Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 108


__ADS_3

"Sssttt... aku gak mau dengar kalimat itu Sarah. tolong."


Sarah hanya terdiam dan terus memandang lekat wajah Tomy. Tomy semakin menguatkan pelukannya membuat wajah mereka seakan tidak ada spasi.


"Sarah, jadi istriku yah." suara Tomy lembut membuat Sarah tak berdaya. Sarah melingkari tangannya dileher Tomy, wajah mereka semakin dekat dan Sarah mencium Tomy perlahan. Tomy pun menyambut hangat seakan mengerti bahwa Sarah memberikan jawaban iya atas pernyataannya.


"Thank's Sayang." bisik Tomy.


Kita Kembali lagi Ke Icha


"Ini kenapa sebenarnya, kenapa aku merasa aku satu-satu nya jadi orang bodoh." Icha terus mengoceh tak karuan sementara pria disebelahkan sangat santai mengemudi.


"Heloo, ada orang....!!! " timpal Icha


"Astaga bisa tenang sedikit gak sih?"


"Aku mau tenang gimana, ini membingungkan."


"Ok akan aku jelaskan, jadi selama ini aku hanya menyamar sebagai mahasiswa dikampus. aku mendapat tugas dari pak Rendy untuk menjaga Tiara selama Tiara tidak tinggal dikediaman. hal itu juga sudah diketahui pihak kampus." Jelas nya

__ADS_1


Yaah, pria itu adalah Dimas yang selama ini Icha tau adalah mahasiswa dikampus. Dimas merupakan orang kepercayaan Rendy, kemampuannya sudah tidak diragukan lagi. bedanya jika Dimas lebih lihay dengan urusan diluar kantor sementara Tomy ditugaskan dikantor.


Tiara pun akhirnya mengetahui ini saat Ia dirawat dirumah sakit, kala itu Rendy meminta Dimas untuk mengurus kebutuhan Tiara hingga akhirnya Tiara diperbolehkan untuk pulang.


"Jadi selama ini kakak gak pernah ikut kelas manapun, begitu?" tanya Icha masih sedikit tak percaya


"Yaap. saat aku memastikan kalian sudah aman didalam kelas, maka aku akan kembali ke kantor dan melaporkan segalanya pada pak Rendy. Awalnya aku ditugaskan mendampingi pak Rey, namun rencana berubah saat Tiara memutuskan keluar dari kediaman." Dimas kembali menjelaskan.


Kini Icha mengerti, mengapa disetiap kesulitan Tiara selalu dengan mudah menemukan jalan keluar.


"Apa caffe Tiara ituu.....


"Luar biasaa.. sangat sempurna keluarga Pratama ini."


"Eittss.. tapi kini kamu jadi terlibat, Tiara tidak boleh tau mengenai caffe nya adalah hasil karyaku. mengeti??" Dimas mengingatkan


"Baiklaah, serahkan padaku."


"Dan mulai sekarang kamu wajib melaporkan apapun padaku, demi keselamatanmu dan Tiara." Dimas lagi-lagi memberi petuah pada Icha yang saat ini disalah artikan oleh Icha.

__ADS_1


"Apa dia bilang tadi, demi keselamatanku, apa selama ini dimass????" batin Icha


"Chhaa...!! " Dimas dengan nada sedikit tinggi


"Eehh iyaa, kenapa??"


"Kok bengong, paham gak?" timpal Dimas


"Iyaa yaah aku ngerti." sahut Icha.


Icha sungguh terpesona dengan Dimas.


Mereka telah sampai direstoran yang dituju, mereka begitu bergembira. Rendy dan Anisa sangat senang melihat tawa adik-adik nya, sementara itu Rey terus memandang Tiara. lain hal dengan Tiara yang terus memperhatikan Icha yang pernah melepas pandangannya dari Dimas.


Diwaktu yang sama, Tomy dan Sarah juga menikmati kemesraan Met ka ditepi kolam renang rumah tersebut. untuk pertama kalinya mereka memiliki waktu untuk menghabiskan waktu bersama.


Mereka mengelilingi rumah tersebut sambil mengahayalkan mau seperti apa dekorasi rumah mereka nanti, karena Sarah sendiri memliki impian sendiri jika memiliki rumah, dan hal tersebut disambut hangat oleh Tomy. Tomy sangat siap jika Sarah meminta rumah itu untuk dirubah. Tomy tak hentinya tersenyum melihat tingkah Sarah yang terkagum-kagum akan keindahan rumah tersebut.


"Aku sangat bahagia melihat tingkahmu seperti itu sayang."Batin Tomy

__ADS_1


__ADS_2