikan identitas dari orang yg baru mereka kenal. hanya Belinda dan Haikal yg mengetahui asal usul mereka.
"Lis, apa kau sudah lega sekarang?" tanya Maria dari belakang punggung.
"Sudah nyonya, terimakasih sekali lagi atas kebaikan nyonya pada saya. kalau tidak ada nyonya mungkin saya tidak akan pernah tau siapa dalang dibalik kematian anak saya," tutur bik Lis menoleh hingga berdiri seketika.
"Kau tidak perlu sungkan padaku, sudah seharusnya aku membantumu! karna kau orang yg sudah menolong Belinda juga Haikal," ucap Maria sambil memegang pundak bik Lis.
"Kebaikan nyonya tidak akan pernah saya lupakan, atas nama anak saya. saya ucapkan banyak terimakasih nyonya," bungkuk bik Lis berulang kali.
__ADS_1
"Sudah,sudah Lis! kau tidak perlu seperti ini, dan sekarang kau lepaskan rasa rindu mu terhadap anakmu, karna kita secepat mungkin akan pergi dari sini," titah Maria pula.
"Baik nyonya," turut bik Lis dengan kembali melepas rindu pada sang anak tampak memeluk foto bingkai itu hingga memejamkan mata.
Selamat tinggal Mona, terimakasih nak. kamu memberi warna di hidup ibu walau hanya sebentar, ibu tidak akan pernah melupakan semua kenangan bersamamu, ibu sayang kamu Mona. batin bik Lis tersenyum bahagia terlihat dirinya menciumi wajah sang anak yg terpampang jelas di sebuah bingkai.
Keharuan itu di rasakan oleh semua orang saat melihatnya, Haikal dan Erlando turut merasakan kesedihan yg di alami bik Lis. bukan hanya kaum wanita saja, kaum lelaki juga ikut merasa naluri seorang ibu bahwa kehilangan anak yg sangat di sayangi itu sungguh berat rasanya.
"Maria, kita harus bergerak sekarang," bisik Erlando menghampiri istrinya yg menatap ke arah bik Lis.
Maria hanya manggut tanpa bersuara.
"Lis, apa kita sudah bisa pergi sekarang?" tanya Maria membungkuk sedikit dengan menepuk pundak bik Lis perlahan.
Bik Lis mengiyakan pertanyaan dari Maria sambil meletakkan kembali foto bingkai itu.
"Bik, pegang tangan Tatan," ucap Tristan meraih tangan bik Lis pula.
Bik Lis seketika tersenyum melihat keceriaan yg diberikan Tristan padanya, dirinya pun menyambut lengan Tristan dengan begitu bahagia melangkah bersama Tristan. kini dirinya memang sudah tidak sendirian lagi.
Sampainya di dalam mobil.
"Apa kalian sudah menemukan tempat yg aman?" tanya Maria pula membuka bicara.
"Ada sebuah negara yg pernah saya tempati dahulu," beber Belinda menjawab cepat.
"Bukankah kau tinggal di sini bel?" tanya Maria lagi melirik Haikal sejenak.
"Iya, bukannya kau berasal dari sini?" saling bertanya membuat Belinda menghela nafas pelan.
"Saya lahir di London," ungkap Belinda pula.
"Kau berasal dari negara yg maju itu? kenapa kau bisa ada di sini sekarang?" tanya Haikal pula bertambah bingung.
"Keluarga saya dahulunya tidak semiskin sekarang, ibu menceritakan pada saya sebelum keduanya meninggal, mereka bilang harta kami di rebut oleh kerabat sendiri beralasan investasi, tetapi orangtua saya di tipu hingga menguras habis tidak ada sisa," tampak raut sedih di wajah Belinda menggetarkan hati Haikal.
__ADS_1
"Kau berumur berapa tinggal di sini?" tanya Haikal terus mengorek kisah Belinda.
"Ketika saya masih balita, ibu menceritakan saat dirinya sudah sakit-sakitan. awalnya saya tidak percaya dengan cerita itu, tetapi ibu memberikan sebuah album berisi semua kerabatnya yg berfoto dengan kedua orangtua saya," jawabnya tampak mengalihkan wajah ke luar kaca mobil.
"Kerabat dari siapa bel?" tanya Maria pula sambil mengelus sebelah pundak Belinda.
"Kerabat dari ayah saya nyonya," jawab Belinda tampak mata berkaca.
"Tetapi saya sekarang sudah bahagia, karna mendapatkan keluarga baru yg selalu ada di dekat saya," sambung Belinda pula dengan merangkul pinggul Maria sambil tersenyum manis.
"Tatan tidak mau jadi keluarga Tante cantik!!" cetus Tristan dengan cemberut.
"Kenapa Tatan?" tanya Belinda langsung memegang kedua pipi Tristan.
"Karna Tatan kalau sudah besar ingin menikah dengan Tante cantik," cemberutnya lagi hingga membuat semua orang membelalakkan mata.
HAHAHAH
Terdengarlah suara tawa dari semua orang saat Tatan mengucapkan kata menikah, mereka bergeleng kepala dengan sikap Tristan yg sudah terlihat seperti orang dewasa.
"Tristan, siapa yg mengajarkan padamu begitu?" tanya Haikal pula sambil menyubit pipi Tristan pelan.
"Ya Tatan sendiri, tidak ada yg mengajarkan," jawabnya pula sambil melipat kedua tangan di dada terlihat bibir yg berkerut membuang wajahnya.
"Tatan harus banyak belajar menjadi orang yg sukses, tidak boleh berkata begitu lagi yaaa?" kata Belinda dengan mengelus kepala Tristan hingga mencium kening Tristan penuh kasih sayang.
"Baiklah Tante, Tatan akan giat belajar supaya bisa membahagiakan kalian semua," bijaknya pula dengan tersenyum riang.
Semua orang yg terlihat tegang sedari awal dibuat ketawa oleh seorang bocah karena perkataannya membuat semua bergeleng kepala melihat tingkahnya yg menggemaskan.
Sebelum mereka pergi meninggalkan Hongkong, Haikal sempat menjual rumahnya beserta mobilnya sendiri. uang hasil dari itu semua akan dia gunakan untuk membangun usaha bersama Erlando saat beranjak ke negara lain.
Mobil yg mereka pakai adalah sebuah mobil sewa berbayar, setelah itu mereka kembalikan kepada pemilik aslinya.
"Jadi, negara yg akan kita tempati adalah London? benar begitu?" tanya Erlando pula menoleh ke belakang sambil memegang setir mobil.
__ADS_1
.................