
☘️☘️☘️☘️
Dahulunya Ibu Belinda dan Ibu Maria sudah berteman sejak lama, perkenalan diantara mereka juga bisa dibilang kebetulan tanpa suatu perencanaan.
Pada suatu ketika disebuah hutan yg begitu sunyi dan mencekam, terjadi peristiwa tidak terduga dari seorang gadis bernama Belinda dikejar oleh seorang klan vampir yg begitu haus akan darah.
Tap Tap Tap
AHAHAHAH
"Kau tak akan bisa lari dariku! percuma saja!!" teriak klan itu pada sang gadis.
Gadis itu tidak mendengarkan suara hentakan kaki klan vampir yg telah mengejar dirinya, dia juga tidak tahu kenapa pengejaran itu berangsur lama padahal sang gadis tidak memiliki harta benda yg layak untuk diambil. disaat itu ia tidak sadar bahwa dirinya sudah dikejar oleh bangsa vampir, dirinya hanya mengira akan dirampok atau semacamnya.
"Mau lari kemana lagi kau?!" teriak klan itu terus mengejar sang gadis.
"Dia apa gak capek mengejarku dari tadi?" gumam sang gadis pada dirinya.
Nafas yg sudah teramat sesak tidak beraturan lagi seakan dia rasakan, namun dirinya masih terus berlari berusaha agar tidak tertangkap oleh lelaki yg terus mengejarnya tanpa henti.
"Aku harus bersembunyi, kalau tidak! aku akan tertangkap olehnya," gumam sang gadis menyeka keringat.
Terlihatlah sebuah pohon besar dengan banyaknya rimbun yg sangat lebat tampak menutupi area sekitarnya, sehingga bisa menjadi tempat persembunyian bagi siapapun yg nyawanya sedang terancam.
HAHAHA
"Apa kau mau terus bermain denganku?!" teriaknya memekik tertawa terbahak.
Tentu saja sang gadis ketakutan dikarenakan lelaki itu masih terus mengejarnya dari belakang. tanpa berfikir panjang lagi, sang gadis mempercepat larinya agar dirinya bisa bersembunyi untuk sementara waktu.
KaaKaaKaa
Pada pertengahan jalan sang gadis melihat dari kejauhan ada burung gagak yg bertengker di rimbunan pohon besar terlihat beberapa ekor dengan suaranya yg terdengar sangat jelas.
Sang gadis tidak punya pilihan lain, sebenarnya dia juga sedikit takut dengan burung gagak apalagi burung hantu baginya itu hewan yg teramat menyeramkan. tapi, dikarenakan kondisi yg sangat mendesak dia terus berlari menutup matanya agar tidak merasakan ketakutan lebih lama lagi.
Saat dirinya masuk kedalam rimbunan itu, dia melihat setumpuk tengkorak sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. sang gadis tidak mungkin menjerit, apalagi keluar dari rimbunan itu. sudah pasti dirinya akan tertangkap oleh lelaki yg berusaha untuk menyakitinya, dia mencoba untuk bertahan dengan menutup mulutnya secara kuat agar tidak mengeluarkan suara rintihan air mata yg telah dia keluarkan. sungguh dirinya tidak sanggup untuk berlama-lama di pohon rimbun yg terlihat seperti goa dengan suasana yg mencekam ditambah lagi suara burung gagak tepat berada sangat dekat dengan dirinya.
"Jangan bermain lagi denganku! cepat keluarlah!" teriaknya sambil mengendus mencari jejak gadis yg dicarinya.
Krak
Suara pijakan ranting pohon membuat lelaki itu mengarah pada rimbunan pohon besar tempat persembunyian sang gadis yg di carinya.
"Duh, kenapa ada ranting pohon disini?!" gumam sang gadis berpindah tempat agar dirinya tidak ketahuan.
Lelaki itu masuk kedalam rimbunan pohon dengan terus mengamati secara teliti sosok gadis yg sedari tadi sudah membuatnya sedikit jengkel.
"Aku tau kau disini, keluarlah! aku tidak akan menyakitimu," seru sang lelaki melangkah perlahan untuk mencari gadis itu.
Sesekali sang gadis mengintip ingin memastikan bahwa dirinya tidak ketahuan, nafas dia tahan, keringat bercucuran sangking takutnya melihat aura jahat dari lelaki itu. sang gadis menutup matanya agar merasa lebih tenang, dirinya akan berusaha sekuat mungkin untuk terlepas dari kegilaan lelaki yg terus mengikutinya hingga kini. dia juga tidak mengerti apa yg diinginkan oleh lelaki itu padanya.
"Gadis kecil, kau akan terus bermain denganku?!" ucapnya melangkah menelusuri setiap sudut didalam rimbunan pohon.
Dag,Dig,Dug
__ADS_1
Suara debaran jantung yg sangat kencang dari sang gadis di saat dia ingin menyelamatkan dirinya membuat keringat bercucuran terus membasahi wajahnya. ia terus memanjatkan do'a agar ada seseorang yg akan menolongnya jika nanti tertangkap oleh penjahat itu.
Kalau aku tidak pergi dari sini, mungkin saja aku tidak akan selamat lagi. batin sang gadis sesekali mengamati pergerakan lelaki itu.
Disaat dirinya ingin melangkah pergi tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh suara burung gagak tepat diatas pundaknya tanpa dia sadari burung itu sudah sangat dekat dengan dirinya.
KaaKaaKaa
AAAAAAAAAA
Spontan sang gadis menjerit hingga terjatuh dari tempat persembunyiannya, dia juga tidak bisa mengendalikan rasa takutnya dikarenakan burung itu sudah ada dipundaknya membuat dirinya menggeliat ketakutan.
"Ternyata dugaanku benar! kau ada disini. hahaha," merasa puas krna sudah berhasil menemukan apa yg dicarinya.
Klan itu melangkah untuk mendekati sang gadis, namun sedikit demi sedikit gadis itu bergerak mundur krna sudah ketahuan oleh lelaki yg ingin berbuat jahat padanya.
"Kau, jangan takut padaku! aku akan lembut padamu. kau nikmati saja!" katanya sambil mendekap dagu sang gadis dengan kuat.
"Cuih, Apa mau mu?!" erang sang gadis meludahi seketika wajah lelaki itu.
PLAK
UKHH
"Berani sekali kau lakukan itu padaku! apa kau tidak takut mati?!" sergahnya dengan menjambak rambut sang gadis.
"Ssss," ******* rasa sakit yg teramat dirasakan oleh si gadis seakan perih menyelimuti wajahnya.
"Aku bisa berbuat lebih dari ini, apa kau tidak takut?!" berbisik ditelinga sang gadis dengan menekankan rahang pipi gadis itu.
"AHAHAHAH... aku tidak butuh hartamu! aku cuma ingin Da Rah mu. apa kau paham?!" dengusnya menyeringai.
Darah? apa maksud lelaki biad*b ini? batin sang gadis menatap tajam lelaki itu.
"Bersiaplah sayang!" bisiknya pula melengketkan taringnya ke leher sang gadis.
KYAAA...TOLONG....
"Percuma kau menjerit! tidak akan ada yg menolongmu. sudah aku katakan, kau hanya perlu menikmatinya! tidak usah menjerit membuang energimu saja," ucapnya dengan mengelus rambut gadis itu.
Air mata terus mengalir diwajah sang gadis, seolah rasa takut menghantuinya. dirinya juga berfikir tidak akan ada orang yg mendengarkan rintih jeritan darinya, sedangkan ia berada didalam hutan yg sangat gelap. jangankan orang yg lewat rumah disekitar hutan saja tidak dia temukan.
Gadis itu hanya pasrah karna sudah tidak bisa berkutik lagi seakan tubuhnya ditahan oleh lelaki yg ingin mencoba untuk berbuat hal nekat padanya. didalam hatinya sambil memejamkan mata tiada henti menyebut nama Tuhan agar pertolongan segera datang untuk menyelamatkannya.
Taring yg sangat tajam keluar dari mulut vampir itu seakan bersiap untuk menghisap darah sang gadis sudah sedari tadi dia tahan seolah dalam sekejap dia akan menghabiskan nyawa gadis itu.
BUGH
AAARRGGHHH
"Berani sekali kau masuk ke wilayah kami?!" ucap seorang wanita setelah menendang tubuh lelaki itu.
"Maria, kau jngan gegabah! dia sangat berbahaya," ucap seorang lelaki bernama Erlando.
"Kalian?!" hardiknya seolah merasa takut.
__ADS_1
"Ya. ini kami, apa kau takut Vero?" tanya Maria mendekati vampir itu.
Sejak Beratus abad seiring berkembangnya zaman, klan vampir sudah terbagi menjadi beberapa bagian. namun, masih saja ada sebagian vampir yg haus akan darah manusia. termasuk klan Vero menjadi target dari Maria maupun Erlando sang suami. mereka terus mencari keberadaan klan itu agar dapat dimusnahkan supaya tidak membuat para manusia takut akan kehadiran kaum vampir yg sudah bisa lepas dari hausnya darah. Maria dan Erlando adalah kaum vampir yg paling tinggi derajatnya, istilah kata raja dari segala kaum vampir. mereka juga berwewenang untuk menghancurkan siapa saja yg tidak mengikuti perintah ataupun titah mereka, tetapi tidak untuk klan Vero yg dicap bebal sama sekali tidak mengikuti aturan dari atasannya, mereka senantiasa mencari keberadaan manusia yg acap kali menghisap hingga habis darah itu sehingga membuat Maria dan sang suami sedikit merasa kesal akibat perbuatan mereka.
"Aku tidak ada urusan dengan kalian?!" bentaknya pula pada kedua pasangan itu.
"Er, kau sembunyikan dulu gadis itu. aku akan membuatnya lengah, jangan lupa kau kembali lagi. segera kita musnahkan vampir gila ini," bisik Maria ke telinga sang suami.
Erlando hanya manggut mengikuti perintah istrinya, dia pun bergegas mendekati gadis yg sudah sangat ketakutan itu.
"Kau, jangan menyentuh gadis itu! dia milikku!!" hardiknya dengan geram.
PROK PROK
Tepukan tangan dari Maria seakan bergeleng kepala melihat reaksi Vero yg sangat berani berkata seperti itu dihadapannya.
JANGAN....
Jeritan sang gadis saat dipegang oleh Erlando untuk menolongnya.
"Gadis, siapa nama mu?" tanya Erlando pula.
"Agh,"
Sang gadis hanya terdiam saat dia membuka matanya perlahan, disaat itu dia melihat seorang lelaki sangat tampan tepat didepannya sedang berbicara seolah ketakutan itu hilang dalam dirinya.
"Be - Belinda," ucapnya gugup.
"Kau jangan takut, aku akan menolongmu! kau sudah aman," katanya lagi meyakinkan.
"Apa tuan tidak berbohong? apa saya memang sudah selamat?" balik bertnya tampak air mata berlinang.
Erlando hanya manggut dan mencoba untuk mendirikan Belinda dari tempatnya.
"Kau tunggu saja disini, jangan kemana-mana," titah Erlando memberikan tempat aman untuk Belinda.
"Tuan, saya takut," ucap Belinda menahan lengan Erlando.
"Kau tenang saja! tidak akan ada yg berani menyakiti mu lagi," balas Erlando perlahan melepaskan tangan Belinda.
Disaat Erlando berlalu pergi, Belinda melihat dari kejauhan dengan mengintip seolah penasaran ada seseorang yg tau keberadaannya didalam hutan luas sangat menakutkan itu.
Makasih tuhan... engkau selalu bersamaku, hingga saat ini engkau juga yg telah menitipkan pertolongan itu untukku. batin sang gadis merasa lega acap kali tersenyum bahagia melihat ke atas langit.
....................
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😚🤭
...👇...
...TETAP STAY TUNED...
...❤️ saranghae dari mamak ❤️🥺...
__ADS_1