Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 76


__ADS_3

Rey merasa lega melihat Mamah Sudah bisa tersenyum lagi meskipun masih terbaring lemah.


"Nanti siang kak Rendy dan kak Nisa akan kemari." ucap Rey


"semua baik-baik dirumah Rey? " tanya mamah


"Iya mah semua baik kok. mamah jangan khawatir ya."


Disisi lain rumah sakit


Icha sedikit tidak fokus dengan pekerjaannya, pikirannya teralihkan dengan berita yang temannya berikan.


"Apa aku harus memberitahu Tiara ya? Tiara pasti belum mengetahui nya." batin Icha


"Cha, jangan melamun dong. kamu baik-baik aja kan?" tegur teman nya


"Eh iya maaf, aku baik-baik aja kok."


"Sebaiknya aku beritahu Tiara saat makan siang nanti." batin Icha


Diwaktu yang sama, Rendy sedang memimpin rapat. Ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera pulang. ditengah kesibukannya, Rendy coba menghubungi Nisa.


"Halo mas..


"Iya sayang, nanti siang aku akan menjemputmu. kita kerumah sakit ya."

__ADS_1


"Iya mas, kalau begitu aku siapkan keperluan anak kita dulu."


"iya sayang. byee."


Saat maoan siang, Icha buru-buru mencari Tiara dilantai yang berbeda. Ia sudah tidak sabar ingin memberitahu Tiara.


"Heii permisi. apa kamu lihat Tiara??" tanya Icha pada teman sekampusnya


"Tiara sedang ada pasien Cha, mungkin sebentar lagi selesai." jawab nya


"Oh begitu, baiklah aku tunggu disini saja."


"Aku masuk dulu ya Cha, nanti aku sampaikan ke Tiara kalau kamu menunggu."ucap temannya


Icha sudah sangat gelisah menunggu Tiara yangvgak kunjung keluar dari ruang praktek nya, ditambah lagi Ia sudah sangat lapar. Lelah Icha menunggu, pintu ruangan tersebut tiba-tiba terbuka dan ternyata Tiara yang keluar.


"Maaf Cha tadi ada pasien yang rewel sekali, susah untuk dibujuk." jawab Tiara


"Aah sudahlah, sekarang ada hal yang lebih penting."


"Apa itu?"


"Aku lapar." jawab Icha sambil melotot dan memegang perutnya.


"Hahah ya sudah ayo kita ke kantin."

__ADS_1


Mereka pun menyusuri koridor dan memasuki lift rumah sakit dan menuju kantin. saat sudah sampai dilantai yang mereka tuju, mereka segera keluar dan tanpa mereka sadari, mereka berpapasan dengan Rendy dan Anisa. Sekilas Tiara merasakan sesuatu, namun saat Ia menoleh Rendy dan Anisa sudah masuk lift.


"Ada apa?" tanya Icha


"Oh tidak ada kok. Ayo jalan." jawab Tiara


"Mungkin aku hanya sedang merindukan mereka." batin Tiara


mereka pun sampai dikantin dan langsung memesan makanan. kemudian mereka makan dengan lahap, bahkan Icha sampai lupa kalau Ia ingin memberitahu masalah nyonya Dewi hingga mereka kembali keruangan masing-masing.


sementara itu, Rendy dan Anisa sudah berada dikamar rawat inap mamah.


"Loh, kakak kok sudah kemari? "tanya Rey


"Pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak, makanya aku bisa pulang cepat."


"Hai mah, bagaimana perasaan mamah sekarang?" sapa Nisa


"Sudah lebih baik nak. Aduuh cucu oma sampai ikut kemari." jawab mamah


"Pah, lebih baik papah pulang dulu istirahat. Biar aku sama Anisa disini."


"Gak usah nak, papah baik-baik aja kok. lebih baik Rey yang pulang. jangan sampai pekerjaanmu terbengkalai." ucap papah


"Iya pah, Rey akan ke kantor sebentar mau cek beberapa file setelah itu Rey langsung pulang."

__ADS_1


sebenarnya mereka semua sedang was-was kalau sampai tidak menemukan donor ginjal yang cocok. tapi mereka juga tidak sanggup jika haris mengatakan yang sebenarnya pada mamah.


__ADS_2