
☘️☘️☘️☘️
Peristiwa sebelum Belinda dan Haikal menghampiri rumah bik Lis.
BRAK
Tendangan pintu yg terdengar kuat membuat bik Lis terhentak ketika itu, dirinya sedang memasak di dapur sehingga terkejut saat melihat pintu rumahnya sudah terbuka lebar.
"Hei kau! wanita mura*an! beri aku uang yg lebih banyak lagi!!" hardiknya dengan mengayunkan sebelah tangan tampak juga siap meneguk minuman botol yg dia bawa.
"Ardi, kenapa kau selalu seperti ini? tidakkah kau merasa malu meminta kepadaku yg sudah berjuang mencari uang sendiri?!" bentak bik Lis merasa kesal sejak itu.
"Hahaha, kau sudah berani sekarang menentangku ha?!" serangnya dengan menjambak rambut bik Lis dengan kuat.
"Ukh! hentikan Ardi, kau belum puas juga menyakiti aku!!" desis sakit bik Lis terlihat menahan air mata agar tidak menetes.
Dahulunya lelaki bernama Ardi itu tidaklah begitu, dia merupakan lelaki yg baik,ramah, juga bertanggung jawab. namun, semenjak dia kehilangan pekerjaan tetapnya akibat di pecat karna suatu kesalahan yg dia buat makanya dia tidak ingin bekerja lagi sehingga rasa malas muncul di dalam dirinya.
Setelah pernikahan Ardi dengan bik Lis mereka sempat merasakan bahagia apalagi dikaruniai anak perempuan yg begitu cantik, tetapi semenjak Ardi kehilangan semua pendapatannya makanya dia menjadi orang yg bringas, ditambah lagi bergaul dengan teman yg suka berjudi, dan mabukan akhirnya kegiatan itu dia lakukan hampir setiap hari.
Hari di mana bik Lis sedang bekerja menjadi seorang kasir, biasanya sang anak yg baru beranjak 6 tahun itu dia bawa ke tempat kerjanya. tetapi sang anak malah tertidur pulas di kamar sehingga bik Lis tidak tega untuk membangunkannya.
Na'as setelah bik Lis kembali dia melihat anaknya sudah terkulai di bawah lantai tidak sadarkan diri, lalu bik Lis membawa anaknya kerumah sakit tempat dia bekerja, dan dia diberitahu hasil autopsi dari pihak rumah sakit bahwa anaknya sudah di perkosa dan dibunuh saat itu juga. namun tidak ada luka dalam ataupun luar.
Sejak itu Lis sering menyalahkan dirinya sendiri karna tidak mengetahui siapa yg sudah melakukan semua itu. dia berjanji akan membunuh orang yg sudah menyakiti anaknya. hari yg dia lalui hanya merasakan salah di dalam diri. ibu mana yg sanggup menerima anaknya sudah di lecehkan.
Hingga saat dia bertemu dengan Haikal pun dirinya belum juga tau siapa orang yg tega berbuat keji pada anaknya.
"Kau mau mati di tanganku!! ha?! sudah berani kau membentakku!!" dengusnya tetap menjambak rambut bik Lis.
"Ampun Ardi... rambutku sakit," erang bik Lis tetapi tidak di dengarkan.
"Akan ku beri kau pelajaran!! krna kau sudah berani teriak di telingaku!! aku tidak butuh uang lagi, akan ku buat kau ma*pus di tanganku sendiri," teriaknya sambil membawa rambut bik Lis ke arah dapur.
__ADS_1
Erangan bik Lis terdengar merintih kesakitan. para tetangga sudah biasa mendengar hal itu, mereka tidak ingin ikut campur masalah rumah tangga oranglain. tetapi Fey teman dari bik Lis pernah mengatakan untuk pergi dari rumah itu dan meninggalkan semuanya, tetapi bik Lis tidak mau pergi sebelum menemukan orang yg sudah membuat anaknya meninggal.
Dia tetap berada di rumah itu dengan rasa bersalahnya, makanya dia tetap menerima perlakuan suaminya terhadap dirinya.
Air mendidih yg bik Lis masak disiram oleh Ardi sang suami, bahkan tempat untuk memasak air itu dia lengketkan ke punggung bik Lis. rintihan sakit itu dia rasakan hingga berderai air matanya tidak tahan lagi, sungguh kejam perlakuan sang suami terhadapnya.
Erangan itu dia rasakan tetapi suaminya malah tertawa melihat kepedihan yg telah di lakukannya pada bik Lis.
"Hahaha, itu akibat karna kau berani membentakku!! pergi kau!!" tendangnya pula hingga bik Lis terjungkal ke luar yg tepat di bawah kaki Haikal.
Saat lelaki itu menendang bik Lis, semua orang pada keluar melihat tanpa membantu sedikitpun karna tidak ingin bermasalah dengan sang suami yg kejam itu. ketika dirinya melihat botol minuman telah kosong kerontang dia mengorak-arik semua barang-barang bik Lis untuk mencari uang yg dia butuhkan. krna dirinya tidak menemukan uang itu, akhirnya dia menjerit meminta uang kembali setelah selesai menyiksa bik Lis.
"Dasar breng*ek!! dimana wanita itu meletakkan uangnya!!" dengusnya tampak marah hingga teriak dengan keras.
Disitulah Haikal menyaksikan bahwa bik Lis di tendang dari rumahnya sendiri hingga terpental tepat di kakinya.
Kejadian itu di ceritakan oleh bik Lis pada Maria juga Belinda. tampak mata merah karna menahan air mata yg hampir jatuh.
Belinda tanpa sadar memeluk tubuh bik Lis seketika tetapi dirinya juga masih ingat kalau bik Lis baru siap di obati, makanya dia perlahan memeluk bik Lis tidak ingin membuat bik Lis merasakan sakit.
"Nyonya. dia adalah suami saya, tidak mungkin saya membunuhnya. mungkin saja seiring berjalan waktu dia akan berubah," protes bik Lis tampak tidak terima karna Maria merutuki suaminya.
"Lis! itu bukanlah seorang suami. kalau suami tidak akan tega melakukan semua itu terhadap istrinya!!" kata Maria terdengar keras.
"Yg nyonya katakan benar, tapi bagaimana pun dia tetap suami saya nyonya," masih protes dengan lontaran Maria.
"Bik, saya ingin bibik tidak berhubungan dengan dia lagi," bujuk Belinda pula.
"Apa yg di katakan Belinda itu benar! kau tidak pantas untuknya! kau orang baik Lis, aku tidak terima wanita diperlakukan semena-mena begitu!" seru Maria sangat jengkel mengingat cerita bik Lis sebelumnya.
"Apa aku bisa bertemu dengannya?" tanya Maria pula serius.
"Nyonya, lelaki itu sudah di tahan polisi," beber Belinda saat dirinya berada di tempat kejadian.
__ADS_1
"Ada yg ingin aku pertanyakan padanya! karna ada yg mengganjal di hatiku," lontar Maria dengan membalikkan badan sedang berfikir kejadian dari pembunuhan anak bik Lis.
"Nyonya ingin bertanya apa? nyonya jangan membuat masalah padanya, karna dia orang yg sangat kejam," sergah bik Lis sejenak berdiri merasa takut Maria celaka.
"Kau tidak perlu takut! karna aku bukan wanita yg lemah!!" balas Maria tampak menggenggam tangannya.
"Oh ya nyonya! Leli menulis surat ini pada saya, nyonya juga harus tau masalah Leli sebenarnya," sela Belinda mengalihkan topik pembicaraan supaya Maria tidak menakuti bik Lis.
Belinda pun menyerahkan secarik kertas yg sudah kian di bacanya. dan Maria meraih kertas itu sekaligus perlahan membaca isi surat dari Leli.
Sungguh Maria terkejut mengetahui bahwa Leli lah yg sudah bekerjasama dengan Axel untuk mengelabui para vampir lain. Maria kini berfikir untuk bertindak lebih lanjut lagi.
"Kau tunggu di sini bel, aku ada urusan dengan suamiku," pesan Maria langsung bergegas keluar dari ruangan itu.
Belinda dan bik Lis kembali berbincang setelah Maria pergi dari hadapan mereka.
"Er, di sini kalian rupanya! Tatan dimana?" tanya Maria celingukan.
"Dia sudah kekenyangan, akhirnya tidur setelah selesai bermain," jawab Erlando tampak bingung dengan wajah istrinya.
"Kenapa Maria? ada yg mengganggu pikiran mu?" sambung Erlando mengamati ekpresi Maria.
"Kal, apa kau tau masalah Leli?" malah bertnya pada Haikal tidak menjawab sang suami.
Erlando juga bingung sendiri, akhirnya dia mendengar penjelasan dari Haikal setelah Maria bertanya.
"Berarti kita harus pergi dari kota ini secepatnya," lontar Erlando pula saat mengetahui penjelasan dari Haikal.
"Ya, kau benar Er! tapi sebelum itu ada hal penting yg harus aku lakukan, kal... besok antar aku ke penjara tempat suami bik Lis yg kalian bawa pulang itu," pinta Maria tampak serius.
"Suami? apakah lelaki yg melempar bik Lis keluar itu suaminya sendiri?" tanya Haikal pula tidak menduga.
"Ya, Lis sempat cerita padaku juga Belinda. sungguh tragis kisahnya kal," turut Maria pula tampak merasa sedih.
__ADS_1
................