
"Tiara.. seminggu kita tidak bertemu. rindu aku sama kamu." sapa Icha
"Aku juga cha, gimana persiapan tes mu??"
"Mamah ku terus saja ngomel, katanya kalau aku tidak lolos tes aku akan dinikah kan."
"Hahaa bener tuh kata mamahmu cha."
"Ikhh Tiara, kamu kok tega banget sih."
"Terus kalau nanti ga lolos kamu bakal apa??"
"Iya juga yaah, bagaimana kalau tidak lolos."
"Sudahlah kita pasti lolos, aku yakin kok."
"Duuuh Tiara, cinta nya aku sama kamu."ucap Icha sambil melangkul sahabatnya itu
Mereka pun memasuki gerbang kampus yang sudah ramai sekali dipenuhi calon mahasiswa baru. Tiara melihat sekeliling kampus, dan bergumam dalam hati "inilah babak baru dari hidupmu Tiara"
Tiba-tiba ponsel Tiara berdering dan dia mengambil ponsel nya dari saku.
"Halo kak." Tiara menjawab telpon
"Bagaimana Tiara?"
"Bagaimana apanya kak, Tiara masih menunggu"
"Ooh kakak fikir sudah sudah akan mulai"
"Ramai sekali disini kak, Tiara tidak bisa dengar dengan jelas."
__ADS_1
"Ya sudah kamu baik-baik yah."
"Iya kak, terima kasih."
Rey memastikan bahwa Tiara aman dikampu. Rey mematikan telpon nya dan berfikir mengapa adiknya tidak ceria seperti biasanya. Rey terbawa dalm lamunannya hingga tak menyadari sekertaris nya masuk.
"Pak Rey.. PAKK."
"Eem i.. iyaaahh ada apa??"
"Maaf pak, saya sudah ketuk pintu tapi bapak melamun."
"Maaf ya saya tidak fokus, ada apa??"
"Bapak ditunggu Pak Direktur diruangnya."
"Baiklah, saya segera kesana. terima kasih ya."
Rey mengusap wajah nya sedikit kasar dan berusaha mengembalikkan fokus nya. Dia oun menuju ruangan Rendy sesuai yang diarahkan sekertaris nya.
Rendy sudah tahu siapa yang mengetuk pintu ruangannya
"Masuklah."
"Permisi kak, Kakak memanggilku??"
"Iya Rey, masuklah."
Rey pun masuk dan duduk dikursi tepat dihadapan kakaknya.
"Ada apa kak??" tanya Rey
__ADS_1
"Kakak cuma mau kasih tau sesuatu. Jadi beginj Rey, papah sudah mengalihkan perusahaan ini kepada kita, Kakak cuma minta kamu bisa serius dalam masalah ini. Kamu ngerti kan!! ucap Rendy menasehati adik nya
"Iya kak, Aku paham dan aku akan berusaha sebaik mungkin." jawab Rey
"Kamu bukan anak-anak lagi Rey, sekarang kamu punya tanggung jawab besar." timpal Rendy
"Aku akam buktikan kalau aku bisa diandalkan kak." ucap Rey dengan yakin.
"Baiklah, Kakak percayakan sepenuhnya padamu."
Rey pun meninggalkan ruangan direktur, dan siap demgan segudang pekerjaan hari ini
Rendy pun merasa lega dan bangga pada Rey yang mengerti akan tanggung jawab nya. Awalnya dia ragu dan takut kalau Rey masih bersikap kenakanan. tapi diluar perkiraan, Rey malah menjadi sangat dewasa. seketika Rendy teringat Istrinya, Rendy pun mengeluarkan ponsel dan menghubungi Nisa
"Halo sayang, sibuk ya??"
"Halo mas, ini sedikit sibuk menata kertas-kertas yang akan dibagian pada calon mahasiswa yang akan tes sebentar lagi."
"Oh iya, aku lupa sayang."
"Mas ada apa telpon??"
"Tidak, hanya merindukanmu saja."
"Jangan genit, aku lagi sibuk."
"Hahaaa baiklah sayang, silahkan dilanjut. nanyi aku akan jemput kamu dan Tiara."
"Baiklah, mas juga semangat ya."
"Iya sayang."
__ADS_1
Rendy menutup telpon nya dan kembali fokus kerja. Sementara dikampus, Tiara sudah berada diruangan bersama calon mahasiswa lain untuk melaksanakan tes.
Tiara sangat fokus mengerjakan tes nya, dia berfikir harus lolos tes