Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
BAR


__ADS_3

☘️☘️☘️


Ricky kebingungan setelah dirinya berada dirumah sakit tanpa adanya keluarga yg menjenguk, terutama bik Lis dan Belinda. mereka masih belum mengerti Ricky sedang mencari siapa. sementara mereka membawa Ricky ke rumah sakit tanpa keluarganya.


"Yg kau maksud siapa?" tanya bik Lis membuka bicara dan melirik Belinda yg masih menatap Ricky dengan sendu.


"Saya mencari paman yg sedang bersama saya saat di supermart," jawab Ricky pula.


"Apakah orang yg sudah memarahimu mu itu..." lanjut bik Lis berhenti dengan ucapannya.


"Ya, itu paman saya," tangkas Ricky memotong ucapan bik Lis.


"Tapi mengapa dia begitu padamu? bukankah seharusnya dia membela mu didepan orang lain?" tanya Belinda sedikit tidak percaya mengingat kejadian itu.


"Paman saya sudah memberikan saya pekerjaan dan rumah sewa untuk saya, semua yg dia lakukan pada saya akan saya terima! bagaimanapun juga dia tetap paman saya," monolog Ricky tampak menahan pedihnya.


"Apa kau yakin itu bisa dibilang seorang paman?" protes Belinda merasa tidak terima dengan perlakuan paman Ricky sebelumnya.


"Saya percaya bahwa paman saya akan berubah dengan sendirinya, jika tidak dengan belas kasihnya mungkin saya akan luntang lantung tanpa pekerjaan," beber Ricky membuat mata Belinda berkaca kaca.


"Sekarang kau jangan berfikir lebih bnyak lagi, kalau kau sudah sembuh total. kami akan membawamu kembali pada paman mu," lontar Belinda pula dengan berusaha tersenyum melihat pancaran kesedihan dari Ricky yg tidak bisa dia ungkapkan.


"Kau istirahatlah, kami keluar dulu," kata bik Lis setelah beberapa saat terdiam mengamati wajah Ricky.


"Nyonya, kita keluar dulu saja! biarkan Ricky istirahat dahulu," ajak bik Lis langsung meraih lengan Belinda dan membawanya perlahan keluar ruangan.


Sebelum mereka keluar, Belinda menoleh ke arah Ricky yg sudah menutup matanya. dirinya melihat air mata yg jatuh dari pinggir mata Ricky. entah mengapa rasa sesak pun terjadi di dada Belinda setelah melihat air mata yg dikeluarkan Ricky.

__ADS_1


Sesampainya di luar ruangan.


"Bik, saya penasaran dengan pamannya itu! bisakah kita kembali ke supermart. saya ingin meminta kejelasan! kenapa dia tega melakukan itu semua pada keponakannya sendiri," turut Belinda mengalihkan pandangan matanya menahan air mata setelah melihat Ricky tampak terpukul.


"Buat apa kita ke sana nyonya, itu bisa membahayakan nyonya!" sergah bik Lis tidak mau mengambil resiko karna Belinda tengah mengandung.


"Bik, saya punya rencana," kata Belinda pula langsung berantusias membisikkan rencananya ditelinga bik Lis.


Seusai bisikan itu, bik Lis tertawa lega. ia pun tersenyum kecil setelah mengetahui rencana dari Belinda.


Mereka pun meninggalkan tempatnya bergegas keluar dari rumah sakit.


...°°°...


Ricky merupakan anak yg penurut, ia ditinggal oleh kedua orang tuanya seusai kecelakaan sekitar beberapa tahun lalu. saat itu dia masih berumur 12 tahun, mobil mereka menabrak truk dikarenakan rem blong. Ricky terlempar keluar mobil dan mendapati luka yg cukup banyak dibagian wajahnya. mobil kedua orangtuanya meledak setelah tabrakan itu, dia berteriak sekuat tenaga dan akhirnya pingsan ditempat karna rasa sesak yg dia tahan membuat kondisinya melemah.


Sebut saja Andre, yg dikatakan Ricky ialah pamannya. Andre merupakan orang yg berambisi sangat kuat dan bengis. ia merasa marah karna abangnya tidak mengeluarkannya dari penjara. dia mendekam selama 10 tahun, karena perbuatannya bermain judi, bermain wanita, dan narkoba. karna rasa dendamnya pada sang Abang, dia menyetel rem sang Abang sehingga menjadi blong. dirinya tidak menduga kalau Ricky bisa selamat dari kejadian itu.


Terlalu banyak kejahatan dan perlakuan dari sang paman yg masih belum diketahui oleh Ricky. maka dari itu Belinda dan bik Lis ingin mengungkapkan jati diri seorang paman yg disebut oleh Ricky.


Supermart itu satu-satunya peninggalan dari almarhum orangtua Ricky. namun di rampas oleh Andre karna dirinya lebih berhak daripada Ricky. dia membuat sebuah ruang tersembunyi untuk berjudi dan bermain wanita di dalamnya.


Ketika bik Lis dan Belinda keluar dari taksi, mereka melihat bnyk wanita seksi masuk ke sebuah jalan yg berada tepat di sebelah pintu masuk supermart. pengunjung tidak menduga bahwa jalan itu tempat perjudian Andre yg menikmati kesenangannya.


Sebelum mereka masuk ke jalan itu, Belinda dan bik Lis menyamar dengan memakai topi dan kacamata hitam. awalnya mereka tidak mengetahui bahwa ada tempat tersembunyi seperti itu, makanya mereka lebih awal mempersiapkan semuanya.


"Nyonya, jangan bertindak gegabah! kita harus lebih waspada terhadap orang itu," pesan bik Lis dengan berbisik perlahan.

__ADS_1


Belinda anggukkan kepala dengan cepat dan menatap serius wajah Bik Lis yg terlihat khawatir padanya.


Mereka pun masuk secara bersamaan dengan begitu beraninya.


Hawa nyengat dari bau alkohol, bau rokok, dan begitu bnyk lelaki yg ada di dalamnya. tidak lupa bik Lis memberikan masker untuk Belinda dan juga untuk dirinya sendiri. sedikit demi sedikit mereka memasuki ruang dalam itu. Belinda mengamati isi ruangan itu sungguh sangat terlihat seperti bar. wanita yg masing masing di pangku oleh lelaki membuat Belinda ingin muntah saja.


Uuek


Terdengar pelan suara mual di telinga bik Lis.


"Nyonya, apa kita keluar saja dari sini?" bisik bik Lis perlahan sambil melirik Belinda yg menutup kuat mulutnya dengan erat tampak juga wajah Belinda sedikit memerah.


"Tidak, saya akan melanjutkan dulu! saya akan tahankan," ucap Belinda bergeleng kepala namun masih menutup mulutnya.


Belinda begitu tampak berusaha untuk membuktikan pada Ricky siapa pamannya itu. dirinya tidak ingin meninggalkan sedikitpun bukti apapun dikarenakan dia mual. itu masih bisa dia hadapi dengan menarik nafas dalam supaya yg lainnya tidak mencurigai kehadirannya dan bik Lis yg berada disampingnya.


Mereka berdua mendapati sebuah meja dan kursi yg masih terlihat kosong. akhirnya bik Lis dan Belinda duduk dengan selalu memperhatikan setiap gerak gerik yg mencurigakan.


Saat Belinda celingukan dengan pantulan kaca mata hitamnya. dia melirik seorang lelaki yg dikelilingi oleh para wanita yg berpakaian sangat tidak sopan.


Ya, lelaki itu tak lain seorang paman yg disebut oleh Ricky. Belinda begitu sangat tajam menatap dari arah jauh, kepalan tangan Belinda begitu kuat ingin segera meninju wajah Andre yg membuat hatinya teramat sakit setelah mengingat bahwa Ricky tetap menerima pamannya apapun itu. Belinda tidak menduga ada seorang paman yg tengah asyik bersama para wanita sementara Ricky terbaring di rumah sakit.


"Bik, segera laksanakan rencana kita," bisik Belinda sudah tidak sabar lagi ingin keluar dari ruangan pengap itu.


Bik Lis manggut dan mengeluarkan sebuah ponsel yg sebelumnya di berikan Belinda padanya. Belinda mengajarkan cara merekam video dan mengambil kamera untuk dijadikan bukti.


Begitu Perlahannya bik Lis mengeluarkan ponsel dan berusaha mengingat langkah yg diberikan oleh Belinda. dirinya tak lupa mengamati setiap orang yg berada didekatnya. kalau saja ketahuan oleh salah satu dari mereka habislah sudah. itulah pikir bik Lis.

__ADS_1


.............


Bersambung....


__ADS_2