
Matahari pagi menyinari kediaman Prataman. Anisa merasa sinar matahari menghangatkan tubuhnya, dia pun terbangun dan merasa sesuatu yang berat menindih pinggang nya. Anisa berusaha membalikkan tubuhnya melihat ternyata suaminya mendekap erat dirinya.
Anisa menatap lekat wajah suaminya, sangat damai Ia rasa melihat suaminya tertidur dengan pulas nya.
"Terima kasih tuhan telah mengirim pangeran seperti dia untukku." batin Anisa sambil mengelus pipi suaminya.
Rendy merasa geli diwajahnya pun terbangun dan perlahan membuka matanya. Rendy pun tersenyum melihat Nisa yang sedang menatapnya.
"Jangan lama-lama natapnya, nanti biji matamu loncat loh."ucap Rendh setengah sadar
"Ikhh mas, apaan sih!!" jawab Nisa sedikit kesal
"Hehee pagi sayang." sambil mengeratkan pelukannya
"Pagi suami ku sayang." jawab Anjsa yang juga memeluk erat suaminya.
"Rasanya hari ini tidak ingin ke kantor."
"Kenapa??"
"Ingin seperti ini aja sepanjang hari."
"Mas, aku juga harus kekampus."
"Haah tidak bisa kah hari ini jangan kemana-mana." ucap Rendy sedikit kecewa
Anisa merasa gemas melihat raut wajah suaminya. Dia pun mendapat ide menggoda suaminya
"Sayang.."
__ADS_1
"Eemm."
"Bulan madu kedua, gimana??"
"Kamu serius??"
"Looh kenapa? ga boleh??
"Emuach.. Aku akan mempersiapkan segala nya sayang."
Anisa pun tertawa dan mengajak suaminya bangun dan siap-siap kerja.
Dikamar Rey
Sudah cukup lama alarm Rey berbunyi, tapi Rey seolah tak bernyawa hingga tidak mendengar alarm berbunyai. Rey yang sangat mengkhawatirkan Tiara, sepanjang malam iya terjaga memikirkan Tiara.
Rendy dan Anisa yang sudah bersiap unyuk berangkat kerja, saat melewati kamar Rey
"Ada apa?"
"kenapa alarm Rey masih berbunyi?"
Rendy pun dengan seksama mendengar alarm Rey.
"Benar itu alarm Rey sayang."
Rendy pun mencoba mengetuk pintu kamar Rey,
"Rey... sudah bangun belum??
__ADS_1
Lama Rendy dan Anisa menunggu jawaban tapi tidak ada. Akhirnya Rendy memutuskan untuk masuk kekamar Rey. dan saat Rendy membuka kamar Rey, Rendy kaget mendapati Rey tidur disofa yang berada dibawah jendela kamar nya.
"Ngapain anak ini tidur disini." kata Rendy
"Tidur nya pulas sekali mas." balas Anisa
"Dia benar-benar kerja keras dikantor." timoal Rendy sambil mengelus ujung kepala Rey.
"Mas, biarkan saja dia tidur. nanti minta tolong mang ujang antar dia kekantor kalai dia sudah bangun." kata Anisa
"Iyah.. kamu benar sayang. ya sudah kita biarkan saja dia tidur dulu.
Rendy dan Anisa pun melangkah perlahan lrluar kamat agar tidak mengganggu Rey. Saat mereka keluar, Saat yang sama Tiara pun keluar dari kamarnya dan melihat Rendy dan Anisa.
"Pagi kak. Kok keluar dari Kak Rey?? sapa Tiara
"Tadi kami dengar alarm Rey, jadi kami memeriksa nya. ternyata Rey masih tidur."jawab Rendy
"Kenapa tidak dibanguni, memang nua dia tidak ke kantor?"
"Tidur nya nyenyak sekali Tiara, Kakak jadi tidak tega membangunkan nya." jawab Anisa
"Iyaah. nanti biar dia menyusul saja ke kantor nya kalau sudah bangun." timpal Rendy"
"Oh begitu!! ya sudah ayo kita turun kak."Ajak Tiara
Dan mereka bertiga pun turun bersama-sama.
"Pagi pah, Pagi mah.!! sapa Rendy saat tiba diruang makan.
__ADS_1
"Pagi nak." jawab tuan Erwin
Seperti biasa tuan Erwin dipagi hari. membaca koran ditemani secangkir teh dan roti.