Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 30


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu.


Kini Rey siudah terbiasa dengan suasana dikantor. Dan Tiara pun sudah resmi menjadi mahasiswi Univ X.


Setiap pagi Rendy dan Rey berangkat ke kantor bersama, begitu pun dengan Anisa dan Tiara yang berangkat kekampus bersama dengan mobil yang berbeda.


selama menjadi mahasiswi dikampus tersebut, Tiara diam-diam menelusuri setiap seluk beluk kampus. yang menjadi perhatian Tiara, asrama putri tidaklah jauh dari kampus hanya berjalan kaki sedikit . Akhirnya Tiara memutuskan untuk tinggal diasrama, hanya saja dia bingung bagaimana mengatakan pada keluarga nya.


Sore hari..


Hujan sangat deras mengguyur kediaman Pratama. Tiara duduk dibawah jendela menikmati air hujan yang menghiasi kaca jendela kamarnya. Tiara menatap langit yang gelap, Tiara mengenang masa-masa bahagia dirumah itu, bagaimana seluruh keluarga memanjakan dan menjaga nya. bahkan hingga detik ini seluruh keluarga mengawasi dan memastikan langkah Tiara todak terhambat dengan apapun.


"Pah, Mah.. maafkanlah keluarga Pratama. Mereka sangat mencintai dan Menjaga Tiara. Mereka sudah memenuhi tanggung jawab nya pada Tiara, Maafkanlah mereka." batin Tiara seraya memejamkan mata nya.


Air mata Tiara pun tidak terbendung lagi. merlahan air mata nya mengalir bersama air hujan yang mengalir dikaca jendela kamarnya.

__ADS_1


Malam hari nya,


Keluarga Pratama sedang berada diruang makan menikmati makan malam.


"Ehem.. Pah, mah.. Rendy akan keluar kota beberapa hari. dan urusan kantor sementara akan ditangai Rey." kata Rendy


Semua orang yang ada diruang makan sedikit bingung. Menurut tuan Erwin cabang perusahaan mereka diluar kota stabil, kemana Rendy akan pergi. Rey juga sama bingung nya, pasalnya dirinya tidak diberitahu sebelumnya, parahnya lagi Anisa benar-benar heran kemana suami nya akan pergi.


"Eemm begini Ren" belum selesai bicara, Rendy memotong kalimat papahnya


Lagi-lagi mereka terkejut dengan perkataan Rendy. Rey dan Tiarabyang sempat kaget kini mereka saling pandang satu sama lain sambil melempar isyarat "Apa kakak akan bulan madu lagi?" kurang leboh begitulah arti dari isyarat mereka.


Dan Anisa, dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Dia merasa terkejut dan sangat bahagia. Karena dia menganggap suami nya kaku jadi sangat sulit mengajaknya berlibur.


"Kenapa kalian tidak beritahu jauh-jauh hari?" tanya mamah

__ADS_1


"Emh ini memang mendadak mah, kebetulan dikantor tidak terlalu sibuk jadi aku mau ajak Anisa liburan."jelas Rendy


Anisa merasa bahagia mendengar penuturan suami nya. dia tidak menyangka bahwa suami nya mendengarkan ucapannya tempo hari, yang pada saat itu Anisa tidak mengharapkan hal yang lebih dari suaminya.


"Rey, bagaimana? bisa ditinggal kak Rendy??" tanya papah


"Tentu pah, serahkan ssgalanya pada Rey." jawab Rey dengan yakin. Rey tahu betul bagaimana susah payah nya Rendy mengurus perusahaan keluarga. Dan memamg kakak ya berhak memdapat waktu untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama istrinya.


"Mamah harap ada kabar baik setelah kalian pulang dari liburan." ucap mamah menggoda anak dan menantunnya.


Rendy dan Anisa menjadi salah tingkah dengan ucapan mamahnya, sementara itu Rey dan Tiara tertawa meledek melihat tingkah kakaknya.


"Si kaku bisa juga romantis kasih kejutan sama kakak ipar."ledek Rey


"Bisa diam ga?" sahur Rendy sedikit kesal.

__ADS_1


Papah dan mamah yang melihat anak-anaknya tertawa menjadi bahagia. dan berharap kebahagian ini tidak akan pernah pergi.


__ADS_2