Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 14


__ADS_3

Mobil Nyonya Dewi menabrak halte bus. Sekejap saja semua orang sudah mengerumuni tempat kejadian. Namun mereka bukan melihat keadaan Nyonya Dewi, melainkan Seorang laki-laki dan perempuan yang terkapar tak berdaya. Ternyata mobil Nyonya Dewi juga menabrak sepasang suami istri.


Orang sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi kepolisian terdekat. Tak butuh waktu lama polisi sudah berada ditempat kejadian dan memeriksa segala nya.


Laki-laki yang ditabrak Nyonya dewi dinyatakan meninggal, sementara istrinya langsung dilarikan kerumah sakit terdekat begitu pun Nyonya Dewi yang pingsan didalam mobilnya.


Dalam perjalanan kerumah sakit, wanita tersebut selalu menyebut nama Tiara. Sampai di rumah sakit wanita itu langsung mendapat perawatan. Kebetulan rumah sakit yang dituju merupakan rumah sakit keluarga Pratama dan dokter yang menangani juga sepupu Tuan Erwin yaitu Dokter Tomi.


Dokter Tomi pun segera mengabarkan Tuan Erwin mengenai kecelakaan dan situasi dirumah sakit. Sementara itu Nyonya Dewi sudah sadar dan sedikit ketakutan, Pikiran nya bercampur aduk. Dia mengingat bagaimana dia menabrak halte bus itu dan bagaimana Reaksi suaminya nanti.


Tuan Erwin yang mendengar kabar tersebut langsung meninggalkan semua pekerjaan nya dan segera menuju rumah sakit.


Saat tiba dirumah sakit


"Tomi..!!! bagaimana istriku?? tanya tuan Erwin

__ADS_1


"Emhh Dewi tadi hanya pingsan karena syok." jawab Dokter


"Hufhh syukurlah.. bisa aku tengok dia??"


"Tentu saja bi..." belum selesai dokter Tomi bicara, tiba-tiba saja


"Dokter... Dokter... korban kecelakaan tadi dok." Panggil seorang perawat dengan panik


Dokter Tomi pun dengan gesit menuju ruang wanita itu. Wanita itu mengalami sesak napas, Dokter dan para perawat segera mengupayakan segala cara menyelamatkan Wanita itu, tapi wanita itu tidak dapat diselamatkan. wanita itu pun menghembuskan napas terakhirnya.


"Aagghhh." Dokter Tomi mengacak rambutnya dengan kesal. Ia merasa bersalah sudah lengah.


"Sayang." sapa tuan Erwin sambil mengelus kepala istrinya


perlahan nyonya Dewi membuka matanya, Ia berusaha mengimbangi cahaya lampu. Dia kaget saat melihat suaminya sudah berada disamping nya.

__ADS_1


"Pa... papaah..!! ucap nya terbata-bata


Tuan Erwin hanya menghela napas panjang. Ia bahkan tidak tau harus bagaimana melihat istrinya. Tiba-tiba nyona Dewi bangun dan langsung memeluk suaminya.


"Paah, mamah takut pah. Mamah ga bisa berfikir." tangis nyonya Dewi pecah. Dia sangat takut sampai gemetar dan tuan Erwin bisa merasakan ketakutan istrinya.


"Mah, tenang dulu ya mah. Semua akan baik-baik saja mah." ucap tuan Erwin sambil memeluk istrinya. Dia sangat khawatir melihat keadaan istrinya yang kacau.


Tok.. tok..


Seseorang perawat membuka pintu dan menemui tuan Erwin.


"Maaf tuan, Diluar ada yang ingin bertemu. Ucao perawat dengan sopan


"Baiklaah, saya akan keluar. terima kasih ya." jawab tuan Erwin. Ia melepas melukan istrinya dan menyuruh nya istirahat

__ADS_1


"Mah, papah keluar sebentar. mamah istirahat dulu ya, papah segera kembali." ucap tuan Erwin menenangkan istrinya. Nyonya Dewi hanya mengangguk dan merebahkan diri nya lagi. lalu tuan Erwin keluar menemui tamunya yang ternyata seorang polisi.


"Ehh Iya pak, ada yang bisa saya bantu?? tanya tuan Erwin.


__ADS_2