Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 103


__ADS_3

"Kakak senang kamu kemari." ucap Nisa sambil memeluk Tiara


"Tiara minta maaf kak." kata Tiara


"Kenapa harus minta maaf, coba lihat kamu wajahmu pucat. kamu menjadi kurus Tiara." kata Nisa dengan mata berlinang.


"Tiara baik-baik aja kak, sungguh."


"Tuhan sampai kapan gadis ini anak mengalami penderitaan." batin Nisa menatap lekat wajah Tiara.


"Tiara kesini hanya ingin mengunjungi kakak sebelum masuk kelas."


"Apa hari ini kamu mau mengikutin kelas? kamu yakin Tiara?"


"Benar bu, aku sudah membujuknya untuk istirahat sejenak. tapi dia keras kepala."


"Kenapa Tiara?" tanya kak Nisa heran


"Bagaimana kak, aku tidak menyelesaikan kan praktek ku dirumah sakit. aku harus mengejar pelajaranku."


"Iya yah.. baiklah. sekarang pergilah ke kelas kalian. Icha terima kasih banyak ya sudah menemani Tiara."


"Jangan sungkan bu, Icha senang kok."


Mereka pun pamit dan pergi menuju kelas mereka. Tiara disambut hangat dikelas nya, Tiara merasa senang.


"Aku harap kehadiranku tidak menyulitkan kalian dikelas ya." ucap Tiara


Mereka senantiasa membantu Tiara, menyiapkan meja, membantu Tiara turun tangga, bahkan mereka tak segan membanti Tiara dikamar mandi. Mereka sangat tau Tiara adalah gadis yang baik itu sebabnya mereka tak segan membantu Tiara.

__ADS_1


Bahkan Dimas pun tak pernah absen menemui Tiara. Tiara tidak menemukan kendala sama sekali dikampus.


Icha memutuskan untuk tinggal bersama Tiara, agar lebih mudah merawat Tiara sekaligus memantau caffe mereka.


"Kami senang ibu disini, sehat-sehat terus ya bu." ucap salah satu karyawan caffe


"Terima kasih ya teman-teman. aku harap tidak mengganggu pekerjaan kalian."


semua pun saling melempar senyum hangat. dan berbahagia


Dikediaman


Nisa tengah menyiapakan makan malam. sementara itu papah dengan cucunya diruang Tv, ada Rey juga disana.


"Rey.. "


"Papah ingin jalan-jalan ke caffe." ucap papah dengan kedipan mata yg artinya tolong paham maksud papah.


"Oohh iya, mari pah besok kita jalan-jalan sore." Rey mengerti maksud isyarat papah.


jujur saja, papah sangat ingin bertemu dengan Tiara tanpa sepengetahuan mamah. bukan apa-apa, papah hanya merasa lelah meladeni argumen dan pertanyaan-pertanyaan tidak jelas dari mamah.


"Nisa, kapan suamimu akan kembali?" tanya papah.


"Kalau tidak ada halangan seharusnya besok sudah pulang pah." jawab Nisa sembari menghampiri mertua nya


"Baguslah. sudah seminggu Rendy keluar kota." balqs papah


Tak lama mamah keluar dari dapur dan mengatakan makanan sudah siap.

__ADS_1


"Pah, yuk makan." ajak mamah. papah memberi isyarat pada Rey dan Nisa untuk bergegas ke meja makan.


"Halo sayang." suara dari sebrang


"Iya mas, besok jadi pulang kan?" tanya Nisa


"Kenapa? Rindu? " timpal Rendy


"Hahaa rindu sangat." ledek Nisa


"Iya besok aku pulang? ada apa?"


"Tadi papah dan Rey berencana menjenguk Tiara. jujur aku juga ingin ikut mas." suara nisa melemah


"Pergilah. ikut bersama papah."


"Mas bagaimana?"


"Apanya bagaimana?"


"Sudahlah lupakan." ketus Nisa lalu mematikan ponsel nya.


Nisa melihat putra nya sedang terlelap, sangat nyenyak. Nisa berfikir alangkah senang nya Tiara jika bertemu anak nya.


"Sayang nya mamah."batin Nisa sambil mengelus lembut kepala putranya.


sementara itu, Rey tengah berbaring ditempat tidurnya. Ia memainkan ponselnya, kemudian ia mencari akun media sosial Tiara.


Rey merasa lega dan senang melihat foto-foto Tiara tersenyum sangat gembira bersama teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2