
Matahari menampakkan dirinya dan menebar sinarnya dikediaman Pratama. Tiara telah bangun dan bergegas untuk pergi ke kampus, padahal hari ini jadwal kelas Tiara tidak terlalu pagi. Namun Ia segera bergegas karena ingin bertemu ibu asrama lagi.
Papah dan mamah sedang menikmati udara pagi ditanam. dan Rey baru saja bangun dari tidur nyenyak nya. Rey sekarang mulai berubah sedikit demi sedikit, dia mulai menyadari akan tanggung jawabnya untuk keluarga dan perusahaan. Rey mulai menata kebiasaan nya dan mencoba untuk lebih baik.
Rey segera bersiap dan turun untuk sarapan bersama. karena tanggung jawab mengantar Tiara membuat Rey menjadi pria dewasa yang siap melindungi adik perempuannya.
Kini tuan dan nyonya Pratama sudah berada dimeja makan untuk menyantap teh hangat dan roti selai.
"Pagi pah, pagi mah." sapa Tiara. Tuan Erwin yang melihat kedatangan Tiara sejenak memperhatikan tingkah Tiara. sangat berbeda dari kemarin.
"Tiara. semua baik-baik saja nak?" tanya tuan Erwin
"Iyah. semua baik pah. ada apa?" tanya Tiara sedikit bingung.
"Gak biasa nya aja kemarin kamu main nyelonong aja masuk kamat tanpa negur mamah sama papah." sahut mamah tanpa melihat Tiara.
"Oh maaf mah, kemarin itu Tiara benar-benar lelah." jawab Tiara dengan nada rendah
"Sampai tidak ikut makan malam?" timpal papah
__ADS_1
"Tiara minta maaf pah." jawab Tiara dengan perasaan menyesal
"Ya sudah, sarapan gih nanti kak Rey keburu turun." ucap papah
Dan benar saja, tak lama Rey pun turun menuju ruang makan dengan setelan jas dan celana senada.
"Pagi pah, pagi mah." sapa Rey
"Pagi nak, sini sarapan. Mamah sudah siapkan roti dengan selai kesukaanmu." ajak mamah
"Thank's mah." Rey menikmati sarapan roti yang disediakan mamah. tapi di sisi lain ada sepasang mata yang menyaksikan keakraban ibu dan anak itu. Yah, mata Tiara tidak pernah lepas dari mamah dan Rey, dia benar-benar menginginkannya.
"Ayo Tiara jangan lemah. kamu bukan anak yang cengeng." batin Tiara sambil menghela napas
"Papah harap kamu bisa tegar ya nak. Papah, Kak Rendy, dan Kak Rey akan selalu ada untukmu." batin Papah
"Tiara, sudah slesai sarapannya? kita berangkat sekarang?" tegur Rey
tapi Tiara masih melayang dengan fikirannya hingga tidak mendengar teguran Rey. Rey semakin penasaran dengan sikap Tiara.
__ADS_1
"Tiara.. Tiara..!!" panggil Rey sambil melambaikan tangan didepan wajah Tiara
"Aahh Iya kak. ada apa?" jawab Tiara kelabakan
"Melamun aja, ayo kita berangkat." ajak Rey
"Oh iya ka. Ayoo!!! Tiara menyudahi sarapannya. mereka pun berpamitan pada kedua orang tua mereka.
Tuan Erwin dan Nyonya Dewi mengantarkan anak-anak nya sampai ke halaman. Rey dan Tiara memasukin mobil kemudian mobil Rey perlahan meninggalkan halaman rumah.
"Kak, nanti ga perlu buru-buru menjemputku ya." ucap Tiara membuka obrolan.
"Kenapa? "
"Hari ini aku ada kelas sampai sore."
"Benar kah? "
"Iya kak, nanti kalau sudah selesai aku langsung telpon kakak."
__ADS_1
"Baiklah, jangan kemana-mana sampai aku menjemputmu.
Tiara mengiyakan perkataan Rey. Dan kini mobil Rey telah sampai digerbang kampus. Tiara pun berpamitan dan turun dari mobil Rey. Rey tidak langsung menjalankan mobilnya, dia ingin memastikan bahwa Tiara benar-benar masuk ke kampus