Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
PERBUATAN KEJI


__ADS_3

☘️☘️☘️


Seminggu telah berlalu ketika Ricky masuk kedalam kantor Haikal memulai rutinitas untuk menjadi seorang karyawan. bahkan Rasel sempat tidak menduga bahwa Ricky di sandingkan bersamanya saat sedang memantau seluruh data yg diserahkan oleh para karyawan.


Sejak Ricky masuk dikantor Haikal semuanya menjadi stabil dan terkendali. tetapi nasib Fidya kini masih ada ditangan Ricky, karena Fidya tetap membungkam mulutnya untuk berkata yg sebenarnya siapa dalang dibalik kejahatannya.


Tetapi bagi Ricky itu bukanlah hal yg sulit membuat Fidya mengeluarkan suaranya. pandainya Ricky saat membawa Fidya pergi dari rumahnya ia membuat secarik surat untuk pembantu dan satpam Fidya supaya mereka tidak mencari keberadaannya. didalam surat itu dia tulis beralasan dengan menenangkan diri ke rumah saudara. yg tentunya itu bisa mengelabui orang yg ada didalam rumah Fidya. begitulah pengakuan Ricky saat bercerita panjang lebar pada Belinda juga Haikal waktu ia berkunjung kerumah mereka.


.


.


...^^^...


Pagi hari.


Hembusan angin yg memasuki kamar jendela Ricky membuat mata Fidya bergerak dan ia membukanya perlahan. sungguh menyedihkan penampilan Fidya saat ini yg terlihat seperti tak berdaya. karna ia sama sekali tak ingin memakan apapun yg diberikan oleh Ricky. malah Ricky hanya bisa memaksa Fidya menelan vitamin supaya perutnya tidak kosong. jika Ricky mau, mungkin saja nyawa Fidya saat ini sudah tidak ada lagi. tetapi bagi Ricky perbuatan kotor semacam itu bukanlah dirinya.


Tap Tap


Ricky berjalan memasuki kamar yg sudah ditatap oleh Fidya sedari jauh. Ricky hanya memungut ponsel Fidya yg terletak diatas meja kamarnya.


Ddrrtt


Sebuah pesan masuk yg membuat Ricky tersenyum lebar. kini ia bisa menjalankan aksinya kembali untuk memancing orang yg ada dibalik Fidya.


Mata yg penuh kemarahan itu terus menatap Ricky yg tersenyum seakan tak menoleh pada Fidya. dengan kondisi mulut yg masih tersumpel,tangan dan kaki masih terus di ikat membuat Fidya frustasi tidak bisa melakukan apapun.


Sesaat Ricky meletakkan ponsel itu kembali, ia berjalan mendekati Fidya yg seolah sudah tau bahwa Fidya kian menatapnya dengan penuh kebencian.


Pats


Kain itu ia buka dari mulut Fidya.

__ADS_1


"Apa kau tau nona Fidya? kalau orang yg ada dibelakang mu itu akan menemui mu sekarang," lontar Ricky dengan santainya.


Tanpa berkata apapun, Fidya menatap Ricky layaknya pisau yg baru saja diasah begitu tajam tampak ingin membunuh.


"Ada apa? kau melihatku seakan terpesona! apa aku tampan hari ini?" celoteh Ricky yg masih duduk diatas kasur empuknya dengan mengangkat sebelah kakinya.


Kini Ricky sedang memakai jas berwarna coklat muda hingga kemeja hitam didalamnya, serta atribut yg lengkap membuat Ricky terlihat perfect.


"Aku tau, apa yg kau pikirkan! apa kau tau nona? sekarang aku sudah masuk kedalam kantor tuan Haikal. membereskan semua kericuhan yg kau buat!!" imbuh Ricky sembari menunjuk ke arah Fidya yg masih melototinya.


Tetapi, tetap saja Fidya masih terdiam malah ia membuang wajahnya seakan tidak sudi mendengar omongan Ricky.


"Huh, apa kau tau! kehancuran tuan mu itu akan segera datang," cetus Fidya nada mengejek.


"Ya... kita lihat saja nanti, siapa yg akan kalah dalam pertarungan ini," ucap Ricky penuh penekanan.


Ricky berdiri dari duduknya ingin mengambil vitamin supaya Fidya bertahan hidup. ia tampak melenggang meraih sebuah gelas berisi air dan kian membuka vitamin itu dari bungkusnya. dia berbalik mendekati Fidya kembali dengan membawa gelas serta vitamin tadi.


"Buka mulutmu!" perintahnya pula.


"Apakah kau mau setiap harinya aku paksa? dan aku tidak mengulang perkataan ku untuk kedua kalinya," tegasnya kembali.


"Buka!"


"Tidak akan!!"


Akhirnya tanpa banyak bicara lagi, Ricky membuka mulut Fidya dengan secara paksa supaya vitamin itu masuk kedalam mulutnya. memang sedikit ada perlawanan, tetapi tidak sulit bagi Ricky krna kekuatan seorang lelaki berbeda jauh dari wanita.


"Sampai berapa lama kau mengurungku begini?! ha?!!" geram Fidya tak mampu melawan Ricky hingga menelan vitamin yg masuk kedalam mulutnya.


"Sampai bos mu itu muncul di hadapanku," ucapnya lagi berbalik melenggang ke arah pintu kamar.


"Ambarita Januarta! apa kau tau, wanita itu yg harusnya kau kurung!! bukan aku," teriak Fidya hingga meronta bergerak dari kursinya.

__ADS_1


Prok Prok


Tepukan tangan Ricky membuat Fidya terdiam, ia tidak tau kenapa Ricky merasa senang saat dia menyebut nama wanita itu.


"Aku sudah tau, wanita itu siapa!" santainya Ricky berucap begitu membuat Fidya membelalakkan matanya.


"Apa maksud perkataan mu?!" kebingungan Fidya membuat Ricky mulai berjalan kearahnya.


"Dia mantan dari tuan Haikal?! benar begitu?!" imbuh Ricky membungkuk dihadapan Fidya.


"Sekarang aku ingin bertanya! seberapa kejinya wanita itu! aku harap kau berkata yg sebenarnya," ucap Ricky kembali berdiri melipat kedua tangan didada.


Fidya tertunduk tidak menatap Ricky yg sedang berbicara padanya.


"Sungguh kejam, dia wanita yg tidak punya perasaan sama sekali. kalau kau ingin nyonya mu selamat! kau harus membawanya lebih jauh lagi," ungkap Fidya masih terus tunduk tampak memutarkan bola matanya.


"Aku tau! kau wanita yg baik nona, bagaimana kalau kita bekerjasama untuk menjebak wanita itu dan bos mu," cakap Ricky memegang dagu Fidya supaya dirinya menatap mata Ricky.


"Aku tak bisa melakukan apapun lagi, sudah aku katakan! bawa nyonya mu pergi dari kota ini," lontaran Fidya membuat alis Ricky bertautan.


"Kau masih ingin membantu kejahatan mereka?" tanya Ricky sambil melepas dagu Fidya dan membelakanginya terlihat melirik dari samping.


"Aku melakukan ini hanya demi keuntungan ku sendiri, tidak ada niat untuk mencelakai nyonya ataupun tuan mu, aku sudah mengatakan tidak ada yg bisa aku lakukan setelah ini," beber Fidya terlihat bernada rendah saat didengar oleh Ricky.


"Dan video yg ada di hotel itu juga perbuatan wanita itu, ia menyuruhku untuk memasukkan obat perang*ang kedalam minuman tuan mu! bayaran itu terlalu besar, hingga aku tertarik," perjelasnya lagi membuat kepalan tangan Ricky semakin kuat.


"Sekarang kau harus mengikuti aturanku! jika kau ingin selamat, sampai terbebas dari jeratan hukum! apa kau setuju?" tanya Ricky yg masih saja membelakangi Fidya dengan lirikan mata yg tajam.


"Kau umpan ku! supaya mereka keluar dari persembunyiannya!" geram Ricky hingga meninggalkan Fidya didalam kamar tanpa menyumpel kembali mulut Fidya.


Pintu kamar tertutup dan terkunci rapat, kini Ricky pergi untuk masuk kantor seperti biasanya. ia berniat menjadikan Fidya sebagai pancingan supaya dia tau, siapa bos yg berbicara dengan Fidya sewaktu di bangunan tua itu.


Mengingat Ambar sedang mengandung, mengapa dia bisa melakukan perbuatan keji untuk menjebak Haikal berada dalam pelukannya.

__ADS_1


...•••...


Kita nantikan selanjutnya cerita yg penuh misteri ini. apa rencana Ambar, dan kemana Ricky akan membawa Belinda pergi menjauh dari wanita jahat itu. tetap stay di 'Vampir yg sangat lembut'


__ADS_2