Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 16


__ADS_3

Tuan Erwin yang terkejut dengan pernyataan polisi mengenai anak perempuan dari korban. Tian Erwin benar-benar bingung, satu sisi istrinya masih sangat lemah dan syok, Disisi lain dia memikirkan anak perempuan itu.


"Maaf pak, saya butuh pengacara." pinta tuan Erwin


"Silahkan pak, lebih cepat lebih baik." jelas pak polisi


Tuan Erwin kembali kerumah sakit dengan pikiran dan perasaan yang sangat kacau. Dia masuk keruang rawat istri nya, dan dia melihat istrinya sudah rapi dan selang infus dan oksigen sudah terlepas dari tubuh istrinya.


"Mah.. mamah mau kemana?? tanya tuan Erwin sedikit bingung


"Mau pulang dong pah, tadi Tomi sudah memperbolehkan mamah pulang.


Tuan Erwin hanya terdiam mendengar penjelasan istrinya.


"Papah dari mana, kok pagi-pagi sudah hilang?


"Papah tadi ke kantor sebentar mah." tuan Erwin terpaksa berbohong, Dia takut kalau istrinya akan drop lagi jika tau kebenarannya.


"Oh.. tadi Tomi bilang kalau mamah akan diperiksa sebelum kita pulang."


"Iya mah." Singkat tuan Erwin


Diruang lain rumah sakit itu.


Seorang gadis kecil sedang menangis dan beberapa perawat yang ditugaskan menjaga nya mulai kehabisan akan untuk menenangkan nya. Dokter anak yang bertugas merawat anak itu pun sampai harus lembur demi menjaga gadia kecil itu.

__ADS_1


"Bagaimana ini dok? tanya salah seorang perawat


Dokter hanya terdiam yang sebenarnya dokter itu tau apa yang di utuhkan gadis kecil itu. Dokter berdiri mengampiri gadis kecil itu dan menggendong nya. kondisinya sangat lemah dengan beberapa luka ditubuhnya dan jahitan kecil didahi nya. Gadis kecil itu merasakan perih ditubuhnya karena luka akibat kecelakaan itu, dan mungkin dia juga merindukan pelukan kedua orang tua nya. Dokter sempat tersdiam dan berfikir dan terdiam, kemudian


"Suster, Tolong jaga anak ini sebentar ya."


"Baik dok."


Dokter Dita pun pergi ke ruang dokter Tomi. Dokter Dita masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, dan dokter Tomi hanya terdiam melihat wanita itu masuk


"Ada apa??" tanya Tomi dengan tenang


"Mas, Aku ga bisa melihat anak itu menangis terus." ucap Dita sedikit emosi


"Aku bisa apa Dita."


"Aki belum memberi tahu Erwin soal anak itu."


"Astagaa mas, mau sampai kapan??


"Dit, kita hadus tunggu hasil penyelidikan dulu."


"Paling tidak kita beritahu sama sama mas Erwin."


"Iyaa iyah, nanti aku beritahu Erwin. berhenti lah memarahiku." bujuk Tomi

__ADS_1


Dita hanya terdiam mendengar ucapan Dokter Tomi. Dokter Tomi dan Dokter Dita adalah pasangan suami istri, mereka pasangan yang baru saja menikah. Saat mereka merencanakan bulan madu, mereka justru dihadapkan dengan kasus nyonya Dewi. Dan Dita kesal bukan karena bulan madu nya yang tertunda, melainkan karena hatinya begitu sedih melihat gadis kecil itu.


Dokter Tomi menghampiri ruangan nyonya Dewi, dia berniat memberitahu tentang gadis kecil itu.


"Erwin.." sapa Tomi


"Hai dokter." jawab nyonya Dewi


"Kalian sudah siap-siap?" tanya dokter Tomi melihat nyonya Dewi sudah rapi.


"Iya tom, saya mau Dewi pulang lagian dia sudah kepikiran anak-anak terus.


"Emhh win, saya mau bicara sebentar. Bisa ikut keruangan saya?" tanya Tomi sedikit ragu


"Tentu."


"Mah, tunggu sebentar ya." pamit Erwin. nyonya Dewi hanya mengangguk ringan


Dokter Tomi dan tuan Erwin pun keluar dan berjalan dikoridor rumah sakit, namun ada yang membuat tuan Erwin bingung karena koridor yang mereka lalui bukanlah mengarah keruangan Dokter Tomi .


"Tomy, bukan kah ruangan mu sebelah sana?" tanya tuan Erwin kebingungan


"Sudah ikut saja, nanti juga kamu akan tahu." balas Dokter Tomy.


Dan mereka sampai didepan pintu rawat inap anak-anak.

__ADS_1


"Ruangan siapa ini??"


"Bukalah, kau akan tahu."


__ADS_2