Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 78


__ADS_3

Malam hari, Tiara berada dikantor nya memikirkan apa yang dia lihat dirumah sakit.


"Sebaiknya aku menanyakan hal ini pada Icha." batin Tiara


Ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Icha.


"Halo Tiara, "


"Icha, maaf aku menganggu. tapi ada yang ingin aku tanyakan."


"Iya Ara, masalah apa?"


Tiara pun menceritakan segalanya kejadian dirumah sakit.


"Tiara ini sedikit rumit, Aku akwn ke caffe sekarang. nanti aku jelaskan segalanya ya."


"Baiklah, hati-hati ya." Tiara mengakhiri obrolannya.


Beberapa saat kemudian Icha pun sampai di caffe dan langsung menuju ruangan Tiara.


"Haii Ara...!"


"Hai, kamu sudah sampai?"

__ADS_1


"Iyaa, aku sekalian bawa baju nih. aku tidur disini aja. "


"Ibu asrama mengizinkan kamu keluar."


"Apa sih yang Icha tak bisa lakukan heheh."


"Baiklah aku selesaikan dulu kerjaan ini ya. nanti kita bicara dikamar." ucap Tiara


Sementara itu dirumah sakit, mamah juga belum membuka matanya. Mamah terbaring dengan lemah bahkan mamah sangat pucat.


"Kak, kenapa mamah belum membuka matanya?" tanya Rey dengan suara parau


"Entahlah. aku benar-benar cemas."jawab Rendy


Rendy sudah mengupayakan segala cara untuk mendapatkan donor ginjal, namun sampai saat ini belum menmbuahkan hasil.


Kembali Ke Tiara


"Cha, yuk kita ke kamar. kerjaan aku sdh selesai." ajak Tiara, dan Icha oun langsung bergegas


"Kamu ganti baju dulu deh, mau bersihkan wajah dulu." ucap Tiara. lalu Tiara pergi ke kamar mandi sementara Icha membongkar tas baju nya.


"Kenapa aku deg-degan begini sih, sebenarnya apa yang ingin Tiara bicarakan." batin Icha

__ADS_1


Selesai ganti baju dan Tiara pun sudah selesai ritual malamnya, kini mereka sama duduk ditempat tidur. Tiara sedikit ragu dan bingunf harus memulai dari mana, tapi rasa penasarannya begitu besar.


"Tiara, mau bicara soal apa sih?" Icha membuka obrolan.


"Eemm begini Cha, sebenarnya tadi siang itu.... " Tiara pun mulai menceritakan kejadian yang Ia lihat dirumah sakit.


"Oh soal itu. sebenarnya dari kemarin aku ingin memberitahumu, tapi entahlah selalu saja ada hambatan."


"Sebenarnya ada apa Cha?" Tiara sebenarnya sedikit takut.


"Haah.. jadi begini Tiara. Sebenarnya yang sedang dirawat itu nyonya Dewi, beliau mengidap gagal ginjal. dan kemarin itu kondisinya tiba-tiba kritis makanya aku dan tim dokter lainnya buru-buru keruangan nyonya Dewi. nyonya Dewi butuh donor ginjal, kalau pun dapat juga belum tentu cocok." Icha menjelaskan dengan sedikit ragu karena melihat mata Tiara sudah berkaca-kaca.


"Ja... jadi keadaan nya sangat buruk Cha?" tanya Tiara dengan suara bergetar. Icha hanya mengangguk dan memeluk Tiara.


"Apa kamu ingin menjenguk nya?" tanya Icha.


"Apa aku bisa melakukannya?" Tiara masih berusaha menahan air matanya.


"Tiara, sudahlah jika ingin menangis. menangislah, aku ada disini." ucap Icha


Tiara diam sejenak sambil menatap sahabatnya, kemudian Tiara memeluk dan menangis dipelukan Icha.


"Aku fikir dengan menjauh dari keluarga itu, mereka bisa bahagia Cha. Apa aku menjadi kutukan bagi keluarga mereka." Tangisan Tiara pecah dalam pelukan Icha.

__ADS_1


Tak ada yang bisa Icha lakukan selain memeluk kuat sahabatnya. Icha sangat paham betapa Tiara mencintai keluarga Pratama, namun Tiara justru memilih untuk pergi menjauh dari keluarga Pratama.


__ADS_2