Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 63


__ADS_3

"Jadi begini Rey...


Rendy mulai menceritakan kejadian tabrakan, Rumah sakit, hingga putusan pengadilan yang dimana mamahnya harus menanggung hidup Tiara hingga usia 17tahun.


Rey begitu terkejut menyimak penjelasan Rendy. Ia hampir tidak percaya bahwa gadis kecil yang selalu Ia jaga bukanlah adik nya. Rey merasa sangat hancur, Ia tak bisa bayangkan jika Tiara benar-benar keluar dari rumah ini selama-lamanya.


Rey benar-benar hancur tidak bisa berkata-kata lagi. Dia frustasi dan ingin marah. Ia hampir menyalahkan takdir, Rey menganggap takdir mempermainkan perasaan dan hidup nya.


"Apa Tiara tau mengenai hal ini?" tanya Rey


"Iyah. Tiara tau segalanya. itu sebabnya dia memutuskan untuk pindah ke asrama. Tiara merasa kalau kehadirannya mengganggu mamah."


"Kak, mamah harus tau yang sebenarnya. Kita ga boleh biarkan Tiara dalam keadaan seperti ini." ungkap Rey


"Kakak tau Rey, tapi ga semudah ini. kali depresi mamah kambuh lagi bagaimana?"


"Lalu, sampai kapan Tiara harus seperti ini?" Rey makin frustasi

__ADS_1


"Rey, kakak ga akan biarkan Tiara dalam bahaya. Selama ini Tiara dalam pengawasan kakak, tenanglah."


"Maksud kakak??" Rendy tak menjawab dan hanya memberikan senyuman yang berarti "Tenanglah"


Diwaktu yang sama dikamar papah


"Mah, apa tidak bisa kita bicarakan ini baik-baik. mamah sudah melukainya mah." ucap papah,namun mamah tak bergeming


"Mah, papah minta jaga sikap mamah didepan anak-anak. jangan sampai anank-anak meragukan karakter mamah."


"Bagaimana mamah gak marah pah, Tiara pah. kenapa dia bisa jadi pemilik rumah sakit itu?" mamah masih emosi


"Mamah gak bisa terima pokoknya. Mamah ga suka dengan keputusan papah."


"Papah gak minta pendapat mamah kali ini." papah memasang wajah serius, seketika raut wajah mamah berubah dari marah menjadi takut.


"Mm.. mamah mau istirahat." mamah berusaha menghindari tatapan suaminya.

__ADS_1


"selama ini aku memanjakanmu karena ketakutanku akan depresimu. tapi ternyata aku salah, harusnya aku mengatakan sejak awal. haahh..." batin papah


Keesokan Hari nya.


Saat semua orang masih tegang akan kejadian semalam. Tidak dengan Tiara, Ia tampak tenang bahkan tidak terlihat kesakitan akibat jatuh.


Ia sangat tenang menemui keluarga nya diruang makan, Ia memberikan senyuman yang indah pada setiap orang seakan tidak terjadi apa-apa. tapi hal itu malah membuat anggota menjadi sedih.


"Astaga, bahkan Tiara masih bisa tersenyum." batin Rey


"Pagi pah, mah." sapa Tiara


"Tiara baik-baik aja nak." papah kebingungan


"Tiara baik pah."jawabnya sambil tersenyum. namun sekilas Tiara melihat raut wajah mamah dan Tiara sadar kehadirannya sangat menganggu mamahnya.


Tiara bangun dari duduknya, Ia mengitari meja makan dan mendekati mamah. Kini Tiara berdiri diantara mamah dan papah, Tiara berlutut dan menggapai tangan mamah.

__ADS_1


"Mah, Tiara sungguh minta maaf. jika Tiara mampu meminta pada tuhan, Tiara pasti akan meminta takdir yang berbeda. Tiara sayang sama mamah, Tiara mau mamah bahagia. Mah, jika mamah merasa tenang Tiara tidak disini maka Tiara akan pergi. Tapi Tiara mohon mamah jangan bertengkar lagi dengan papah, Kak Rendy dan Kak Rey. Tiara mundur mah, Tiara akan pergi. satu hal yang perlu mamah tau, Tiara tidak pernah meminta apapun sama tuhan selain PELUKAN dari mamah."


__ADS_2