Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 97


__ADS_3

"Bagus, saya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada nyonya untuk mengetahui apakan kondisi tubuh anda siap melakukan operasi ini." jelas dokter


"Silahkan dok, semoga semua baik." jawab papah


Rey yang mendengar percakapan tersebut semakin frustasi dan rasa ini akhir dari segalanya.


Akhinya mamah dipindahkan untuk melakukan pemeriksaan. Sementara itu, Dokter yang menangani Tiara kalang kabut karena kondisi Tiara yang tiba-tiba menurun, bahkan saat ini Tiara tak sadarkan diri.


Dokter dan tim nya begitu sibuk dengan peralatan mereka, mereka mengupayakan segala cara untuk menolong Tiara, sementara itu Icha sudah sangat lemah menyaksikan sahabatnya terbaring tanpa Reaksi dan begitu banyak kabel yang menempel pada tubuh Tiara.


"Tuhan, aku mohon selamatkan Tiara. jangan sakiti dia tuhan." batin Icha sambil menangis. bahkan tanpa Ia sadari, tubuhnya sudah jatuh kelantai karena lemas dan syok melihat kondisi Tiara yang tiba-tiba tak sadarkan diri.


Monitor disamping tempat tidur Tiara menunjukkan kondisi Tiara yang mulai stabil namun Tiara masih tak sadarkan diri. Dokter Rizal yang menangai Tiara pun pergi menemui dokter Irfan yang menangani mamah.


Dokter kini membaca hasil pemeriksaan mamah dan kebingungan.


"Dokter, maaf saya tidak mengetuk pintu." kata dokter Rizal


"Oh silahkan, ada apa?"

__ADS_1


"Begini dok, kondisi Tiara tiba-tiba menurun dan saat ini Tiara tidak sadarkan diri. bagaimana ini?"


"Apa..!! ini benar-benar aneh."


"Maksud dokter?"


"Coba dokter periksa hasil pemeriksaan nyonya Dewi pagi ini." ucap dokter Irfan


"Bagaimana mungkin ini dok?"


Disaat bersamaan, Rehan dan Anisa baru tiba dirumah sakit dan langsung menuju kamar Tiara.


Rehan yang tak sabar langsung masuk ke kamar Tiara, dan betapa syok nya dia mendapati Tiara terbaring tak berdaya dengn swlang oksigen dan kabel-kabel yang sudah menempel ditubuh Tiara.


Rehan yang sedang menggendong putra nya merasa seluruh tubuhnya tak berdaya bagai tak memiliki tulang. Anisa yang juga ikut masuk karena tak mendapat jawaban dari Icha pun tak kalah terkejut.


Anisa sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia mendekati Tiara dan mengusap kening Tiara. Air mata Anisa jatuh begitu saja, Ia tak menyangka Tiara harus mengalami ini semua.


Anisa mencium wajah Tiara, membisikan Tiara.

__ADS_1


"Kamu adalah anak yang kuat, kamu harus berjuang Tiara." lepas itu Anisa tak bisa berhenti menangis.


Rendy menitipkan putra nya pada suster, karena Rendy tau Ia akan sangat sibuk jadi Ia membawa pengasuh putra nya. Rendy keluar dan pergi mencari dokter Rizal.


Rendy mencari keruangan dokter Rizal, namun Ia tak menemukannya. Lantas Rendy terus mencari hingga Ia berpapas dengan Rey yang ingin keruangan Tiara.


"Kakak, sejak kapan kakak dirumah sakit?"


"Rey, kakak sedang mencari dokter Rizal. Apa kau melihatnya?" tanya Rehan


"Gak, mungkin sedang menemui dokter Irfan." jawab Rey sedikit bingung. Rehan pun hendak pergi namun ditahan oleh Rey.


"Ada apa kak, kenapa kakak terlihat cemas?"


"Sebaiknya kamu ikut kakak mencari dokter Rizal." tanpa menunggu jawaban Rey, Rehan menarik tangan Rey agar ikut dengannya.


"Tapi kak, aku ingin melihat Tiara. Kakak pergi saja sendiri."


Namun Rehan tak peduli, Ia terus berjalan mencari dokter Rizal. Rehan tak fikir panjang, Ia langsung menuju ruangan dokter Irfan

__ADS_1


__ADS_2