Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
CURAHAN HATI


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Penghujung koridor.


"Aduuh... sakit dong! kau kira aku kambing apa, ditarik-tarik gini. aku bisa jalan sendiri, tau gak?!" bentak Gisele menggeliat tidak tenang.


Dari belakang kampus sampai mengarah ke koridor, Rian tidak berbicara sedikit pun. sama sekali tidak menghiraukan gisele yg sedari tadi merutukinya di sepanjang jalan, sungguh berbeda dari biasanya pada sikap Rian kalau sudah menyangkut Gisele. seakan dia tidak terima lelaki lain dekat dengan wanita yg sudah menaruh benih dihatinya.


"Woi, apa kau tuli? tanganku sakit kau tarik begini," gerutu Gisele dengan membentak Rian berulang kali.


"Kau diam saja, aku tidak mau berargumen denganmu!" sarkas Rian terbakar api kemarahan.


Gisele hanya menatap Rian dari belakang punggungnya dengan sangat tajam. namun, genggaman tangan Rian semakin kuat. sehingga gisele tidak bisa berkutik apalagi mencoba untuk kabur, sudah pasti mustahil baginya.


Disisi lain pada saat Tristan memasuki ruang koridor.


"Bukankah si ulat bulu harusnya berada dirumah sakit! kenapa dia ada di sini? sama Gisele pula! terlihat begitu dekat," gumam Tristan mengikuti dari arah belakang mereka.


"Rian," panggil Tristan dari jauh.


Tentu saja Rian menghentikan langkahnya sejenak, begitu juga dengan gisele yg terhantuk di punggung Rian dikarenakan berhenti secara mendadak.


"Aw, kau kenapa lagi sih! masalah hidupmu banyak banget," celetuk Gisele mendesah kesakitan sambil mengelus keningnya.


Rian menoleh kebelakang tetapi tidak mendengarkan Omelan gisele padanya, Rian menatap orang yg telah memanggilnya tanpa berkata apapun. disaat itu pula gisele mengikuti arah mata Rian yg kian menatap tajam.


"Kau kenapa ada disini? harusnya kau sudah dirumah sakit sekarang," tegur Tristan melangkah mendekati mereka.


"Pa - "


"Aku ada urusan dengannya sebentar! nanti setelah ini, aku akan langsung bergerak ke rumah sakit," tuturnya sambil terus menggenggam tangan Gisele.


Gisele yg terdiam karna Rian memotong pembicaraannya tidak bisa berkata apapun lagi, dia hanya tertunduk keringatan mendengar perbincangan antara Tristan dan juga Rian.


Gi*a apa dia? tanganku bisa remuk kalau gini ceritanya!!! woi, lo kira tangan gue besi apa?!! batin Gisele mulai merasa jengkel.


"Tapi... gisele ada kelas denganku hari ini," lontar Tristan menatap keseriusan Rian padanya.


"Berikan dia izin sebentar! aku tidak akan berlama-lama," tukas Rian pula.


"Baiklah! kau lanjutkan saja urusanmu," balas Tristan yg sudah terlihat bingung dibalik sikap Rian tidak seperti biasanya.


"Permisi pak," lirih Gisele.


"Aku deluan," ucap Rian.


Tristan hanya manggut melihat Rian menarik tangan gisele seakan pasangan yg baru menjalin kasih.


"Salah minum obat apa tuh anak," gumam Tristan saat meninggalkan tempatnya.


Ruang kelas A bisnis.


"Lio- "


Disaat Rei menyapa liona ketika memasuki kelas, Liona hanya melewati Rei tidak berbalik menyapa. membuat Rei kebingungan dengan sikap teman-temannya pada hari itu.


"Liona kenapa ya? kok aku panggil tidak ada sahuta. biasanya dia yg nyapa deluan," gumam Rei sesekali menoleh kearah Liona.


"Gisele kemana ya? kok ngilang terus anak itu! heran deh," gerutu Rei celingukan melihat keluar kelas.


"Siang semua," sapa Tristan memasuki ruang kelas.


"Siang juga pak..." sahut riuh seluruh murid.


"Udah masuk jam pelajaran tapi belum juga balik, kemana sih?" gumam Rei terlihat cemas.

__ADS_1


"Rei, ada apa?" tegur Tristan menatap Rei.


"Ah, ini pak! teman sebangku saya entah kemana. belum masuk juga," jawab Rei lemah lembut.


"Saya melihat Gisele ada diruang istirahat! mungkin saja dia lagi tidak sehat," kata Tristan sedikit berbohong agar Rei tidak terlalu cemas.


"Oh! gitu ya pak," jawab Rei manggut.


Bukannya tadi dia sama Leo? kenapa tiba-tiba diruang istirahat??!! batin Rei merasa tidak percaya omongan Tristan padanya.


"Sekarang kalian buka halaman 23, saya akan membahas tentang study kelayakan bisnis. kalian pahami dulu materinya! setelah itu akan saya jelaskan," titahnya pula.


"Besok saya akan membagi kalian beberapa tim untuk menganalisa study ini. apa kalian siap?" sambungnya memberi pesan dengan tegas.


"Siap pak..." riuh murid.


"Bagus," ucapnya namun mata masih sempat melirik Rei.


Apa hanya aku yg merasa kepedean, kalau Tristan dari tadi melihat ke arahku?!! batin Rei sedikit tidak nyaman.


Mataku memang tidak bisa melihatmu dari dekat Rei. tapi, mata hatiku begitu terasa dekat denganmu!!! batin tristan sengaja menutupi wajahnya dengan buku, supaya bisa melirik rei dari samping.


Ketekunan para murid berlangsung hingga beberapa menit tanpa bersuara.


Berbeda untuk gisele yg tengah berada diluar kelas tidak mengikuti sesi pelajaran saat itu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Ruang Dr. Rian


"Kau mau bawa aku kemana sih," gerutu Gisele berusaha melepaskan tangan Rian.


"Kau masuk saja! kita bicara di dalam ruanganku," timpal Rian mendorong tubuh gisele perlahan.


"Aku tidak mau! kenapa aku harus mengikuti perintahmu?!" bentak Gisele dengan geram.


"Ribet banget sih! harus ya kesini," celetuknya terpaksa mengalah daripada panjang lebar.


Akhirnya masuk perangkap kau siluman kera! enak saja kau mau kabur dariku!! setelah apa yg kau perbuat denganku. batin Rian merasa puas.


"Duduklah! kau mau minum apa?" tanya Rian menatap Gisele.


"Tak perlu, aku bukan lagi bertamu! kau kira ini perjamuan. kau katakan saja apa mau mu," cerocos Gisele tidak sabaran.


"Kau ada hubungan apa dengan si Leo? kenapa kau tunangan dengan dia? apa masalahmu? sedekat apa kalian?" sosor Rian bertnya dalam sekali nafas.


"Woi, woi, lo nanya? apa konser," sembur Gisele merasa jengah.


"Jangan-jangan kau persiapkan dari tadi ya pertnyaanmu itu! aneh banget, lagian itu bukan urusanmu! apa pun yg akan aku lakukan nantinya," pungkas Gisele memberi ketegasan.


"Kau jawab saja pertnyaan ku."


"Pertnyaan yg mana," cetus Gisele cuek.


"Apa aku harus mengulang kembali pertnyaanku?" balas Rian menaikkan alisnya.


"Satu persatu dong kalau nanya! kau kira kupingku bisa menyaring semuanya apa," keluh Gisele dengan mencibir.


"Oke, kau Jawab yg pertma kali. ada hubungan apa kau dengan si Leo?" tanya Rian perlahan mendekati Gisele.


"Aku akan jawab, bisa gak! agak jauh dikit, risih tau?!" hardik Gisele sambil melangkah mundur.


"Jawab saja," ucap Rian menatap sinis.


Gisele hembuskan nafasnya sebelum menceritakan pada Rian, terpaksa dia mengatakan yg sebenarnya. kalau tidak, dirinya pasti akan terus dijerat oleh Rian.

__ADS_1


"Aku dan Leo terikat perjodohan bisnis orangtua," jawab Gisele melangkah ke arah jendela kaca.


"Bisnis keluarga," beo Rian terbengong.


"Ya! aku juga tidak bersedia harus bersanding dengan orang yg tidak aku cintai," beber Gisele mencurahkan isi hatinya.


"Lalu, kenapa kau mau ikut perjodohan itu?" tanya Rian mengorek lagi.


"Aku tidak bisa melukai ibuku! aku juga pernah lari dari rumah karna ayahku yg posesif dengan jalan hidupku," tidak sadar Gisele meneteskan air mata.


Ternyata dia lemah seperti Rei. namun, dia coba menghadapi semuanya seorang diri. batin Rian mengamati wajah Gisele.


"Apa yg kau tangisi?" tanya Rian sambil menyeka air mata Gisele.


Entah mengapa gisele menikmati perhatian itu tanpa perlawanan, seolah kehadiran Rian membuat hatinya sedikit terhibur.


Duh, aku mikir apa sih!!! batin Gisele tersadar dari lamunan.


"Kau tak perlu begini, aku tak butuh perhatianmu!" cetus Gisele menampik tangan Rian dari wajahnya.


Rian seolah tersenyum melihat tingkah gisele yg murni tidak dibuat-buat. kebanyakan wanita selalu ingin dimanja, meminta perhatiannya. namun, sangat berbeda dari gisele yg dia temui membuat dirinya merasa ada kenyamanan saat bersama gisele.


"Apa kau akan melanjutkan pertunangan itu? kenapa kau mau? apa ayahmu sudah melakukan perjanjian denganmu sebelumnya?" kembali bertnya karna ingin lebih jelas lagi.


"Aku dulu miskin, tidak memiliki apa-apa! tapi, ayahku yg gila harta memberikan aku tumbal untuk setiap orng yg berinvestasi padanya," jawab Gisele menekan pelipis matanya dengan nafas yg berat.


"Apa orangtuamu segi*a itu?" protes Rian merasa kesal.


"Aku tidak bisa melarikan diri. ibuku akan disiksa habis-habisan olehnya," ucapnya sambil memejamkan mata.


Pasti sangat berat baginya, mungkin saja aku gak bisa sekuat dia jika diposisinya saat ini. batin Rian terus menatap Gisele.


"Berapa banyak lagi pertnyaan yg belum kau tanyakan padaku?" sarkas Gisele menoleh Rian yg sedari tadi telah menatapnya.


"Aku tidak ingin kau tunangan dengan si Leo itu," pungkasnya dengan tegas.


"Apa hak mu? tanpa kau larang aku juga memikirkan caranya," celetuk Gisele cuek.


"Aku akan membantumu keluar dari Masalah ini," timpal Rian meyakinkan Gisele.


"Apa yg bisa kau lakukan? lagian apa hubunganmu denganku! aku tidak butuh bantu- "


"Sssttt, kau bertnya soal hubungan?" menyela dengan mendekati Gisele.


"Hubungan... apa kau sudah lupa?" sambungnya dengan berbisik di telinga Gisele.


"Apa yg kau maksud?" tanya Gisele sambil mendorong tubuh Rian seolah berpura lupa ingatan.


"Kau jangan membodohiku! kau, wanita siluman yg masuk kedalam hatiku sekarang ini, jadi.... kau tidak bisa lari kemanapun," tandas Rian menyilangkan tangan didada.


"kau mau apa dariku, hah?!" bentak Gisele pula.


Rian melangkah maju secara perlahan.


"H.A.T.I.M.U" tunjuknya dengan jarak yg sangat dekat.


Deg


..................


Bersambung....


😁JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 🀭


...πŸ‘‡...

__ADS_1


...TETAP STAY TUNED...


...❀️ saranghae ❀️...


__ADS_2