
Dipagi yang cerah, Rey sudah keluar rumah untuk joging ringan disekitar perumahan nya. disekitar rumah Pramata memang sangat nyaman untuk dipakai berolahraga meski hanya sekedar jalan santai dipagi dan sore hari.
Saat Rey sedang lari, ada beberapa gadis yang juga tengah olahraga melihat Rey melintas. Mata mereka tidak berhenti memandang Rey, namun Rey tidak memperdulikan nya dan itu membuat para gadis semakin penasaran padanya.
Dirumah.
"Rey kemana mah, kenapa tidak ikut sarapan??" tanya papah
"Rey keluar tadi pah, kata nya mau joging" jawab mamah
Rehan dan Anisa yang sudah siap dengan seragam dinas nya ikut bergabung dimeja makan. Seperti biasa Rehan yang selalu pergi kekantor dan Anisa yang seorang dosen siap untuk mengajar kembali setelah sebelumnya dia izin karena kedatangan Rey.
Rehan dan Anisa sudah 5 tahun menikah, namun belum diberikan keturunan. tapi itu tidak membuat Rehan dan keluarganya berkecil hati, Bagi mereka yang terpenting Rehan dan Anisa tetap bahagia dan berusaha.
"Pagi pah.. pagi mah.." sapa Rehan dan Nisa bersamaan.
"Pagi nak.. Ayoo sarapan" jawab mamah
"Ka Nisa, Kalau nanti Tiara kuliah kita bisa berangkat bersama ya..!! " tanya Tiara
"Tentu.. kita bisa berangkat bersama. Tiara sudah siap untuk pendaftaran bulan depan??" Anisa
__ADS_1
Tuan Erwin dan Nyonya Dewi tersenyum melihat kehangatan keluarga nya. tapi setiap Nyonya Dewi melihat wajah Tiara entah kenapa hati nya sedikit kesal. dan lagi-lagi itu tidak disadari anggota keluarga lainnya.
"Rehan dan Nisa berangkat dulu ya pah..!!" pamit Rehan dan Nisa sambil mencium tangan Papah dan Mamah nya.
"Hati-hati ya kaa" timpal Tiara
Rey yang baru memasuki pagar rumahnya melihat Rehan dan Anisa hendak berangkat kerja.
"Sudah mau berangkat ka??? " tegur Rey
"Iyah hari ini kakak anak sedikit sibuk, kamu baik-baik dirumah ya" balas Rehan
"Siap bos" jawab Rey
"Rey. dengarkan papah. sekarang papah sudah tua dan papah sudah tidak bisa mengelolah perusahan kita." ucap.papah sambil membenahi tanaman nya
"Papah mau kamu bantu ka Rehan ya nak" pinta papah
"Iyaa pah, Rey akan belajar" jawab Rey
"Baiklah kalau begitu minggu depan ikutlah ke kantor bersama kakakmu"
__ADS_1
Disisi lain Kediaman Pratama
Tiara yang sedang berdiam diri dibalik jendela kamarnya. entah mengapa dia memikirkan sikap mamah nya selama ini yang. Ia merasa mamah nya tidak hangat padanya, tidak seperti pada kedua nya. padahal setiap hari Tiara melihat mamah nya. tapi entah kenaoa dia selalu merasa merindukan mamahnya. dan tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.
"Tiara.. kakak ingin mengajak mu kelu..." belum sempat Rey menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba dia terhenti karena melihat air mata adik nya.
Tiara yang disibukkan dengan lamunannya tidak menyadari kehadiran Rey, dan tidak zwmoat menghapus air matanya.
Rey dengan sigap menarik adiknya dalam pelukannya, hati nya benar-benar sakit melihat Tiara menangis.
"Kamu ga mau cerita sama kakak???" tanya Rey
Tiara hanya menggelengkan kepalanya tanda iya menolak untuk bercerita.
Rey yang mengerti maksud adiknya berusaha menghibur
"Kakak ingin mengajakmu jalan-jalan. kamu mau??? tanya Rey sambil mengusap air mata Tiara
Tiara tersenyum dan menjawab "ayo ka"
Rey mengajak Tiara mengelilingi kota, Rey membuat Tiara tertawa hingga melupakan kesedihan. Hingga malah hari Rey mengajak Tiara makan jagung bakar ditepian kota.
__ADS_1
#######
Hai.. Kenal aku lebih jauh yuuk. jangan lupa follow instagram aku @sarinurdiaa dan tiktok aku @Darasariii. mari kita jalin silaturahmi :-)