
Rendy dan Anisa tiba dirumah sakit dan langsung menuju resepsionis untuk melakukan pendaftaran.
"Selamat pagi pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai rumah sakit.
"Maaf mba, kami mau ke dokter kandungan."
"Baik pak silahkan isi pendaftaran nya dulu."
Rendy berfikir mungkin ini pegawai baru dirumah sakit ini. Rendy menghargai pekerjaan wanita tersebut dan mengikuti arahan pegawai tersebut. tak lama pegawai lain datang dari toilet dan terkejut melihat Rendy ada dimeja nya sedang mengisi formulir.
"Selamat pagi pak, maafkn saya ta..
Rendy segera memberi isyarat pada pegawai itu. namun saat Rendy menunggu ada suara yang memanggil namanya,
"Rendy...
"Halo dokter,
"Sedang apa disini, saya sudah menunggu diruang daritadi."
"Saya lagi isi pendaftaran disini."
"Ya ampun itu tidak perlu Ren. langsung aja yuk, mari bu." kata dokter mengajak Rendy dan Anisa.
Pegawai itu pun menjadi bingung namun tak berani membantah dokter.
"Mbak, bapak itu siapa, seperti nya orang penting ya?" tanya pegawai tersebut
"Mbak itu pak Rendy, penyalur dana terbesar dirumah sakit ini. bisa dibilang separuh rumah sakit ini milik dia."
__ADS_1
"Serius mbak, ya ampun aku benar-benar ga enak tadi mempersulit bapak itu."
"Gak masalah, pak Rendy dan keluarga nya bukan keluarga arogan kok. dia pasti mengerti kalau mbak baru dirumah sakit ini."
Rendy dan Anisa mengikuti dokter itu keruangannya,
"Maaf ya Ren, resepsionis tapi pegawai baru."
"Gak masalah dokter, saya mengerti dia menjalankan tugasnya."
"Ibu, silahkan. saya periksa dulu yah."
Nisa pun naik ke tempat tidur dan menurut apa kata dokter tersebut. setelah diperiksa, dokter bahwa Anisa benar tengah mengandung. dan dokter teraebut memberikan nasehat agar lebih hati-hati dan memberikan resep vitamin. Rendy dan Anisa pun berpamitan.
"Mas, dokternya cantik ya. sepertinya juga masih muda." ucap Nisa setelah keluar dari ruang dokter
"Iyah, dia itu teman SMA aku sayang. dia jadi dokter juga karena beasiswa. anaknya baik sekali."
"Iyah, dia membuktikan bahwa dia layak diterima dirumah sakit ini. dan terbukti dia benar-benar bekerja sepenuh hati. dulu orang tua nya karyawan nya papah sayang, tapi sudah almarhum."
"Oh begitu." singkat Nisa
Saat Rendy dan Anisa melewati meja resepsionis, mereka pun tersenyum pada kedua pegawai yang sedang bertugas, kemudia pegawai baru tersebut berlari mengikuti Rendy.
"Pak tunggu sebentar." ucap nya. Rendy dan Anisa pun berhenti dan menoleh
"Pak, bu. saya mau minta maaf atas kelancangan saya tadi, saya benar-benar ga tau bapak siapa." ucap pegawai tersebut.
"Gak masalah kok, kn sudah tugas kamu. teruskan pekerjaan kamu yah, ingat selalu menaati aturan yang ada." ucap Nisa dengan ramah
__ADS_1
"Terima kasih banyak bu, pak sekali lagi saya minta maaf."
Rendy dan Anisa pun tersenyum kemudian mereka pamit. dan pegawai itu pun kini merasa lega.
Tiara mencoba menghubungi nomor caffe tersebut.
"Halo selamat siang mas, saya Tiara.
"Maaf Tiara siapa ya? Ada keperluan apa?"
"Maaf mas, saya kemarin melihat papan iklan kalau caffe anda ingin dijual."
"Oh iya benar mba, jadi bagaimana?"
"Saya ingin bertemu mas jika tidak keberatan. karena saya tertarik dengan caffe itu."
"Tentu bisa, kapan kita bisa bertemu?"
"Bagaimana kalau sore ini kita bertemu."
"Baiklah, mungkin kita bisa bertemu dicaffe yah."
"Tentu mas, terima kasih ya." Tiara mengakhiri panggilannya.
"Bagaimana Tiara?" tanya Icha penasaran
"Dia sepakat bertemu nanti sore dicaffe."
"Bagus, kita akan bertemu dengannya sore nanti."
__ADS_1
"Iyah, tapi sekarang kita makan dulu yah. aku sudah lapar nih."
"Kalau ini aku ga nolak Tiara." mereka pun tertawa dan berlalu ke kantin kampus.