
Sesaat Rey terdiam karena tidak percaya dengan apa yang Tiara katakan. Namum Ia enggan berkomentar dan mengalihkannya
"Ooh begitu. ya sudah kamu pergi tidur lah ini sudah larut malam." jawab Rey
Papah, Rendy, dan Anisa lega bahwa Rey tidak curiga. begitu pun Tiara, dia sangat tahu bahwa Rey bisa hancur jika kehilangan dirinya. Dia tidak membayangkan bagaimana jadinya jika dia harus keluar dari rumah itu karena sebenarnga dia bukan anggota keluarga Pratama dan bukan adik Rey.
"Eemh iya ka!! Pah, Tiara tidur dulu yah."pamit Tiara
"Iya nak. istirahat lah." Jawab papah
Tiara pun berlalu dan saat melewati Rendy dan Anisa, Tiara menatap kedua nya dengan arti "Aku mohon rahasiakanlah". Rendy dan Anisa yang mengerti tatapan Tiara memberi isyarat "Tenanglah" sambil tersenyum. Tiara pun keluar dari ruangan tersebut. dan saat Rey sadar Tiara sudah benar-benar pergi, Rey berfikir harus mencari jawaban atas perasaan nya.
"Pah, yakin semua baik-baik saja??" tanya Rey dengan tatapan serius
__ADS_1
"Apa maksud mu Rey??" timpal papah pura-pura
"Rey, sudahlah. kamu tau sendirikan Tiara emas dirumah ini. Papah mengkhawatirkan Tiara." Sahut Anisa dengan cepat
Seketika Rey langsung luluh, Iya membenarkan bahwa Tiara bagai Permata dirumah ini. Rey pun sangat sadar kalau mamah nya terkadang pilih kasih antara dia, Rendy, dan Tiara. Entah sejak kapan tapi Rey perhatian mamah nya tidak pernah memeluk Tiara.
"Yah kakak benar." jawab Rey dengan nada rendah.
Malam itu hujan sangat deras dan kilat yang menyala-nyala dikamar jendela Tiara, tiba-tiba saja
DUUAARRRRR!!!!!
"KAK REYYY" Teriak Tiara dengan sangat keras.
__ADS_1
Petir yang sangat nyaring membuat Tiara kaget dan ketakutan, tak lama Rey pun masuk kamar Tiara dengan tegesa-gesa. Dia melihat kondisi Tiara sangat kacau. Rey langsung naik ketempat tidur dan menggapai tubuh Tiara, dia memeluk erat Tiara hinggaal dia bisa meradakan getaran tubuh Tiara yang gemetar karena ketakutan.
"Hikk.. hikkk.. Tiara takut ka." ucap nya dengan nafa gemetar
"Tenang ya kakak disini sekarang." Rey berusaha menenangkan. Rey sedikit bingung pasal nya Tiara adalah gadis yang pemberani tapi malam ini, Tiara seperti anak kecil yang tidak memliki nyali sama sekali.
Dan bagi Tiara, Entah mengapa ia merasa tidak memiliki kekuatan sama sekali, tapi dalam pelukan Rey dia merasa terlindungi hingga ia tertidur. Rey yang menyadari adikknya sudah terlelap pun merada lega karena melihat Tiara tidur dengan nyenyak hinggap pagi Rey berada dikamar Tiara untuk memastikan tidur Tiara tidak terganggu.
Matahari mulai menampakkan dirinya, cahaya nya pun memasuki celah setiap jendela kediaman Pratama termasuk kamar Tiara. Tiara yang merasakan hangat diwajahnya karena sinar matahri pun terbangun. Dia perlahan membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang menyilaukan mata. Tiara merasa ada yang menggenggam tangannya, dan saat dia melihat ternyata itu tangan Rey. Tiara baru ingat kalau semalem dia sangat ketakutan dan Rey datang.
"Haah. kenapa ini. kenapa aku sangat rapuh. ayo Tiara jangan cengeng." batinnya saat mengingat kejadian semalam
"Kak Rey..!!!"
__ADS_1