Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 54


__ADS_3

Dikantor


Rey benar-benar tekun dengan pekerjaannya. Ia berfikir bahwa dia harus bijak antara pekerjaan dengan Tiara.


Rendy mengetuk pintu ruangan Rey. Rey mengetahui siapa yang mengetuk pintu ruangan nya, Ia pun mempersilahkan kakaknya masuk.


"Bagaimana Rey?"


"Banyak berkas yang harus aku selesaikan kak."


"Kakak senang melihatmu fokus seperti ini."


Rey yang mendengar ucapan kakaknya menjadi tidak enak hati.


"maafkan aku kak, harusnya aku bisa memisahkan urusan kantor dan pribadi." ucao Rey sedikit lemah


"kakak sudah pernah mengatakan Rey, tanggung jawabmu dikantor ini tidak main-main. belajar untuk lebih bijak ya." nasehat Rendy


"Baik kak." ucap Rey

__ADS_1


Rendy sangat bijak menyikapi tingkah adik nya. dia sangat paham akan perasaan Rey, namun Ia harus tega untuk mendidik Rey agar menjadi pria bertanggung jawab.


Kini Tiara dan Icha sudah berada di caffe tempat Ia akan bertemu dengan pemilik caffe yang akan dijual. tidak begitu lama, orang yang mereka tunggu pun tiba. sang pemilik caffe pun mengajak Tiara dan Icha untuk masuk. mereka duduk disalah satu meja tamu, dan Tiara sudah sangat tidak sabar membicarakan masalah caffe tersebut.


"Jadi saya langsung saja ya mas, mengenai caffe ini apa benar mas ingin menjual nya?" Tiara membuka obrolan


"Benar mba, saya ingin menjualnya sebab saya akan pindah keluar kota dan tidak ada yang bisa mengurusnya."


perbincangan pun berlangsung cukup lama hingga mereka menemui kesepakatan, dan Tiara akan menjadi pemilik caffe tersebut.


Tiara pun berpamitan karena Ia merasa urusan jual beli caffe tersebut sudah selesai.


Dalam perjalanan kembali ke asrama Tiara dan Icha berbincang-bincang mengenai kelanjutan caffe tersebut.


"Apaan sih Cha, ini blm apa-apa loh. banyak yang harus aku persiapkan dan pasti aku sangat membutuhkanmu." jawab Tiara


"Tenang Tiara, aku ada untukmu. yang penting gaji sesuai." ucap Icha sambio menaiki alisnya


Tiara menoleh dan matanya melotot, mereka terdiam namun setelah itu mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Rendy berada dikamarnya sedang menatap laptopnya, dengan teliti Ia memeriksa semua pekerjaannya. Rendy mengusap-usap kening nya, terlihat dia sedikit khawatir.


"Mas, kamu kenapa? " Tegur Nisa yang terus memperhatikan suaminya.


"Gak kok sayang. hanya sedikit pusing aja." jawab Rendy


"Mas, istirahat aja dlu ya. besok baru dilanjutin lagi kerja nya."


"Yah, mungkin aku kurang tidur juga."


Rendy merapikan laptop dan berkas nya, kemudian dia beranjak ketempat tidur. Anisa tahu dengan jelas, bahwa Rendy sepanjang hari memantau Tiara, Ia tidak kehilangan jejak sedikit pun mengenai Tiara.


"Kamu memang kaku mas, tapi hatimu begitu lembut. cinta mu begitu besar untuk orang-orang disekitarmu. percayalah kebaikan akan selalu bersamamu." bwtin Nisa sambil mengusap-usap kening suaminya hingga tertidur


Disisi lain, Rey yang mulai merasa mengantuk pun berlahan akan terlelap. namun bayangan Tiara selalu muncul dalam fikirannya, senyuman dan tawa Tiara membuat Rey sangat merindukan adiknya.


"Apa aku coba telpon Tiara aja yah." gumam Rey.


Ia pun mengambil ponselnya dan mencari kontak Tiara.

__ADS_1


Rey mencoba menghubungi Tiara namun tak ada jawaban, Rey mencobw sekali lqgi dan lagi-lagi tak ada jawaban.


"Mungkin Tiara sudah tidur." batin Rey. sebenarnya Rey sedikit kecewa tapi Ia berusaha menepisnya.


__ADS_2