
Pagi yang Cerah
Keluarga Pratama tengah berkumpul untuk sarapan. Seperti Biasa nya, Rendy dan Reyhan sudah rapi dengan pakaian kantornya, begitupun Anisa yang sudah siap bekerja. Mama yang sudah terlihat sehat, begitu bahagia melihat keluarganya sarapan. Terasa hangat suasana dirumah makan pagi itu.
Disisi Lain
Tiara dan Icha juga tengah sarapan bersama, beberapa kali mereka membahas tentang kuliah mereka. Tak lama, beberapa karyawan caffe berdatangan dan menyapa Tiara dan Icha.
"Ara, aku ke kampus dulu ya. Hari ini mata kuliah aku hanya satu. Aku akan segera pulang." ucap Icha
"Baiklaah, semangat untuk kuliahnya dan cepatlah pulang." jawab Tiara.
Upss Di satu sisi lainnya
"Ibu, Sarah berangkat dulu ya." pamit Sarah
"Tapi ini ibu buatkan roti bakar dengan teh hangat loh." kata ibu
"Maaf bu, tapi ini hari senin. Jalanan pasti macet sarah takut terjebak." timpal Sarah
"Aduuh, Ya sudah kamu hati-hati ya."
"Iyaa bu, maaf ya sarah ga makan sarapan buatan ibu. Daah ibu ***... Sarah tidak menyelesaikan kalimatnya, ia terkejut saat membuka pintu sudah ada sang kekasih berdiri didepan pintu.
"Pagi sayang.." Sapa Tomy
__ADS_1
"ngapain pagi-pagi kesini?" tanya Sarah heran
"Ibu kami pamit yaa" ucap Tomy dengan suara aga keras kemudian menarik tangan Sarah.
Diperjalanan, Sarah merasa heran dengan Tomy yang sudah ada didepan rumahnya pagi-pagi.
"Kenapa sepagi inias sudah ada dirumahku?" tanya Sarah penasaran
"Emmhh gimana yaa...!!!"
"MAAASSSS" suara sarah melengking sangkin kesalnya
"Hahaa iyaa iyaa. Aku perhatikan setiap senin kamu selalu nyaris terlambat, jadi aku fikir lebih baik aku menjemputmu kan." Jelas Tomy, membuat Sarah merasa tidak enak dan menunduk
"Terima kasih." ucap Sarah pelan
Sarah langsung menoleh dan sempat terdiam, kemudian..
"Muachh, terima kasih." kecupan hangat mendarat dipipi Tomy.
Tomy menoleh dan mengusap kepala Sarah dan tersenyum.
Dikantor
Rendy, Rey, Tomy, dan juga Sarah siap bertempur diposisinya masing-masing.
__ADS_1
Seperi Kantor pada umumnya, semua serius mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Saat Tomy keluar dari ruangan Rey, Tomy sempat melirik kearah meja Sarah dan melihat pemandangan yang indah. Senyum Sarah yang selalu bersemangat dalam bekerja.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjalani hidup layak dan bahagia." batin Tomy
Rey yang sedang sibuk dimeja kerja nya tiba-tiba aja menghentikan kegiatannya. Ia menyandarkan dirinya dikursi dan menghela napas.
"Apakah benar aku mencintai Tiara sebagai wanita, atau hanya kasih sayang seorang kakak ke adik perempuannya."batin Rey
kemudian muncul bayangan-bayangan wajah Tiara diberbagai momen.
DiKampus
Icha yang juga tengah serius memperhatikan pelajarannya dikelas tiba-tiba melamun. Pikirannya melayang membayangkan sosok Dimas yang selalu ada di sisinya selama ini.
"Kira-kira saat ini dia berada dimana yaa??" batin Icha
Usai mata kuliah hari ini, Icha segera kembali ke caffe dan melihat keadaan Tiara. Ternyata disana sudah ada Anisa, dan Dimas sedang berseda gurau dengan Tiara.
"ibu ada disini? Kak Dimas juga? Haloo.." Sapa Icha
"Haii cantik, sini bergabung." jawab Anisa
"Sini duduk." timpal Dimas tersenyum sambil menarik kursi untuk Icha
"Bagaimana kuliah hari ini?" basa basi Dimas
__ADS_1
"berjalan lancar kak." jawab Icha dan lagi-lagi itu membuat Icha salah tingkah, dan pasti hal itu tidak lepas dari pantauan Tiara.