
Dicaffe
"Hai semua.. semangat kan hari ini." suara bos menyapa semua karyawannya.
"Semangat dong kak." kompak mereka menjawab.
Semua karyawan sudah berada diposisinya masing-masing. Dengan caffe bernuansa aestetik dan santai membuat para pengunjung sangat nyaman berlama-lama dicaffe tersebut.
"Hai semua. apa kalian sudah sarapan?" Sapa Icha yang baru saja tiba.
"Haii kak, kami sudah sarapan semua kok."
"Baiklah, semangat ya semua. Oh iya apa ibu sudah datang?"
"Sudah kak, Ibu ada diruangannya." ucap salah seorang karyawannya.
"Oh ok. kalian lanjutkan ya, aku ke ruangan dulu."
Icha pun berlalu menaiki tangga menuju ruangan Tiara, yang dimanq dilantai atas terdapat ruang kantor Tiara dan ruang tamu untuk tamu pribadi.
tok.. tok..
"Iya Cha, masuk aja." sahut Tiara dari dalam
"Tiara, kamu sudah sarapan?" sapa Icha
"Sudah kok, kamu gimana?" tanya balik Tiara
__ADS_1
"Aman Tiara. Oh iya aku kepikiran, kita akan dinas dimana ya nanti. semoga kita bersama ya Tiara." ucap Icha
"Entahlah. aku sudah siap ditempatkan dimana saja." jawab Tiara
"Jangan begitu dong Tiara, bisa apa aku tanpamu."
"Icha sayang. kamu itu bisa hanya saja kamu selalu bergantung sama aku." timpal Tiara.
Rey masuk ke caffe dan sempat terdiam sejenak, Ia merasa caffe tersebut berbeda dari yang terakhir dia berkunjung.
"Kenapa caffe ini nyaman sekali, rekorasi baru. Hemm." batin Rey
"Silahkan kak, pilih meja nya." sapa salah satu karyawan.
"Oh iya. terima kasih ya." jawab Rey. kemudian Ia memilih meja yang terletak disudut yang hanya terdapat 2 kursi dengan dinding kaca.
"Saya mau kopi aja ya." jawab Rey
"Baik kak, tunggu sebentar."
Rey menatao keluar kaca mengingat Ia makan siank bersama Tiara dan Rendy. Ia terngiang suara tawa Tiara yang semakin lama etah seperti nyata. Rey merasa Tiara begitu dekat dengannya, Rey mwnoleh dan mencari sumber suara itu. dan seketika mata Rey terpanah dengan apa yang Ia lihat.
Rey melihat bayangan Tiara menuruni tanggan bersama Icha. Tiara sedang tertawa lepas bersama Icha, Tiara tampak begitu cantik dan makin terlihat dewasa.
"Kalian kerja yanh baik ya, saya ada kuliah pagi ini." Tiara berkata pada salah satu karyawannya.
"Baik bu, semangat kuliah nya." jawab beberapa karyawan dengan kompak.
__ADS_1
"Ibu, kenapa mereka semua memanggil Tiara ibu. apa aku sedang menghayal." batin Rey
"Ini kak kopi nya, silahkan." tegur salah satu pelayan memecah lamunan Rey
"Oh iya, terima kasih."
"sama-sama kak."
"Tunggu sebentar, saya ingin bertanya." Rey kembali memanggil pelayan tersebut.
"Iya kak, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin tau, siapa wanita yang ada disana?" tanya Rey sambil menunjuk kearah Tiara.
"Oh ibu, dia bos kami kak. Orangnya sangat baik, begitu pengertian oada karyawannya."
"Apa, bos kalian? maksudnya dia pemilik caffe ini?"
"Iya kak, ada apa?"
"Oh tidak, baiklah kamu bisa lanjutkan bekerja." Rey mengakhiri, dan pegawai itu pun berlalu meninggalkan Rey.
"Tiara pemilik caffe ini? kok bisa?" batin Rey. kemudian Rey berdiri menghampiri Tiara.
"Ya sudah aku pergi dulu yah, kalian baik-baik bekerja." pamit Tiara. belum sempat Tiara melangkahkan kaki nya, tiba-tiba saja terdengar suara memanggil nya
"Tiara.....
__ADS_1