Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
APA YG KITA TANAM ITU YG KITA TUAI


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️


Perbincangan antara Maria dan Belinda berjalan hingga beberapa jam, mereka saling tertawa satu sama lain karena Belinda menceritakan kisah lucunya, Belinda merupakan seorang gadis periang dan mau berusaha untuk berjuang demi hidupnya. ketidakmampuan Belinda menjadikan dia sebagai sosok wanita yg kuat, kedua orang tuanya memiliki penyakit yg sangat parah hingga tidak bisa tertolong lagi dikarenakan biaya yg sangat besar, hingga dia diangkat menjadi cucu dari seorang nenek yg sangat mengasihaninya. nenek itu memiliki sebuah kebun untuk menyambung kehidupan Belinda dan juga sang nenek. namun, anak lelaki dari nenek itu tiba-tiba saja merampas semua yg dimiliki oleh nenek tersebut.


Belinda tidak bisa mencegah perbuatan dari anak lelaki itu, dia hanya bisa melindungi sang nenek yg kian merawatnya beberapa tahun, akhirnya nenek yg sudah tua renta itu stroke akibat perbuatan sang anak padanya. hingga Belinda terus merawat sang nenek bahkan dia bekerja menjadi pembantu orang hanya untuk mendapatkan sedikit uang demi perobatan sang nenek.


Tetapi tuhan berkehendak lain, sang nenek meninggalkan Belinda setahun yg lalu. dari situlah Belinda tidak memiliki tempat untuk dia berteduh dikarenakan anak yg rakus akan harta merampas begitu saja hingga Belinda diusir tidak boleh menempati rumah peninggalan sang nenek.


Sungguh tragis kisah hidup Belinda, mau bercerita tetapi tidak ada yg ingin mendengarkannya. sebagian orang yg dia sayangi malah meninggalkannya. tetapi hidup terus berjalan, tidak bisa terus berdiam diri hanya bertumpu tangan pada orang lain. semua pekerjaan telah dilakoninya, apapun itu asal dia bisa bertahan hidup. disaat dirinya bersusah payah mencari uang malah majikannya sendiri hampir melecehkan dirinya, akhirnya Belinda melarikan diri tanpa membawa gaji sepeser pun.


Sampailah pada malam itu dirinya ingin mencari pekerjaan yg lain, na'asnya Belinda dikejar oleh lelaki yg tidak ia kenal sampai mengarah pada hutan yg gelap. dari situlah pertemuan berawal antara Belinda dan Maria, tuhan memberikan perlindungan pada Belinda dikarenakan dia seorang wanita yg tangguh, pemberani, tidak pemilih dalam melakukan sesuatu asal itu pekerjaan yg halal. setiap manusia pasti akan diuji seberapa besar dia mampu untuk bertahan dikala hidup susah, dengan perbanyak sabar pasti mendapatkan hasil yg lebih baik.


HAHAHAH...


"Kau sungguh lucu bel, terus kau menendang adik kecilnya hingga lelaki itu tersungkur? hahahah," gelak tawa Maria setelah mendengarkan cerita Belinda.


"Iya nyonya, hampir saja saya dipeluk oleh lelaki bia*ab itu! untung saja saya lagi pegang sapu, saya pukul kepalanya terus menendangnya Sampai dia terjatuh," riuh Belinda menceritakan perjuangan hidupnya.


"Baiklah, sekarang kau tidak perlu takut lagi. karna sudah ada aku yg siap melindungimu bel," kata Maria membelai rambut Belinda pelan.


"Anu nyonya. suami nyonya apa tidak seperti lelaki yg saya ceritakan tadi, Maaf nyonya saya berkata begini karna saya sungguh trauma dengan lelaki," tutur Belinda merasa sungkan.


"Ahahaha. bel, kan sudah aku bilang! aku akan selalu melindungimu, kita akan menghajar lelaki yg menggangu mu," antusias Maria sambil tertawa.


"Benarkah? nyonya akan selalu ada untuk melindungi saya?" tanya Belinda menatap Maria tampak mata berbinar.


Maria manggut dengan pertnyaan dari Belinda, dia juga tidak menyangka bisa berkata seperti itu pada Belinda, bisa terbilang pertemuannya pada Belinda baru saja, namun dirinya mampu merasakan rasa kesepian yg sudah dialami oleh Belinda.


"Bel, apa kau bisa merahasiakan apa yg sudah kau ketahui dibalik keluarga ku yg sebenarnya," pungkas Maria memberi pesannya.


"Siap nyonya! saya akan menjahit mulut saya agar tidak berkata apapun pada orang lain," kata Belinda dengan sigapnya


"Hahaha, kau ada-ada saja! sekarang aku sudah mulai tenang karna kau mau menerima kebenaran dari ku bel," tutur Maria merasa bahagia.


"Hanya dengan ini saya membalas kebaikan nyonya, saya tidak akan mengkhianati nyonya! saya berjanji," ucap Belinda memberikan jari kelingkingnya.


"Baiklah, Heheh," tawa Maria sambil melekatkan kelingkingnya pada Belinda.


"Oh iya nyonya! anu, ini kamar siapa? apakah tidak ada orang disini?" tanya Belinda celingukan melihat seisi kamar.


"Ini kamar anakku bel," beber Maria pula.

__ADS_1


"Apakah anak kecil yg baru saja datang?" bertnya lagi.


"Ya, dia anakku satu-satunya. namanya Tristan,"


"Waaah. nama yg indah," riuh Belinda terlihat antusias.


"Kau juga cantik bel! sangat cantik," timpal Maria pula.


"Ah, tidak! saya dari mana cantiknya nyonya, bagaimana saya bisa dibilang cantik oleh wanita seperti nyonya," protes Belinda tidak menerima pernyataan dari Maria.


Setelah Belinda selesai berceloteh, Maria bergerak dari tempatnya sedang mencari sesuatu untuk dia gunakan.


"Anu, nyonya. apa yg nyonya lakukan?" tanya Belinda berusaha nolak perhatian Maria perlahan.


"Kau nurut saja sebentar! aku pastikan bahwa mataku memang tidak salah," pungkas Maria sambil menyisir rambut Belinda.


Secara perlahan Maria dengan begitu bahagia melakukan hal yg tidak pernah dia perbuat sebelumnya. entah mengapa rasa kedekatan itu semakin menjadi seolah Maria terlihat seperti memberikan perhatian pada adik kandungnya sendiri.


"Nah, sekarang kau perhatikan wajahmu dicermin ini," tunjuk Maria pula.


Belinda hanya terdiam melihat perlakuan yg begitu baik yg telah diberikan Maria padanya, hingga dia menatap kearah cermin memastikan wajahnya mulai dari rambut yg sudah dirapikan oleh Maria, tampak juga bulu mata yg lentik hingga kulitnya yg bersih seperti susu .


"Apa kau masih tidak yakin dengan wajahmu sendiri? kau terlihat seperti boneka yg sedang berbicara," seloroh Maria sesekali melirik Belinda.


"Karna kau gadis yg tangguh, kau tidak memikirkan kecantikan semata! yg kau lakukan hanya untuk bertahan hidup," tutur Maria memegang pipi Belinda tidak sadar air mata telah jatuh.


"Kenapa nyonya nangis? apa saya sudah mengatakan hal yg salah?" tanya Belinda ingin menyeka air mata Maria.


"Ah, tidak. aku hanya terharu dan sangat kagum dengan jalan hidupmu! ini bukan kesalahanmu," timpal Maria menyeka air matanya.


"Nyonya, apa saya boleh peluk nyonya? kalau tidak mau nyo -"


Belum sempat Belinda menyelesaikan perkataannya, disaat yg sama Maria memeluk erat tubuh Belinda hingga tidak terbendung lagi air mata yg kian membasahi wajah Maria. sekilas dia melihat perawakan dari Belinda jika semua orang yg melihat akan merasa kasihan, belinda terus bersemangat dalam menjalani hidupnya walau kejahatan terus berdatangan menghampirinya. dikatakan umur Belinda sudah beranjak 30 tahun, namun sikapnya masih seperti anak berusia 15 tahun yg kekurangan kasih sayang dari orang terdekatnya. Maria sudah bisa memahami kondisi dari sikap Belinda yg tidak sesuai dengan umurnya.


"Nyonya... jangan sedih lagi, apa nyonya mau makan kue bolu?" tanya Belinda dengan antusias.


"Kau bisa membuatnya?" balik bertnya sambil tersenyum.


"Bisa nyonya. tapi, dapurnya ada dimana?" bertnya sambil menggaruk kepala.


"Bel, apa kau mau menjadi adik ku?" tanya Maria sontak mengagetkan Belinda.

__ADS_1


"Tidak nyonya, saya tidak pantas menjadi adik dari seorang ratu seperti nyonya! saya cukup menjaga anak nyonya, tidak ingin lebih dari itu nyonya," protes Belinda menolak secara cepat.


"Kau tetap menjaga Tristan, kau jangan khawatir! aku akan tetap menggajimu! tetapi yg aku inginkan kau menjadi adik Perempuanku, apa kau tidak mau menerima permintaanku?" monolog Maria terlihat mata berkaca.


"A- anu, nyonya... saya belum bisa! maaf sekali lagi, saya hanya ingin menjadi orang yg siap melayani tuan muda disini," tutur Belinda merasa tidak enak.


Maria hanya menghembus nafas pelan krna Belinda menolak permintaannya. namun, Maria tidak mungkin marah pada Belinda, dari situlah Maria tau bahwa Belinda bukanlah wanita yg tergila pada kekayaan, dia hanya ingin kehidupan yg normal saja.


"Nyonya, kenapa melamun?" tanya belinda melambaikan tangan didepan Maria.


"Tidak, aku hanya bahagia saja! bahwa kau hadir ditengah keluargaku," seru Maria tersenyum simpul.


"Nyonya tidak marah pada saya, kan?" tanya Belinda penuh harap.


"Kenapa aku harus marah?" balik bertnya.


"Karna saya tidak mengikuti permintaan nyonya, sungguh! saya belum bisa menjadi apa yg nyonya inginkan," tutur Belinda tertunduk segan.


"Tidak apa, aku mengerti maksud dari perkataanmu," ujar Maria menepuk pundak Belinda.


"Sungguh! terimakasih nyonya," riuh Belinda pula sambil tersenyum.


Maria pun manggut membalas senyuman Belinda padanya.


"Ohiya, dapurnya dimana nyonya?" tanya belinda lagi.


"Dapurnya ada di bawah, kau bisa ikut denganku," jawab Maria bangkit dari duduknya.


Akhirnya Belinda ikut bangkit serta mengiringi langkah Maria tepat dibelakangnya. disetiap perjalanan menuju dapur, Belinda tidak terlepas dari keriuhan hingga terpelongo melihat isi didalam rumah yg dia datangi adalah sebuah istana yg sangat megah.


...................


Bersambung....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 🤭☺️


...👇...


...TETAP STAY TUNED...


...👇...

__ADS_1


...TINGGALKAN KRITIK DAN SARAN DIKOLOM KOMENTAR INI 🤗 AGAR MAMAK TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA ❤️ saranghae ❤️...


__ADS_2