Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 84


__ADS_3

Rendy yang sejak tadi bersama papah menjaga mamah, merasa cemas karena sejak siang Rey tidak kembali.


"Pah, ini sudah malam. sebaiknya aku pulang ya. kasian Nisa dirumah." ucap Rendy


"Pulang lah, kasian Nisa selalu sendirian dirumah."


"Iya pah, nanti Rendy beritahu Rey untuk menemani papah disini."


"Kamu hati-hati yah." ucap papah


Rendy pun mengambil jaket dan kunci mobilnya, kemudian Ia keluar. tak jauh Rendy berjalan meninggalkan ruangan mamah, Rendy melihat Rey duduk sendirian ditaman rumah sakit.


"Rey, ngapain disini? bagaimana Tiara?" sapa Rendy. Rey hanya menggelengkan kepala.


"Apa maksudmu? katakan?"


"Aku tidak bertemu Tiara kak."


"Kenapa?"


"Kalau dia ada, aku pasti sudah bertemu."


"Maksudmu Tiara tidak ada diruangan itu?" tanya Rendy heran dan lagi-lagi Rey hanya mengangguk

__ADS_1


"Hem... ya sudah kita urus itu besok. sekarang kembalilah ke kamar mamah karena papah disana sendirian."


"Kakak mau pulang?"


"Iya, Kak Nisa sendirian dirumah. besok pagi sebelum ke kantor kakak akan bawakan kalian sarapan."


"Baiklah, kakak hati-hati yah." ucap Rey kemudian berlalu meninggalkan Rendy.


"Kasihan kamu Rey, kamu pasti sangat bingung. tapi kakak janji, kakak akan urusn masalah Tiara." batin Rendy sambil melihat adiknya berjalan dengan lemas.


Tomy dan Sarah sekarang berada diperjalanan. sesekali Tomy melirik Sarah sambil menyetir. Kemudian Tomy mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran yang membuat Sarah sedikit bingung.


"Loh pak, kita kok kesini?" tanya Sarah


"Oh, baiklah." Sarah begitu patuh, dan mengikuti Tomy masuk ke restoran tersebut. Tomy memilih meja yang sedikit dipojok agar merasa nyaman. Tomy pun memanggil pelayan untuk melihat list menu.


"Kamu mau makan apa?" tanya Tomy


"Saya gak makan pak, saya temani bapak aja." jawab Sarah.


"Makan. Saya ga mau ada alasan." tegas Tomy membuat Sarah terdiam


Pelayan datang dan membawa list menu restoran tersebut.

__ADS_1


"Silahkan tuan, mau pesan apa?"kata pelayan


"Sarah, kamu makan apa?" tanya Tomy sambil melihat menu-menu direstoran. karena tak ada jawaban, Tomy melirik sekilas kearah Sarah. Tomy memperhatikan tingkah Sarah yang pada saat itu Sarah tengah membuka tasnya secara sembunyi-sembunyi.


"Ehem.. Sarah. kamu mau pesan apa?"


"Eeehh Saya pesan jus aja pak, perut saya lagi ga enak." jawab Sarah.


"Duh ga mungkin aku makan disini, harga nya mahal sekali." batin Sarah


"Mbak, Saya pesan ayam katsu dua porsi dan jus jeruk juga yah." kata Tomy pada pelayan.


"Baik pak, mohon tunggu sebentar." jawab .P layan kemudian berlalu.


"Bapak makannya banyak juga yah, pantas bapak selalu segar padahal bapak setiap hari seperti gasing kesana kemari." sahut Sarah polos. Tomy melirik Sarah tanpa Sarah sadari


"Jangan aneh-aneh, itu aku pesan untukmu." jawab Tomy


"Loh pak, tadi kan saya sudah bilang minum jus aja." timpal Sarah


Namun Tomy tak menjawab, Ia mengeluarkan ponselnya kemudian memainkannya secara acak. Sarah mulai panik, Ia bingung bagaimana harus membayar makanan nanti tapi Sarah benar-benar lapar. Hingga makanan itu datang, Sarah benar-benar takjub melihat makanan seenak itu.


"Makan. jangan cuma dilihat." tegur Tomy

__ADS_1


"I.. iyaa pak." jawab Sarah. diam-diam Sarah merogoh tasnya dan melihat isi dompetnya, Ia benar-benar khawatir namun Ia sudah tidak tahan lagi.


__ADS_2