Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 99


__ADS_3

"Apa..!! apa aku tidak salah dengar?" papah muncul tiba-tiba.


"papah...!!" ucap Rehan dan Rey bersamaan.


"Jadi pendonor ginjal itu Tiara? betul begitu Rehan?" tanya papah sedikit kesal.


"Emhh.. itu benar pah. Tiara bersedia mendonorkan ginjalnya untuk mamah." ungkap Rehan sedikit takut.


"Kalian ini bagaimana? kenapa tidak berusaha mencegah Tiara." ucap papah dengan nada kesal.


"Pah, nanti Rey akan jelaskan segalanya.kita keluar dulu ya pah." ajak Rey. namun belum sempat mereka keluar, Rehan tiba-tiba,


"Dokter, bagaimana dengan Tiara?" tanya Rehan


"Ada apa lagi dengan Tiara?" tanya papah menahan amarahnya.


"Begini tuan, saat ini kondisi Tiara sedang menurun bahkan saat ini Tiara tidak sadarkan diri." jelas dokter Rizal


"Apa, Tiara tidak sadarkan diri?" lagi-lagi Rey dibuat bingung dengan pernyataan dokter Rizal


"Tidak sadarkan diri bagaimana?" papah sidah mulai hilang kesabaran

__ADS_1


"Rey bawa papah keluar dulu. nanti kita akan bicara." kata Rehan


"Ayo pah, kita keluar nanti Rey akan menceritakan segalanya." ajak Rey, dan papah mengikuti Rey


"Dokter, saya mohon lakukan apapun untuk Tiara." ungkap Rehan


"Baik tuan, kami akan melakukan yang terbaik." jawab dokter Rizal.


Rehan pun pergi menyusul Rey dan papah. sementara itu dokter Rizal masih tetap berada diruangan dokter Irfan.


"Dokter, jujur saya sedikit bingung dengan kasus Tiara." kata dokter Rizal


"Ada apa?"


"Benar kah? bagaimana dengan cereda dikepala nya?"


"Berangsung sangat baik dok, maka dsri itu saya jadi bingung. tindakan apa ya g bisa saya lakukan pada Tiara."


Sementara itu, Rehan bergegas mendatangi Rey dan papah. Rey rupanya mengajak papah ke taman agar pembicaraan mereka tidak didengar mamah."


"Sekarang jelaskan ke papah, apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


"Rey mohon papah tenang dulu yah. Rey pasti jelaskan semuanya."


"Pah, Rey..!!" sapa Rehan, namun papah tak menjawab. kemudian Rey memberi isyarat pada Rehan untuk mulai duluan."


"Pah, maafin Rehan dan Rey karena menutupi semuanya dari papah dan mamah. tapi semua terjadi begitu aja pah." ungkap Rehan namun tak ada respon dari papah, membuat Rey menjadi khawatir.


"Pah, jadi begini. Tiara itu sedang dinas dirumah sakit ini, lalu...... "Rey menjelaskan bagaimana Ia bertemu Icha hingga akhirnya dia melihat Tiara dan terjadilah kecelakaan tersebut, hingga keputusan Tiara untuk mendonorkan ginjalnya.


"Astaga, kenapa masalah sebesar ini kalian tutupi dari papah?" ungkap papah dengan kecewa


"Kami ragu pqh, karena waktu itu papah sangat khawatir tentang mamah."


"Sekarang tunjukkan pada papah, dimana Tiara." tegas papah


Rehan dan Rey tidak bisa menolak kehendak papah. akhirnya mereka membawa papah bertemu Tiara. mereka masuk ke ruangan Tiara, dan lagi-lagi papah terkejut karena melihat Anisa ada disana.


"Pah.. " sapa Anisa, namun tak dijawab oleh papah. Anisa menjadi bingung namun Rehan memberi isyarat untuk tidak bertanya apapun.


papah menerobos keruangan Tiara dan betapa hancur nya papah melihat kondisi Tiara. peri kecilnya kini terbaring tak berdaya dengan alat medis menempel ditubuhnya. papah mendekati tubuh Tiara dan mengusap kepala putri kecilnya, Ia berlinang melihat kondisi Tiara.


Icha yang sejak tadi sedikit tenang pun kembali menangis melihat reaksi papah yang begitu hancur melihat keadaan Tiara. Icha tidak tahan dan memutuskan untuk keluar dari kamar Tiara.

__ADS_1


"Sayang, tolong kamu temani Icha dulu yah." bisik Rehan pada Anisa. Anisa pun mengerti dan langsung keluar menemui Icha


__ADS_2