
Mulai sekarang jangan merasa sendiri lagi, ada aku yang siap disampingmu kapan pun kamu membutuhkan.
Kalimat itu menedukan hati Sarah yang lagi sedih. Tomy menghapus air mata Sarah, meneymatkan rambutnya dibelakang telinga Sarah hingga mata mereka bertemu dan saling tatap satu sama lain semakin dalam dan dalam membuat Tomy lupa diri.
Perlahan tangan Tomy yang semula menghapus air mata Sarah dipipi pindah kebelakang leher Sarah, kemudian Tomy mendekatkan wajahnya dengan wajah Sarah hingga hidung mereka bersentuhan membuat jantung Sarah berdetak sangat kuat. Sarah sedikit takut dan memejamkan matanya, wajah mereka semakin dekat bahkan Sarah merasakan hembusan napas Tomy.
Tomy mendekatkan bibirnya ke bibir Sarah semakin dekat dan dekat, sangat dekat. Jantung Sarah berdetan semakin kencang dan napas Sarah semakin cepat, Tomy begitu lekat menatap seluruh wajah Sarah sampai akhirnya,
"AAAUUGHHH." Sarah menjerit dan memukul dada Tomy begitu kuat. Tomy tertawa terbahak-bahak melihat Reaksi Sarah.
Tomy membenturkan jidatnya ke jidat Sarah, dan itu sedikit menyakitkan buat Sarah. Sarah terdiam melihat Tomy yang masih tertawa dan itu membuat Sarah menjadi tidak enak hati, Sarah benar-benar merasa malu dan sakit hati.
__ADS_1
tanpa sepatah kata pun Sarah merapikan laptop dan beberapa kertas miliknya, Ia mengambik ponsel dan tasnya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Tomy. Tomy yang sadar melihat kepergian Sarah buru-buru mengejar Sarah.
"Sarah tunggu, kamu mau kemana?" ucap Tomy sambil mengejar Sarah, namun Sarah tak menjawab. Ia terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun, Sarah menghapus air mata nya, namun seperti keran bocor air mata Sarah tak berhenti jatuh membasahi pipinya.
Tomy yang mulai merasa tak berhasil memanggil Sarah pun berlari kencang agar bisa mencapainya. Karena dilantai tersebut hanya ada ruangan Direktur dan mereka, maka tidak ada karyawan dilantai tersebut membuat Tomy leluasa berlari. Sampai didepan lift Sarah segera menekan tombol. namun belum sempat jari Sarah menekan tombol, tangan Tomy sudah duluan memegang tangan Sarah dan menariknya, membuat tubuh Sarah berada dipelukan Tomy lagi.
Sarah meronta-ronta agar bisa lepas dari Tomy, Tomy dengan sabar coba menenangkan Sarah.
"Lepaskan. saya gak mau dengar apapun pak." masih meronta Sarah coba melepaskan diri sampai akhirnya tanpa sengaja tangan Sarah mengenai mata kanan Tomy yang sebenarnya tidak sakit sama sekali.
"Aaghh... " Tomy merintih sambil memegang mata kirinya.
__ADS_1
"Ya ampun pak, Saya gak sengaja. saya minta maaf." Sarah menjadi panik dan mencoba melihat mata Tomy.
"Aauuu Sarah, sakit sekali." Tomy meneruskan aktingnya.
"Pak, saya benar-benar ga sengaja. coba saya lihat pak." ucap Sarah sambil memegang tangan Tomy.
Tomy menjauhkan tangannya yang menutupi mata, kemudian Sarah mendekatkan wajahnya dan meniup mata Tomy. Tomy yang melihat wajah panik Sarah tiba-tiba mendapat ide gila.
"Maafkan saya pak, saya benar-benar gak bermaksud nyakit...
Tomy langsung membungkam mulut Sarah dengan ciuman, kali ini benar-benar menyentuh bibir Sarah. Sarah terdiam mematung sementara tangan Tomy sudah memeluk pinggang Sarah.
__ADS_1
Mata Sarah membulat tak berkedip merasakan bibir Tomy benar-benar menyentuh bibirnya. meskipun Tomy hanya menempelkan bibirnya pada bibir Sarah, namun ini adalah ciuman pertama Sarah. Tomy merasakan kenyamanan yang Ia tak bisa jelaskan sementara Sarah merasa seluruh darah yang ada ditubuhnya menjadi panas.