Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 104


__ADS_3

Hari berganti, Bulan pun silih berganti.


Tiga bulan sudah berlalu dan Tiara sudah terbiasa dengan keadaan nya yang bergantung dengan kursi roda. Teman-teman dikampus Tiara senantiasa membantu Tiara, saat diCaffe miliknya pun Ia tidak mengalami kesulitan sama sekali. Selalu ada orang-orang disekeliling nya yang siap siaga untuknya.


Pagi ini begitu cerah, Tiara memutuskan untuk latihan berjalan tanpa kursi roda. Icha baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Tiara sedang menurunkan kakinya dari tempat tidur.


"TIAARRAAAAA...!!! " teriak Icha karena kaget. buru-buru ia menghampiri Tiara dan segera mengangkat kaki Tiara kembali ke tempat tidur.


"Aduh Cha, santai aja dong. Aku baik-baik aja kok." ucap Tiara yang sadar dengan kepanikan sahabatnya


"No.. no.. no... kamu mau ngapain si Ra??" tanya Icha dengan tegas


"Aku fikir sebaiknya aku coba belajar berjalan Cha." jawab Tiara.


"Tapi gak begitu juga caranya Tiara. setidaknya tunggu aku dulu, kalau tadi kamu jatuh dan kenapa-kenapa aku yang dimarahin keluargamu." Ucap Icha sambil mengkerutkan dahi karena kesal


"Iya iyaah, Aku minta maaf ya. inikan hari minggu, rasanya aku ingin pergi ke taman." ucap Tiara lembut


"Heem.. selamat lagi aku hari ini Ara. begini saja, sekarang aku bantu siap-siap lalu kita pergi ke taman." Seru Icha


Mereka pun bergegas untuk pergi, tak lupa Icha memberitahu para karyawan dan berpamitan.


Dikediaman Pratama

__ADS_1


Rey sudah duduk dimeja makan untuk sarapan, Sementara Mamah menyiapkan Teh untuk semua orang. Tak lama Rendy dan Anisa turun dari kamar dan menuju ruang makan.


"Pagi Pah, Mah." Sapa Anisa


"Sudah sini aja Rey?" tegur Rendy yang melihat Rey sudah sarapan dan cukup rapi.


"Hai kak, Haloo jagoan uncle!! " balas Rey sambil menyapa keponakannya.


"Iya Rey, jam segini sudah segar aja sih." sambung Anisa


"Rey mau keluar kak. Inikan hari minggu, waktunya bersenang-senang." Ucap Rey begitu semangat


"Memangnya mau kemana Rey?" tanya Rendy


"Ide bagus tuh.. Kak Nisa ikut dong sekalian ajakin Tama, Tiara pasti senang."


"Kalau begitu mari kita berangkat." Rey semakin bersemangat.


Dilain sisi meja makan, ada seseorang yang hatinya selalu mengumpat kesal. Yah Mamah, dia selalu tidak suka apapun yang berhubungan dengan Tiara.


Sampai ditaman ponsel Tiara berdering, itu panggilan dari Rey.


"Halo kak, selamat pagi" seru Tiara menerima telpon Rey

__ADS_1


"Hai, bagaimana hari ini? Apa rencana mu Tiara. "


"Emhh ini aku lagi ditaman kak dengan Icha. kami baru aja sampai."


"Benarkah? Di taman mana, biar kakak kesana. "


"Taman dekat caffe kak, kami gak berani jalan jauh."


"Baiklah, kalian hati-hati. kami akan sampai."


Rey mengakhiri panggilannya dan langsung memberitahu Rendy dan Anisa kalau Tiara ada di taman.


"Wah kebetulan sekali." ucap Anisa.


Rey pun melajukan mobilnya menuju taman yang dimaksud Tiara.


"Siapa yang telpon?" tanya Icha


"Kak Rey, dia bilang mau menyusul kemari."


"Waahh pas banget Tiara, ada yang bisa gantiin aku dorong nih kursi" timpal Icha. lalu mereka tertawa bersama.


Tiara dan Icha sudah sangat mengenal sifat dari masing-masing. Persahabatan yang mereka bangung dengan rasa sayang membuat persahabatan mereka sangat kuat.

__ADS_1


__ADS_2