
Hari berganti dan mamah masih dirawat. papah, Rendy dan Rey bergantian menjaga mamah. namun satu hal, Tiara masih belum mengetahui masalah ini. dan parahnya lagi keluarga Pratama benar-benar luoa akan Tiara bahkan mereka tidak sadar jika Tiara dinas dirumah sakit dimana mamah dirawat, yaitu rumah sakit Pratama yang manq rumah sakit itu akan menjadi milik Tiara.
Diruang rawat mamah, mamah sedang tidur sementara papah duduk disofa sambil membaca buku. Tiba-tiba saja mamah merasa nyeri diperutnya.
"Aduh, papah...!!" mama coba memanggil paph sambil memegang perutnya. saat mendengar papah langsung kaget dan bergegas mendekati mamah.
"Ada apa mah, apa yang terjadi."
"Perut mamah sakit sekali pah." rintih mamah
papah langsung menekan tombol yang ada diatas kepala mamah dan memanggil dokter. Tak lama dokter dan beberapa perawat termasuk Icha datang dan langsung memeriksa keadaan mamah. sementara itu papah berusaha menghubungi Rendy.
Dokter tengah mengupayakan segala cara, papah diluar menunggu dengan cemas. tak lama Rendybdan Rey datang bersamaan setengah berlari menghampiri papah.
"Pah, mamah bagaimana?"tanya Rey
"Dokter masih ada didalam nak, kita tunggu sebentar."
__ADS_1
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka. Yah, Tiara. dia mengawasi sejak dokter masuk ke ruangan mamah dengan tergesa-gesa.
Sebelumnya Tiara ingin mendatangi Icha untuk mengajaknya makan siang. namun saat Tiara berjalan, tanpa sengaja Tiara melihat Icha berlari tergesa-gesa bersama dokter dan dua perawat. Tiara berusaha memanggil Icha, namun Icha tak mendengar dan berlalu begitu saja. Akhirnya Tiara mengikuti karena rasa penasarannya. saat Tiara berusaha berlari mengejar Icha, langkah Tiara tiba-tiba terhenti karwna melihat tuan Erwin berada didepan ruangan dimana Icha dan Dokter masuk. Tiara akhirnya memutuskan untuk mengawasi dari jauh. tak lama Tiara berdiri disana tiba-tiba ada suara,
"Rey ruangan mamah disebelah sana." itu suara Rendy yang berlari dengan Rey.
Tiara semakin penasaran, namun Ia sadar bahwa Ia tak bisa terus menerus berada disana. akhirnya Tiara memutuskan untuk kembali keruangannya.
"Aku akan menanyakan ini pada Icha." batin Tiara
Tak lama pintu ruangan mamah terbuka dan Icha yang keluar. Rey begitu terkejut melihat siapa yang keluar,
"Kak Rey." sapa Icha
"Bagaimana ini bisa.. " tanya Rey sedikit bingung
"Iya kak, Aku dinas dirumah sakit ini."
__ADS_1
"Rey tunggu sebentar. Bagaimana keadaan mamah."
"Iya, maaf kak Rendy. jadi untuk sementara ini kami mamou mengatasi nyonya, namum kami tidak bisa membantu terlalu lama. tapi untuk lebih jelas kakak bisa menemui dokter." terang Icha
"Apa kami bisa masuk?" tanya papah
"Silahkan tuan. saat ini nyonya sudah lebih tenang." jawab Icha
Rendy dan papah pun masuk untuk melihat keadaan mamah. Rey oun juga ikut masuk, namun sebelum Rey sampai dipintu terlebih dahulu Rey mendekati Icha dan berbisik
"Apa dia juga ada disini?" tanya Rey kemudian diawab oleh Icha dengan anggukan.
Rey pun membalas anggukan Icha kemudian berlalu.
Didalam Ruangan mamah
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" papah menghampiri dokter
__ADS_1
"Begini tuan, mengingat usia nyonya sangat sulit baginya bertahan. akan semakin sering nyonya merasanya nyeri diperutnya tuan. dan sampai saat ini, kami belum menemukan donor ginjal." dokter menjelaskan.
Mendengar penjelasan dokter, papah duduk dengan lemas, Rendy dan Rey seperti orang kehabisan akal.