
...☘️☘️☘️...
Semenjak kepulangan Ricky dari gudang tua itu membuatnya serba salah karena tidak tahu harus melakukan apa, tidak mungkin dia mengorbankan Belinda untuk menyelamatkan nyawa Haikal.
Setelah Haikal sadar dari pingsannya ia melihat Ricky dan Fidya duduk di depannya dengan melontarkan senyum kecil.
Sebelum kesadaran Haikal di saat itu Ricky sudah membuat perjanjian pada Ambar untuk tidak menganggu Belinda yang sebentar lagi akan melahirkan tentu saja Ricky tak ingin terjadi apapun pada Belinda makanya dia menceritakan pada Haikal dengan perlahan supaya Haikal mau melakukan semua perjanjian yang telah dia sepakati oleh Ambar juga Axel.
Perjanjian itu adalah ketika Belinda melahirkan nyawa Belinda harus di serahkan pada Axel setelahnya.
Pada awalnya Ricky tidak menyetujui permintaan dari Axel yang terdengar sangat gila namun dia juga tak ingin kalau sampai Axel mengganggu persalinan Belinda nantinya makanya dia mau tidak mau mengiyakan serta menyetujui hal yang tak masuk akal itu.
Sementara Maria juga Erlando masih sibuk dengan urusan Tristan yang sudah mulai aktif dalam sekolahnya makanya mereka belum sempat untuk mengunjungi Belinda apalagi mereka juga tidak mengetahui kalau Belinda sekarang berada di negara New York.
.
.
.
Satu bulan kemudian di mana proses kelahiran Belinda akan berlangsung.
Belinda sudah masuk proses hitungan hari untuk segera melahirkan tetapi Haikal tak kunjung datang menemuinya membuat Belinda jadi kepikiran ada apa dengan suaminya itu.
Prangg
Jatuhan piring terdengar sangat keras hingga berhamburan di lantai membuat bik Ina langsung beranjak dari tempatnya dengan berlari ke arah dapur.
"Nyonya kenapa? astaga nyonya apa anda ada yang terluka?" tanya bik Ina riuhnya setelah melihat Belinda terduduk dengan memegang perutnya yang besar itu.
__ADS_1
"Perut saya sakit sekali bik, aaahh... Perut saya rasanya sangat sakit," rintihan sakit Belinda pula sambil membuang nafas berulang kali.
"Sabar nyonya mari saya bantu nyonya berdiri, ayo nyonya pegang tangan saya erat," pinta bik Ina pula berusaha membawa Belinda duduk di sebuah kursi sofa panjang sehingga kakinya bisa di selonjorkan. "Nyonya tunggu di sini saya akan panggilkan ambulans tuk membawa nyonya ke rumah sakit," lanjutnya lagi terdengar panik dan setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Belinda yang tampak mengatur nafasnya karena menahan sakit di perutnya itu.
"Cepat bik, perut saya sakit sekali," teriakan Belinda pecah ketika itu.
Kemudian bik Ina menghubungi pihak rumah sakit terdekat dari rumah mereka supaya bisa lebih cepat sampai menuju rumah sakit.
WIUU WIUU
Beberapa saat setelah bik Ina menghubungi pihak rumah sakit akhirnya ambulans datang dengan membawa beberapa orang perawat tuk menemani Belinda yang sedang menahan sakit di perutnya itu, perawat berusaha menenangkan Belinda dengan membantunya mengatur nafas supaya lebih rileks selama dalam perjalan.
Sebelum ambulans datang ternyata bik Lis dan Ricky sampai ke new york atas suruhan Haikal tuk menemani proses persalinan Belinda karena dirinya sudah di dalam genggaman Ambar yang juga sedang mengandung anaknya, padahal anak itu bukan lah darah dagingnya melainkan anak dari Fardo mantan suami Ambar akan tetapi tes DNA belum bisa di lakukan kalau Ambar masih hamil mungkin tes bisa di lakukan setelah Ambar melahirkan, itulah fikir Haikal apalagi Ricky masih belum mempercayai kalau itu benar anak dari Haikal.
Rumah sakit besar ERO HOSPITAL.
RUANG UGD.
Beberapa orang perawat sibuk memasang alat di tangan Belinda dengan memberikan infus supaya Belinda tidak kehilangan tenaga.
Awalnya dokter menyarankan untuk operasi saja akan tetapi Belinda menolak karena dia masih sanggup jika harus melahirkan secara normal, itulah pintanya padahal dokter sudah melihat kondisi Belinda sudah terlalu banyak mengeluarkan cairan ketuban dari perutnya di tambah lagi anak di dalam perutnya juga melintang setelah di lakukan pemeriksaan terakhir.
Akhirnya dokter memberi sebuah berkas untuk di tanda tangani oleh pihak keluarganya supaya melakukan operasi sebelum nyawa sang anak hilang saat di dalam perut karena kekeringan.
Tanpa fikir panjang bik Lis, bik Ina, serta Ricky menyetujui apapun yang terbaik untuk Belinda makanya bik Lis langsung menandatangani surat persetujuan supaya bisa di lakukan proses operasi lebih cepat.
Beberapa jam kemudian.
Lahirlah seorang anak begitu cantik tampak putih seperti susu seakan dokter tak menduga bisa memegang seorang bayi yang terlihat seperti keluar dari perut seorang ratu begitu cantik bersinar membuat para perawat yang membantu dokter saat proses operasi merasa sangat ingin menggendongnya.
__ADS_1
Akan tetapi setelah proses operasi Belinda tidak sadarkan diri setelahnya ia di pindahkan ke ruangan lain untuk di lakukan proses pemulihan sementara sang anak di letakkan dalam sebuah tabung seusai di bersihkan dan membalut sang bayi memakai kain beldu yang sudah kian tersedia dari rumah sakit namun sangat di sayangkan sekali Belinda belum bisa melihat anaknya yang begitu dalam keadaan sehat.
KLAAK
Pintu ruang operasi pun terbuka lebar tampak pula dokter serta perawat masih mengenakan baju dinas mereka keluar dari ruangan tersebut begitu pula perawat lainnya terlihat sedang membawa Belinda untuk memindahkan Belinda ke perawatan lebih intensif lagi.
"Selamat ya pak, bu proses operasi berjalan lancar bayinya juga sehat dan berkelamin perempuan," sapa dari seorang dokter wanita ketika dia membuka maskernya.
"Terimakasih Tuhan, terimakasih dok atas kerja kerasnya membantu proses lahiran nyonya kami," riuh bik Lis tampak begitu bahagianya setelah mendengar kabar baik dari dokter tadi tak hentinya dia mengucap syukur karena Belinda bisa melewati rasa sakitnya.
"Sama-sama bu ini juga sudah menjadi bagian tugas kami, dan saya hanya ingin sampaikan kalau pasien sedang dalam keadaan tidak sadar setelah bayinya keluar tetapi jangan panik dulu karena saya akan terus memeriksa keadaan pasien," ungkapnya pula terdengar menjabarkan serta memberi ketenangan supaya mereka tidak cemas atas apa yang ia sampaikan.
"Lakukan apapun yang terbaik untuk nyonya saya dok," pinta bik Lis terdengar memohon pada dokter itu tampak pula rasa khawatir tersorot di matanya.
"Baiklah, jangan cemas kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien, mari saya tinggal dulu," turut dokter itu pula dengan ramah dan beranjak pergi dari hadapan mereka.
Mereka pun membalas sopan setelah dokter itu berlalu pergi.
Berdasarkan informasi yang di terima oleh Ricky tak lupa ia langsung menghubungi Haikal melalui ponsel pintar miliknya.
Beberapa saat kemudian seusai perbincangan Ricky dan Haikal terdengar jelas Haikal menangis campur bahagia mendengar proses lahiran sang istri berjalan lancar akan tetapi sangat sedih bagi dirinya karena tidak berada di samping Belinda dan melihat langsung anaknya yang baru saja lahir, air mata terus keluar membasahi wajahnya itu sehingga tak mampu ia tahankan.
Ambar sekarang tinggal dengan Haikal di rumahnya karena alasan Ambar tidak mungkin dia membesarkan perutnya seorang diri tanpa adanya suami.
Pernikahan mereka akan di langsungkan setelah Belinda pulang ke London dan bersamaan Belinda akan di serahkan pada Axel sesuai janji yang mereka sepakati sebelumnya.
Betapa hancurnya Haikal yang tidak tahu harus melakukan apalagi karena dia belum memilki ide apapun di tambah pula teman baiknya sedang sibuk bahkan saling sapa lewat ponsel saja tidak makanya Haikal tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan nyawa Belinda.
..........
__ADS_1