
"Sudahlah. kakak pesan makanan aja dulu biar bertenaga sampai malam hihiii" goda Tiara.
Rey yang tidak bisa marah pada Tiara hanya terdiam dan pasrah dengan ejekan kakak dan adik nya. Rendy pu memesan makanan dan mereka menikmati makan bersama.
Dirumah.
"Pah.. apa papah yakin dengan Rey yang bekerja dikantor?? Rey masih terlalu muda pah." tanya mamah
"Papah sudah bicara dengan Rey mah, dan dia menyanggupi nya. tugas kita sekarang memberi dukungan dan doa untuk anak-anak kita." jawab papah
Nyonya dewi menghela nafas panjang. Dan dia berharap semua akan baik. namun sepintas dia mengingat Tiara yang akan melanjutkan pendidikannya di Kedokteran.
"Tiara bagaimana pah??" tanya lagi
"Tiara sudah mengambil keputusan mah, biarlah dia memilih yang dia inginkan. mungkin memank dia tidak berminat dibidang bisnis." timpal papah
"Menurut papah baik ajalah." sahut mamah
Nyonya Dewi hanya berfikir, mengaoa suaminya begitu mencintai Tiara. terkadang Nyonya Dewi cemburu akan perhatian semua orang pada Tiara.
Dikampus
Anisa yang baru selesai mengajar tiba-tiba merindukan suaminya. Dia mengambil ponsel dan coba menghubungi Rendy
"Halo sayang." Sapa Rendy
"Sedang apa mas??" tanya Nisa
__ADS_1
"Ini sedang makan siang diluar, kebetulan bertemu Tiara jadi sekalian."
"Mas...!!!"
"Heem.."
"Rindu.."
"Jangan mulai ya sayang." jawab Rendy sedikit heran.
"Hahaa aku serius." goda Nisa
"Baiklah tunggu aku pulang yah." jawab Rendy berusaha tenang karena dia mengingat adik-adiknya sedang bersama nya dan curi pandang padanya.
"Siapp bos." Kemudian Nisa menutup telpon nya sambil tersenyum.
Rendy yang tersadar langsung panik namum tetap berusaha biasa saja.
"Habiskan aja makananmu dan kita harus kembali ke kantor" Ucap Rendy dengan tatapan lain.
Tiara yang melihat berdebatan kedua kakak nya hanya geleng kepala. berbeda dengan Icha, dia sedang disibukkan dengan hayalan nya sejak pertama melihat Rey.
Kemudian mereka menghabiskan makanan nya dan pergi.
"Tiara mau kemana? perlu kakak antar??" tanya Rendy
"Ga usah ka, Tiara masih mau jalan-jalan dengan Icha." jawab Tiara
__ADS_1
"Tiara jangan terlalu lama bermain ya, segeralah pulang." Kata Rey menasehati
"Iyaa ka, sebelum sore aku pasti sudah pulang." balas Tiara dan diikuti Icha sambil mengangguk tanya Icha mengiyakan ucapan Tiara.
"Ya sudah, hati-hati ya. Kakak kembali ke kantor dulu." kata Rendy sambil mengelus kepala Tiara
"Hati-hati ka.. Ka Rey semangat dong." lagi-lagi Tiara menyemangati kakak nya.
"Iyah. kakak pasti berusaha keras." Entah mengapa kata-kata Tiara membuat Rey kehilangan rasa jenuhnya.
Rendy dan Rey pun meninggalkan 2 gadis itu dicaffe. Tiara yang sudah tidak sabaran tiba-tiba menepuk bahu Icha
"ICHA... kamu kenapa sih dari tadi aku perhatiin aneh banget." Ucap Tiara yang sedari tadi dia perhatikan Icha hanya bengong
"Ya ampun Tiara, jangan ngagetin napa?" jawab Icha dengan kaget
"Kamu itu kenapa??"
"Tiara.. Kakak mu ganteng-ganteng ya."
"Jangan centil ya Icha." sahut Tiara sedikit kesal. pasalnya Tiara sudah tahu kebiasaan sahabatnya itu. Icha selalh terpanah setiap laki-laki tampan dimana pun.
"Aduuhh Tiara, itu manusiawi kali. kadang aku heran, kamu itu ada selera dengan laki-laki ga sih."
"Aku masih normal Icha." jawab Tiara sedikit menekan
"Iyah iyaah.. aku hanya bercanda." goda Icha. mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1