Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 61


__ADS_3

"Apa yang mamah lakukan, dasarlah mah. ini bukan mamah yang aku kenal." emosi Rendy pun meluap.


Tidak ada yang bisa Nisa lakukan selain menangis dan menggandeng papah mertua nya. Namun sat melihat darah dikening Tiara, Nisa bergebas mengambil kotak obat.


Rey yang melihat Tiara sudah sempoyongan pun segera mengangkat tubuh Tiara dan membawa nya ke sofa untuk dibaringkan. Nisa pun tiba dengan kotak obat dan segera merawat luka Tiara.


Rey pun berdiri dan mendekati mamahnya,


"kenapa mah, kenapa mamah seperti ini." tanya Rey mencoba menahan emosinya.


"Harusnya kamu tanya papah, kenaoa dia selingkuh dan anaknya harus bersama kita."


"Selingkuh, anak?? Apa sih maksud mamah."


Rendy dan Nisa saling menatap seperti tidak siap kalau Rey harus tau masalah Tiara. tidak dengan papah yang seperti nya sudah siap dengan kondisi apapun.


"Pah, ini kenapa sebenarnya? jelaskan pah?" Rey kebingungan


"Papah selingkuh Rey, dan Tiara itu hasil perselingkuhan papah." jawab mamah penuh emosi


"Nisa, bawa mamah pergi" ucap Rendy


Nisa pun bergegas mendekati ibu mertuanya dan dengan lembut mengajak nya keluar

__ADS_1


"Gak, mamah mau disini Ren. Anak itu harus tau posisinya dirumah ini." ucap mamah tak berhenti meski Ia sudah berada diluar ruangan. Rendy pun menutup pintu saat Istri dan mamahnya sudah berada jauh dari ruangan tersebut.


"Tiara, kamu baik-baik aja nak." papah perlahan mendekati Tiara


Rendy dan Rey yang mendengar pun tersadar bahwa disana ada Tiara terluka. mereka berdua pun mendekati Tiara dan Rey membantu Tiara untuk duduk dengan baik.


"Tiara baik kok pah." jawab nya sambil memegang kepalanya yang sebenarnya sakit dan membuatnya pusing


"Maafkan papah ya nak, papah ga mampu mengatasi mamah."


"Sudahlah pah, Tiara ngerti kok." jawabnya sambil tersenyum.


"Tunggu dulu, ini ada apa sebenarnya. kenapa hanya aku yang sepertinya tidak paham?" tanya Rey kebingungan


"Helloooo. kalian dengar aku?"


Rendy pun menarik napas panjang dan menghembuskan dengan berat. Rendy kemudian memberi israyat pada Rey agar duduk dengan baik. Rey pun duduk dan siap mendengarkan penjelasan Rendy.


"Papah jujur merasa ga yakin Rey, kamu bisa tenang mendengar cerita ini."


"Tiara mohon kakak tenang ya." ucap Tiara memohon


"Bagaimana Rey bisa tenang liat reaksi mamah tadi pah."ucap Rey mulai tak sabaran

__ADS_1


"Sebaiknya kakak tidak menceritakannya sekarang. lagipula Tiara butuh istirahat kan." terang Rendy


"Ayolah kak." Rey memohon. namun Rendy sudah bergegas akan pergi sambil memapah Tiara.


"Loh belum cerita, kalian mau kemana? Tiara jangan tinggalkan aku. Papah, ini bagaimana?" Rey berusaha mendapat jawaban


"Rey, bawa papah ke kamar untuk istirahat ya."


Rey pun pasrah dan menuruti perintah kakaknya. Ia membawa papah masuk ke kamar untuk istirahat sementara itu Rendy membawa Tiara naik.


"Yakin kamu baik-baik aja Tiara?" tanya Rendy


"Iya kak, ini hanya luka kecil. tapi kak, bagaimana kak Rey?"


"Biar kakak yang urus dia. kamu istirahatlah."


"Kak, terima kasih ya."


Rendy tersenyum mendengar ucapan adiknya itu dan Ia pun mengecup kening Tiara.


"Dengar, ga peduli apq kata orang. kamu itu adik nya Rendy dan Rey, anak bungsu keluarga ini. mengerti?"


Tiara mengangguk dan tersenyum. Rendy pun meninggalkan Tiara dikamarnya.

__ADS_1


__ADS_2