
"Pah. Tiara mohon..
"Mohon untuk apa Tiara?" Rey memotong kalimat Tiara
Tiara benar-benar terkejut melihat Kakak nya tiba-tiba muncul dibelakang nya. Anisa langsung merangkul Tiara yang sedang khawatir, sementara Rendy berusaha menenangkan mamah nya.
"Mah, Rendy mohon jangan begini. bicaralah baik-baik.
"Mamah kurang apa Ren, selama ini mamah selalu diam." suara mamah meninggi namun Rendy berusaha meredam emosi mamah nya.
"Pah, jawab Rey. Tiara memohon untuk apa?"
"Kak, nanti aku yang akan menjelaskan, aku mohon." pinta Tiara sambil merangkul lengan Rey
"Kali ini jangan coba-coba Tiara, diamlah. Papah..!! " Tegas Rey. karena Rey benar-benar yakin ada yang tidak beres dengan Tiara.
__ADS_1
"Tiara, meminta papah untuk mengurus kepindahannya ke asrama kampus." ucap papah sedikit khawatir, membayangkan tanggapan Rey
"APAAA!!! tiara yang benar aja kamu. apa yang kurang dirumah ini hah!!" emosi Rey mulai terpancing.
"Ya ampun Rey, Tiara akan pindah ke asrama bukan penjara. dia pasti baik-baik aja disana, kenapa kalian berlebihan." sahut mamah
"Mamah..!! Tiara perempuan mah, ga sepantasnya dia keluar dari rumah." timpal Rey
"Mamah sudah muak. Terserah!!!" mamah emosi dan pergi meninggalkan zona drama tersebut. dan tidak ada satu orang pun yang menahan mamah.
"Pah, Rey..!! sebaiknya kita masuk sekarang ya. ini sudah larut, lebih baik kita istirahat dulu tenangkan hati dan fikiran kita. besok kita akan membicarakan nya lagi." saran Anisa
"Tiara masuk ke kamarmi sekarang." ucap Rendy dengan tenang. Tiara pun patuh dan pergi sambil menghapus air mata nya.
Sementara itu Nisa mengajak Rey untuk duduk dan tenangkan diri. Rendy pun juga ikut duduk bersama adik dan istri nya. mereka membisu merasakan kekhawatirannya masing-masing. Akhir nya Rendy coba mengajak Rey bicara,
__ADS_1
"Rey, kita tahu seperti apa Tiara. sepanjang hidupnya dia ga pernah membantah siapa pun, meskipun kita tau itu bertentangan denga hatinya." terang Rendy
Rey membuang pandangannya kesembarang arah dan menghela napas panjang. Ia masih tidak percaya dengan keputusan Tiara, apa yang membuat adiknya hingga memilih untuk tinggal diasrama. Rey benar-benar hanya terdiam memikirkan semua itu.
"Rey, Tiara ga pernah minta apapun. Yah kakak tau selama ini gerak gerik Tiara selalu dalam pengawasan dan jaminan keselamatannya ada ditangan kita. tapi ini permintaan pertamannya, ga bisa kah kita memberinya kesempatan, mungkin dia ingin menemukan dunianya.
"Dunia seperti apa yang dia cari kak. Apa yang tidak ada dirumah ini." Rey masih mengelak dan tidak bisa membiarkan Tiara pergi.
Rendy dam Anisa saling lempar pandang, seolah mata mereka mengatakan "ini yang aku khawatirkan"
"Rey, pergilah istirahat tenangkan hatimu." pinta Nisa. dan Rey tanpa sepatah kata pun pergi meninggalkan Kakak dan kakak ipar nya.
"semoga besok lebih baik mas." ucap Nisa sangat khawatir. Rendy yang paham perasaan istrinya langsung memeluknya
"Tenang lah, Sekarang yang kita takutkan sikap Rey. semoga besok dia bisa lebih tenang." ucap Rey
__ADS_1
Anisa juga berharap seperti itu. Rendy pun mengajak istrinya untuk isirahat. dan berharap besok baik-baik saja.