Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 50


__ADS_3

Rendy langsung menggendong istrinya dan membawanya ke tempat tidur, Ia merebahkan Nisa dan mengambil minyak angin dan membaluri perut Nisa. Rendy sangat khawatir melihat istrinya lemah dan sangat pucat.


"Mas, mandi dulu gih. aku baik-baik aja kok."


"Baik gimana, pucat begitu."


"Seriusas, mandi dulu yah."


"Ya sudah kamu istirahat ya, aku mandi dulu." Rendy berlalu meninggalkan istrinya dan segera mandi. Nisa merasa aneh karena semula saat pergi Ia merasa sehat tapi saat sampai direstoran dan melihat makanan dia langsung mual.


"Jangan-jangan aku.... " batin Nisa. Ia lalu mengingat tanggal dan mulai curiga, namun Nisa tak berani mengatakan pada suaminya. Hingga Rendy selesai mandi dan mereka pun tidur.


Waktu menunjukkan hari sudah subuh. Anisa diam-diam bangun dan mengambil tas nya,


"Aduh dimana sih, perasaan masih ada."Nisa mencari-cari sesuatu didalam tasnya. cukup lama Ia mencari akhirnya ketemu, Nisa segera masuk kamar mandi dan...


"Sayang kamu sudah bangun." ucap Nisa melihat suaminya ditempat tidur.


"Mau kemana pagi-pagi sudah mandi."


"Gak kemana-mana mas, semalam kan aku ga mandi rasanya gerah."


Rendy hanya diam dan melihat tingkah istrinya yang sedang mengeringkan rambut didepan cermin. Anisa tau bahwa suaminha sedang menatap dirinya, Terlintas difikirannya untuk menjaili suaminya.


"Bisakan jangan menatapku terus." ucap Nisa sedikit ketus


"Sayang, biasanya juga tiap pagi begini."

__ADS_1


"Tapi aku ga suka mas."


"Sayang kenapa sih?" Rendy mulai kebingungan


"Kalau aku sudah melarang ya dituruti, aku ga mau nanti anakku jadi anak yang suka membantah." ucap Nisa sambil mengelus perutnya. Rendy sedikit bingung tapi tak bisa berbuat apa-apa. Nisa lalu melihat suaminya dan mengedipkan mata sambil tersenyum, Rendy terkejut dan terdiam sejenak lalu akhirnya Rendy menerka-nerka.


"Sayang, kamu.... " Nisa segera mengiyakan dan tersenyum sambil memegang perutnya.


Betapa senangnya Rendy, Ia langsung bangkit dari tempat tidur dan segera menghampiri istrinya. Ia memeluk dan mengangkat istrinya, Rendy benar-benar kehilangan akal iya mencium istrinya dan menggendong, Rendy benar-benar bahagia.


"Mas, ya ampun cukup. aku bisa muntah mas."


"Oh maaf sayang, aku benar-benar bahagia sampai lupa diri." Rendy menurunkan istrinya dengan hati-hati.


"Lebih baik kita periksa ke dokter ya mas untuk memastikan."ucap Nisa. Rendy mengangguk tanda setuju. benar-benar pasangan yang sedang berbahagia setelah penantian cukup lama.


Tiara dan Icha baru saja terbangun.


"Pagi Tiara."


"Pagi juga Cha."


Mereka pun bangun dan merapikan tempat tidur mereka masing-masing. Tiara yang memang terbiasa rapi membuat Icha pun menjadi seorang yang rapi.


"Icha, setelah sarapan kita pergi yah."


"Astaga Tiara harus kah kit pergi sepagi ini."

__ADS_1


"Baiklah, tapi jangan terlalu siang deh."


"Iya iyahh. aku cm butuh waktu memilih baju."


"Baju untuk apa?"


"Duh Tiara, ini kan hari minggu. pasti banyak cowok yang sedang jalan-jalan."


"Ya ampun cha, ada-ada aja sih."


Tiara dan Anisa pun mandi bergantian lalu mereka siap-siap sarapan. Icha sangat penasaran, kemana Tiara ingin mengajaknya.


"Tiara, sebenarnya kita mau kemana sih?"


"Temani aku cari tempat."


"Tempat apa, ini apa sih Tiara kok aku ga paham ya."


"Kita mencari tempat seperti lahan atau ruko yang bisa aku sewa."


"Untuk apa?"


"Aduh Ichq, aku ga mau selama nya bergantung dengan keluarga pratama. aku juga harus memulai mandiri, aku akan coba buka usaha."


"Serius kamu, mau usaha apa?"


"Sudahlah. yang penting cari tempatnya dulu."

__ADS_1


__ADS_2