
Rey melihat kepergian Tiara sejauh yang Ia bisa, Tiara menguatkan diri untuk tidak menoleh. Ia berusaha menguatkan dirinya sendiri, Ia tak boleh lemah. setelah tak terlihat, Rey pun meninggalkan asrama.
Kini Tiara sudah sampai didepan pintu kamarnya,
"Tiara, ini kamar kamu yah sekarang." ucap ibu dengan senyum
"Terima kasih banyak ya bu." jawab Tiara
"Ya sudah, kamu rapikan barang-barang mu. ibu tinggal dulu yah." ucap ibu dan berlalu meninggalkan Tiara.
Tiara pun membuka pintu kamarnya, dan betapa kaget nya dia saat membuka pintu hingga matanya melebar dengan apa yang Ia lihat. Seorang gadis sedang baring dengan santai disalah satu tempat tidur.
"ICHAAA....!!!"
"Ya ampun Tiara, santai aja kali."
"Kamu kok disini? "
__ADS_1
"Ya karena aku tinggal disini."
Tiara buru-buru membawa koper nya masuk kamar, lalu dia menutup pintu dan duduk disamping Icha. Ia begitu penasaran dengan adanya Icha dikamarnya.
"Ma.. maksud aku kenapa kamu bisa tinggal disini."
"Ya Karena aku ingin tinggal disini."
"Ichaaa."
"Hahaa Iyah iyaah aku jelaskan, santai lah Tiara. jadi Ayah aku dipindah tugas ke kota C, aku kan ga mungkin ikut pindah. daripada aku kost lebih baik diasrama bersamamu kan."jelas Icha
"Ya sudah, yuk kita rapikan barang sama-sama." ajak Icha.
Mereka pun bergegas merapikan dan menata kamar tersebut. disela-sela kesibukan mereka, Icha sekilah melihat kebahagian diwajah Tiara.
"Maafkan kebohonganku Tiara, Ayahku memang pindah tugas tapi bukan pindah selamanya. bahkan rumah kami masih ada, tapi pak Rendy memintaku menemanimu disini sebagai ganti Ia sudah menolong biaya ibuku dirumah sakit dan kuliahku." batin Icha
__ADS_1
Jadi Ayah Icha merupakan karyawan terbaik perusahaan yang digenggam Rendy. dan Rendy memanfaatkan itu untuk Tiara, Rendy rela memberikan fasilitas pada orang tua Icha diluar kota agar orang tua Icha tidak kesulitan selama tugas dicabang.
Sudah beberapa hari berlalu, Tiara sangat senang bahwa ada Icha yang menemani nya. Kini mereka telah selesai merapikan kamar dan menghias sedikit sesuai keinginan mereka. Tiara mengambil ponselnya dan mengatur waktu lalu mengajak Icha untuk selfie dengan kamar baru mereka, setelah selesai Tiara mengirim foto itu ke Rey.
Rey yang uring-uringan dikantornya tiba-tiba menerima notifikasi chat dari Tiara, saat membuka pesan tersebut Ia pen tersenyum.
"Haii kak, ini kamar aku bagus kan. oh iya aku sekamar dengan Icha loh, kakak jangan khawatir lagi yah." pesan dari Tiara beserta foto nya.
"Benarkah Icha bersamamu? bagus lah. kamar nya juga indah, seperti kamarmu dirumah."
"Iyah kak, Icha disini karena ayah nya pindah keluar kota sementara."
"Baiklah, jaga kesehatan ya. kakak lanjutkan pekerjaan dulu."
"Dah kak, semangat yah."
Rey merasa lega melihat adiknya baik-baik saja dan bahagia. Rey yang semula tak semangat melakukan apapun menjadi semangat untuk bekerja. Ia begitu fokus mengerjakan semua pekerjaannya yang tertunda selama berhari-hari karena Rey sibuk memikirkan Tiara.
__ADS_1
Rendy yang menyaksikan semangat Rey pun menjadi senang, pasalnya selama beberapa hari Rey tidak bisa diajak kerja sama bahkan dirumah pun tak bersuara. Terkadang Rendy berfikir bagaimana jika Tiara hilang dari kehidupan keluarganya, bagaimana Rey setelah itu, Tiara sudah menjadi jantung dikeluarga pratama.