Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 33


__ADS_3

Beralih ke Rendy dan Anisa.


Mereka sudah sampai dikota tujuan dan langsung ke hotel yang sudah dipesan Rendy.


"Sayang.. ini kamar kita. " ucap Rendy sambil membuka pintu kamar.


Nisa pun tersenyum dan langsung masuk. Saat masuk, Nisa tercengang melihat betapa mewah nya kamar yang dipilih suaminya dengan pemandangan yang memperlihatkan luas nya pepohonan dan gunung. udara nya begitu sejuk menyegarkan.


"Indah mas." kata Nisa perpesona.


"Kamu menyukai nya?" balas Rendy sambil memeluk istrinya dari belakang.


Cukup lama Rendy dan Anisa menikmati pemangangan yang tidak pernah mereka temui. Mendadak Rendy merasa lapar, dia berusaha menahan karena tidak ingin melewatkan drama romantisnya bersama sang istri. Yaah memank dia seorang direktur yang bisa mengendalikan apapun. tapi.....


grgrgrgrr....

__ADS_1


Seketika adegan romantis itu berubah. Nisa berbalik menatap suaminya, sempat beberapa saat mereka saling memandang. kemudian Anisa tertawa geli


"Hahaa ya ampun mas, kamu lapar? " tanya nya sambil tertawa


"Menurutmu??" ketus Rendy


"Aduh mas, bilang lapar aja gengsi banget sih. " Nisa masih tidak mampu mengatur tawa nya.


"Ketawa?? " nada Rendy semakin kesal.


"Tolong lah mas buang gengsi nya sementara. kita lagi bulan madu loh, hanya kita berdua disini. Senyum dong " rayu Nisa


"Hahahaaaaa Ya ampun mas perut aku sampai keram nih ketawa. sudah aah kita pergi cari makan yukk!!" Ajak Nisa.


Rendy hanya bisa pasrah karena sejujurnya dia sudah sangat lapar. Akhirnya mereka pun keluar dan mencari restoran. selama perjalanan, Rendy tidak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Anisa. Anisa benar-benar tersentuh dengan perlakuan suaminya.

__ADS_1


"Terima kasih mas. aku tahu dibalik sikap kaku mu l, hati mu begitu lembut. Begitu besar nya hatimu menerima kekuranganku yang sampai saat ini belum bisa memberikanmu keturunan. Dan cinta yang tidak pernah kurang kamu berikan pada Tiara, membuatku yakin kelak kamu akan menjadi ayah yang siaga melindungi anak kita nanti." batin Anisa


Rendy yang sangat sadar bahwa istrinya sedang menatapnya berpura-pura fokus mengemudi. Dia tahu bahwa istrinya saat ini sangat bahagia, dia merasa bersalah karena kurang meluangkan waktu bersama istrinya karena fokus bekerja.


"Sayang, maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami terbaik untuk mu. aku terlalu kaku untuk mengatakan perasaanku, tapi percayalah hanya kami yang terselip dihatiku. "bayin Rendy sambil terus mengenggam tangan istrinya.


Akhirnya mereka sampai disebuah restoran mewah dengan pengunungan indah disisi belakang nya. mereka memilih gazebo untuk tempat makan merema, karena Anisa ingin melihat pemandangan yang terhampar didepan matanya.


Rendy memanggil pelayan restoran tersebut dan memesan beberapa menu makanan. Sembari menunggu makanan, Rendy sesekali memainkan ponselnya. sementara itu Nisa benar-benar terpanah melihat pemandangan sekitar hingga tidak menyadari kalau suaminya memotret dirinya. Rendy yang kembali memainkan pinselnya terlihat senyum-senyum.


Anisa yang melihat suaminya tersenyum memainkan ponsel pun jadi penasaran dan pelan-pelan mendekati suaminya.


"Ya ampun mas, jadi diam-diam mas foto aku ya. " ucap Nisa menggoda suaminya.


"Aku foto istriku sendiri, kenapa ga terima?" jawab Rendy tanpa menoleh. Anisa yang mendengar sedikit kesal, Dia pun merebut ponsel suami nya.

__ADS_1


"Heii Nisa, apa yang kamu lakukan." ucap Rendy sedikit kaget


"Jangan banyak tanya, sini dekat-dekat kita selfie." sahut Nisa sambil menarik lengan Rendy.


__ADS_2