
Tiara terbangun dari tidur nya. dia membuka matanya perlahan karena cahaya matahari menabrak wajahnya, dia merasa sakit dibadannya.
"Ya ampun, ternyata aku tertidur dilantai semalaman." ucapnya sambil memegang bahunya.
Tiara bangkit dan melangkah ke jendela kamarnya, Ia membuka luas korden kamarnya, menatap langit yang cerah. Ia berfikir akan kah pagi ini hati mulai damai, amarah mulai redam.
Tiara akhirnya memutuskan untuk mandi dan turun keruang makan. tapi saat menuruni anak tangga, langkah Tiara tiba-tiba terhenti kala melihat seluruh keluarga berkumpul diruang keluarga.
"ini jam berapa sih, kenapa mereka sudah ada disana. Ya tuhan bantu aku." Batin Tiara, lalu ia menarik napas panjang
Semakin dekat semakin lambat juga langkah Tiara karena melihat wajah semua orang. Tiara seperti berada diruang persidangan, entah apa yang akan terjadi Tiara pasrah yang pasti dia akan tetap pada keputusannya untuk tinggal diasrama.
"Duduklah." ucap papah dengan nada pelan. Tiara pun menuruti dan melihat wajah keluarganya satu per satu, namun Tiara benar-benar tak berani menatap Rey. Rey yang seakan ingin meledak berusaha menahan amarahnya, karena takut kalau Tiara akan membencinya.
Tiara duduk disamping Anisa dan Anisa saat paham perannya saat ini, Nisa mengenggam tangan Tiara dan memberi isyarat bahwa semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
"Tiara, jelaskan kenapa ingin tinggal diasrama. Kak Rendy dan Kak Rey siap selalu untuk Tiara."
"Eemhh Tiara mau mandiri pah."
"Mandiri tidak harus pindah keasrama nak, lagipula Kak Anisa kan mengajar disana kalian bisa pergi bersama."
"Pah, Tiara ingin mandiri. Tiara mau menemukan dunia Tiara sendiri, Tolong pah mengerti. Tiara mohon."
"Dunia seperti apa yang ingin kamu temui Tiara? " Rey membuka suara dengan tatapan serius.
"Tiara mau mandiri kak, lagipula asrama nya dekat kampus, lebih mudah segalanya." Tiara masih berusaha membujuk
"Sudah lah pah, itukan maunya Tiara sendiri." sahut mamah sedikit cuek. Papah, Rendy, dan Rey kompak menatap mamah seolah meminta untuk diam. Sebenarnya mamah juga menyayangi Tiara hanya saja mamah selaku berfikir bahwa Tiara adalah hasil perselingkuhan.
"Tiara, asrama itu ketat. kamu tidak akan bisa seenakny pergi jalan dan lain-lain, fikirkan Tiara." Rey masih berusaha membujuk meskipun rasanya dia sudah tidak sabar lagi.
__ADS_1
Tiara hanya tertunduk menahan tangisannya, Dan Anisa yang berjiwa malaikan sangat lah paham jika Tiara tidak ingin ditekan. Nisa pun mencoba membantu Tiara.
"Sebentar pah, Rey, begini. Tiara kan ingin tinggal diasrama kampus, letaknya juga tidak jauh. lagipula kita kan tetap bisa bertemu Tiara kapanpun tanpa alasan khusus kan pah. mungkin lebih baik kita biarkan saja Tiara mencoba nya pah." ucap Anisa dengan tenang.
Rendy sangat paham kalau istri nya ingin membantu Tiara, karena situasi apapun memang Anisa lah yang selalu berdiri didepan Tiara. Rendy pun ikut mencoba membantu.
"Benar kata Nisa pah, lagian itu kan milik kita pah, kita bisa pantau Tiara kan. Rey biarkan Tiara mencoba nya yah, kapan pun kamu ingin bertemu Tiara atau bahkan mengajak nya keluar, kamu bisa melakukannya." Rendy coba membujuk
"Terserah." ucap Rey lalu bergegas meninggalkan rapat dadakan tersebut
Tiara melihat kepergian Rey.
----------------------------------------------------------------------------
Hay semua. terima kasih sudah setia membaca karya pertama ku, semoga banyak hikmah dan pelajaran ya. aku juga mau minta maaf karena sering lambat up, karena banyak banget kerjaan dikantor. tapi aku terus berusaha up setiap hari. jangan lupa follow instagram aku @sarinurdiaa dan tiktok aku @darasariii. selamat membaca.
__ADS_1