
nyonya Dewi sangat gelisah, dia terus mondar mandir didepan suaminya membuat tuan Erwin pusing melihatnya.
"Mah, duduk dan tenanglah. sebentar lagi pasti Rehan dan menjemput kita." kata tuan Erwin
"Gimana mamah ga gelisah pah, ini sudah jam berapa. awas aja kalo Rehan sampai lupa" balas mamah sambil kacak pinggang
Anisa yang melihat tingkah mertua nya diam-diam tersenyum. sebab dia tau bahwa suaminya sedang menuju pulang bersama adik iparnya untuk memberi kejutan.
Dan benar saja..
"Halooo.. Ada orang dirumah ini??" suara yang langsung dikenali semua orang.
Dengan kompak semua melihat kearah pintu, Yap itu dia REYHAN PRATAMA putra ke2 keluarga Pratama telah tiba.
"REYY.." ucap mamah yang syok melihat anak kesayangannya tiba-tiba ada dihadapan nya.
Rey langsung memeluk mamahnya karena dia sangat paham perasaan mamahnya. Rehan langsung berdiri disamping Anisa dan merangkul istrinya menyaksikan drama pertemuan ibu dan anak dihadapannya.
"Mamah suka kejutan nya??" ucap Rehan dengan senyum lembutnya
__ADS_1
Nonya Dewi sudah tidak bisa berkata-kata lagi melihat kedua putranya begitu kompak. dia langsung memeluk kedua putra nya.
"O halo ada papah disini..!!" ucap papah dengan nada sedikit menyindir
"Ya ampun.. hampir saja aku lupa menyapa dewaku"balas Rey menuju papahnya
"Dasar anak bandel" timpal papah sambil memeluk putranya itu.
Rey juga begitu merindukan papahnya. tapi dia menyadari satu hal. dia tidak melihat sosok yang dia sangat rindukan. dia melihat kesegala sisi rumah tapi tidak menemukannya. Anisa yang menyadari itu pun langsung paham.
"Dia diatas Rey baru pulang sekolah, sebentar lagi dia akan tu.." belum selesai nisa bicara tiba-tiba saja,
"Ada apa ka Nisa, kenapa ramai sekali??" tanya Tiara sambil menuruni tangga. dengan setelah tunik abu-abu dan celana pants serta rambut turai bermain dibahunya.
Rey yang tanpa sadar langsung berlari kecil menuju Tiara dan memeluk erat membuat Tiara terkejut dan semua orang kaget pun ikut kaget.
"Heiii aku tidak bisa bernafas. aku mohon lepaskan aku" Tiara berusaha memberontak dari pelukan Rey.
"Ya ampun maafkan kakak ya." jawab Rey sambil memegang kedua pipi Tiara.
__ADS_1
"Kak Rey????" ucap Tiara tidak percaya
sekarang gantian, giliran Tiara yang memeluk kakaknya itu. Dia tidak menyangka bahwa kakak nha telah tiba dan sudah berjumpa dengan keluarga lainnya.
"Tiara sangat rindu ka"
"Kakak juga Tiara, Kakak selalu memikirkan mu" sambil mengecup kening adik nya yang begitu ia cintai.
Semua orang hanya tersenyum melihan tingkah Kakak beradik itu. dan mamah kembali menyadari bahwa Tiara lah wanita nomor satu dihati Rey bukan dirinya sebagai ibu Rey. mamah merasa sedikit cemburu tapi tidak disadari oleh anggota keluarga yang lain.
"Sudah cukup ya, sekarang bagaimana kalau kita kerja makan karena mamah sudah menyiapkan masakan istimewa" ucap mama mengajak semua orang.
mereka pun langsung menuju ruang makan dan mengambil posisi masing-masing. dan tentu saja Rey mengatur agar Tiara duduk disamping nya.
Setelah makan dan berkumpul sebentar dengan keluarga nya diruang keluarga, Rey memutuskan untuk ke kamar nya membawa semua barang-barang nya, kena sudah begitu lama ia meninggalkan kamarnya untuk belajar dinegeri orang.
Ia membuka pintu kamarnya dan melihat sekeliling kamar yang ia rindukan.
"Masih sama, tidak berubah sedikit pun" ucap Rey sambil meletakkan koper nya.
__ADS_1
Rey merebahkan tubuhnya dan memikirkan Tiara. dia masih membayangkan bagaimana pertama kali melihat Tiara lagi setelah sekian lama, senyum Tiara yang begitu manis selalu terbayang dikepala Rey.
"Astaga.. kenapa denganku?? Tiara itu adik mu Rey..!! ucap Rey sambil mengusap wajah nya.