Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 83


__ADS_3

Terus kenapa?"


"Saya gak enak pak."


"Sudahlah, nanti saya antar. tidak ada penolakan."


Sarah hanya tersenyum. dia tak tau hatus menjawab apalagi. namun Sarah berfikir bahwa selama ini Tomy adalah pria yang kaku dan hanya fokus pada pekerjaannya saja, tapi dia bisa basa basi juga. bahkan Sarah sempat merasa canggung saat harus bekerja dengan Tomy


"Ternyata pak Tomy baik juga ya, tampan pula." batin Sarah.


"Ada apa?" tanya Tomy yang sadar telah diperhatiin oleh Sarah


"Oh gak pak. terima kasih sudah antar saya pulang.


Sarah tersenyum dan Tomy sangat bahagia melihat wajah Sarah dihiasi senyum seperti itu, mengingat akhir-akhir ini wajah Sarah selalu tampak kelelahan.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. mendadak Tomy merasa sangat lalar, Ia melihat jam ditangannya dan terkejut


"Astaga sudah jam 8 malam." kata Tomy


"Hah.. masa?" Sarah pun terkejut dan melihat jam ditangannya

__ADS_1


"Oh iya pak, pantas saya lapar sekali." ucap Sarah polos. Tomy pun terkejut ternyata mereka terlalu fokus hingga lupa makan.


"Ya sudah, kita lanjut besok aja deh. kita cari makan dulu baru pulang." kata Tomy


"Emh gak usah pak, saya langsung pulang aja."


"Loh tadi katanya lapar. makan dulu baru pulang."


"Ya sudah saya temani bapak makan aja yah."


Tomy tak menjawab, Ia langsung merapikan meja nya dan pergi."


"Pak tunggu sebentar.saya belum selesai berkemas."


Tomy begitu teliti dalam bekerja itu sebabnya Rendy sangat percaya padanya. lagipula ini sudah diluar jam kantor, seluruh karyawan pasti sudah pulang kecuali security.


"Pak Tomy tadi kemana sih, sebagian lampu sudah mati lagi. duh aku gak berani masuk lift sendirian." gerutu Sarah


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki. Sarah menjadi takut dan bingung.


"pak, apa itu bapak?" namun tak ada jawaban

__ADS_1


Sarah coba mendekati sumber suara langkah tersebut, meskipun Ia sangat takut. Sampai disebuah persimbangan koridor yang dimana lampunya sudah mati dan Sarah tidak bisa melihat apapun didepan nya.


Sarah mulai keringat dingin, dan suara langkah itu terdengar lagi. Entah mengapa Sarah tidak bisa menggerakkan tubuhnya, Ia juga tak berani menoleh. Ia memeluk tas nya dan bergumam.


"Ayah, Sarah takut." kemudian air matanya menetes begitu saja.


Sarah semakin takut bahkan Ia tak bisa merasakan tulang-tulang nya sendiri, Makin dekat, semakin dekat, suara itu benar-benar mengarah ke Sarah, tiba-tiba saja


"Sarah! " Tomy menepuk pundak Sarah


"Aaahhhh....!!" Sarah teriak kemudian memeluk Tomy sangat Erat. Tomy dapat merasakan tubuh Sarah gemetar.


"Sarah, kamu baik-baik aja?" Tomy seketika memeluk balik Sarah, memberikan rasa nyaman.


"Aku takut pak, aku cariin bapak tapi bapak ga ada."


"Kenapa gak turun ke loby dan tunggu saya disana."


"Saya gak berani masuk lift sendirian pak. hik.. hik.. "


"Sudah jangan menangis, gak ada apa-apa disini. kita pulang yah." ajak Tomy

__ADS_1


Sarah melonggarkan pelukannya dan Tomy juga melepas pelukannya perlahan dan menghapus air mata Sarah. Tomy melepas jasnya dan memakaikan ke Sarah. Tomy merangkul Sarah dan mereka menuju lift untuk turun dan keluar.


Entah mengapa, Tomy merasa kasihan dan hatinya sangat sakit melihat Sarah ketakutan. Ia tersiksa melihat air mata Sarah.


__ADS_2