
Pagi cerah, Tiara terbangun dari tidurnya. dan segera merapikan tmpat tidur nya. setelah itu Ia membangunkan Icha dan segera mandi. Tiara tampak riang seolah kemarin tidak terjadi apa-apa.
Icha sangat heran melihat tingkah sahabatnya. pasalnya kemarin Ia begitu khawatir dengan keadaan Tiara, tapi hari ini Tiar terlihat sangat riang.
"Icha, jangan bengong aja, hayuk siap-siap." tegur Tiara
"Iyah. lagian ini masih pagi sekali Tiara, mata kuliah kita kan jam 10 nanti." jawab Icha sedikit lesu
"Aku tau, tapi aku mau bertemu kak Nisa."
"Kamu mau membicarakan masalah itu Ra?"
Tiara tak menjawab dan hanya melempar senyum ke Icha, kemudian berlalu pergi mandi meninggalkan Icha.
Dikediaman.
Semua orang tengah bersiap untuk aktivitas masing-masing. Rendy dan Anisa yang sudah siap segera keluar kamar dan menuju ruang makan. Sudah ada papah disana menyeduh teh hangat dengan koran.
"Pagi pah. bagaimana sudah baikan pah?" sapa Nisa
__ADS_1
"Papah sudah sehat sekarang." jawab papah
"Pah, mamah kemana?" tanya Rendg dengan pelan
"masih dikamar. mamah masih marah." jawab papah dengan santai.
"Aku coba panggil mamah sarapan deh." balas Nisa
"Gak perlu, nanti dia keluar sendiri." timpal papah
Rendy dan Nisa saling tukar pandang. mereka 'pun menikmati sarapan mereka,
"Iya papah baik kok, Ayo sarapan." jawab papah
"Kamu baik-baik aja Rey?" tanya Rendy
"Yah, aku baik. ada apa?"
"Hari ini kita ada klien penting Rey." Rendy mengingatkan
__ADS_1
"Iya kak, aku tau. aku juga sudah persiapkan segalanya." ucap Rey dengan pasti
Rendy merasa lega melihat sikap Rey yang mulai dewasa dan bijak. Rendy berharap ini bukan sementara, begitu pun papah. menurut papah Rey akan rapuh tanpa Tiara, tapi melihat Rey pagi ini papah menjadi lega.
Mamah yang sejak tadi menyaksikan kehangatan suami dan anak-anaknya pun sedikit cemburu. Mamah merasa tak ada yang peduli dengannya, Ia benar-benar merasa Tiara sudah merampas segalanya. dan Hal itu disadari papah, entah sejak kapan mamah berada dibalik tembok itu. namun papah tak peduli, Ia bahkan sengaja memperlihatkan kebahagiannya nya dengan anak-anak nya.
Rendy, Anisa, dan Rey pun berpamitan. mereka menaiki mobil masing-masing. seperti boasa Rendy mengantar Nisa terlebih dahulu sementara Rey langsung ke kantor untuk mempersiapkan segala nya, karena hari ini mereka akan sangat sibuk.
Entah mengapa, Rey sangat sedih mengetahui Tiara bukan adiknya, tapi disudut hatinya paling dalam Rey merasa sangat bahagia. Rey sungguh tak mengerti, tapi semalam Ia berjanji akan menjadi bijak dengan. Rey berjanji sepenuh jiwanya, akan dia buktikan pada Tiara bahwa Ia akan sukses.
Mobil Rendu sudah tiba didepan kampus, Nisa memeriksa semua barangnya yg akan dibawa.
"Aku turun ya mas." ucap Nisa sambil mengulirkan tangannya.
Namun Rendy terdiam dan tak menyambut tangan Nisa, Nisa kebingungan ada apa dengan suaminya. Nisa mengikuti arah mata Rendy, dan....
"Dia begitu manis kan. sekaramg dia sudah dewasa" ucap Rendy tanpa memalingkan wajahnya
Mata Rendy tertuju pada sosok gadis didepan gerbang dengan kemeja rapi dan tas selemoang sambil memegang beberapa map.
__ADS_1
Yaah, ada Tiara disana dengan wajah ceria dan senyum yang sangat manis. Tiara sengaja berada disana menunggu Anisa.