Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 39


__ADS_3

Dikantor


Rey tidak bisa konsentrasi pada pekerjaan nya. Dikepalanya hanya ada bayang-bayang Tiara. Sungguh dia merasa adiknya sangat berbeda, dan Rey sangat kecewa karena tidak menemukan jawaban setiap pertanyaannya sendiri.


"halo Sarah, tolong batalkan semua janjiku hari ini ya." Rey menghubungi sekertaris nya.


"Baik pak." jawab Sarah sedikit bingung. karena sebenarnya Rey memang tidak ada janji dengan siapa pun hari ini.


"Hayoo mikirin apa?" Tiba-tiba datang seorang laki-laki mengagetkan Sarah.


"Pak Tomy. bikin kaget aja sih." ucap Sarah sedikit kesal. Tomy adalah asisten pribadi Rendy, Dan segala sesuatu yang Rendy rencanakan bisa berjalan dengan baik berkat Tomy termasuk dalam urusan Tiara.


"Kamu sih, masih pagi sudah melamun. memang lagi mikirin apa?" tanya Tomy


"Pak Rey..!!" jawab Sarah asal bicara


"Sadarlah sarah, pak Rey itu ga cocok untukmu!" ucap Tomy.


"Pak Tomy mikir apa sih? Saya itu cuma heran aja, kenapa hari ini Pak Rey tidak fokus." jelas Sarah


Tomy Diam sejenak memikirkan ucapan Sarah. Pikiranku Tomy mulai bekerja menerka-nerka apa yang terjadi sebenarnya. Dan kini Sarah yang berbalik memperhatikan Tomy yang sedang melamun.

__ADS_1


"Kenapa jadi dia yang melamun sih!! " batin Sarah.


"Apa pak Rey seperti ini ada hubungannya dengan nona Tiara?" Tomy membatin


"Pak.. Pak Tomy.. PAAK..!!" sarah memukul lengan Tomy.


"Jangan teriak-teriak Sarah, saya tidak tuli..!!" seru Tomy yang kaget.


"Maka nya kalau dipanggil itu jawab. lagian kenapa jadi Bapak yang melamun." ucap Sarah dengan polosnya.


"Gak kok, ya sudah aku keruangan pak Rendy dulu." ucap Tomy


"Ngapain pak, kan pak Rendy tidak ditempat." lagi-lagi dengan polosnya Sarah bertanya


Tomy tidak menjawab pertanyaan Sarah, Ia berlalu meninggalkan Sarah dan menuju ruang Direktur


Kini Tiara dan ibu sudah sampai diasrama, dan Ibu langsung mengajak Tiara melihat kamar kosong yang dimaksud.


"Naah Tiara, ini kamar yang ibu maksud." ucap ibu sambil membuka pintu kamar tersebut.


"Oh ini kamar nya ya bu, boleh saya masuk?" balas Tiara

__ADS_1


"Tentu saja boleh, silahkan nak." jawab ibu


Ibu dan Tiara pun masuk ke kamar itu, dan ibu menjelaskan sedikit isi kamar itu. dimana terdapat dua tempat tidur, dua lemari, meja belajar dan kamar mandi tentu nya. Tiara merasa kamar ini cukup nyaman bagi nya. apalagi jendela kamar yang menghadap pekarangan belakang kampus.


"Ibu, bisa kah kamar ini untuk Tiara. maksudnya, saya butuh waktu untuk membereskan barang-barang dirumah yang harus dibawa kemari. Saya mau kamar ini tidak diberikan ke orang lain lagi."


"Tentu saja, kamar ini sudah jadi milih Tiara. kapan pun Tiara akan pindah kabari saja ibu yah.


"Terima kasih banyak ya bu." ucap Tiara. Ia merasa lega karena satu masalahnya sudah teratasi. sekarang tinggal memikirkan bagaimana bicara pada orang tua nya.


Tiara dan ibu kembali ke kampus. dan Tiara langsung pergi ketaman menunggu jam kuliahnya. Tiara berfikir untuk menelpon Icha dan memberitahu diri nya berada dikampus. Tiara pun mengambil ponselnya


"Halo Cha, lagi apa sekarang? "


"Hay Tiara, aku masih ditempat tidur. Ada apa? "


"Aku dikampus nih."


"Hah..!! ngapain Tiara, kuliah kita kan jam 1. sekarang baru jam 10 pagi"


"Aku lagi bosan aja dirumah, maka nya ke kampus."

__ADS_1


"Kamu tunggu disana ya, aku akan siap-siap menemuimu." ucap Icha lalu mematikan telponnya


__ADS_2