Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 34


__ADS_3

Rendy pun mendekat dan merangkul istrinya, kemudian selfie dengan berbagai pose. Tak lupa Anisa meminta suaminya untuk memotret dirinya diberbagai tempat di restoran tersebut.


"Mas.. sering-sering ya kita liburan begini. " ucap Nisa penuh kegembiraan. Rendy yang mendengar sekilas menoleh ke arah Nisa dan berkata dalam hati.


"Maafkan aku yang kaku ini sayang. tapi aku janji akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia"


Selesai menikmati makan siang dan berfoto, Rendy dan Anisa memutuskan untuk kembali ke hotel, Anisa benar-benar butuh istirahat.


Sampai di hotel, Anisa langsung menuju kamar mandi karena Ia merasa gerah dan lengket. bahkan sangking tidak sabar nya Anisa lupa mengunci pintu kamar mandi. Rendy memanfaatkan itu untuk menjaili istri nya. Saat Anisa sedang mandi tiba-tiba saja ada yang merangkul pinggang nya dari belakang.


"AAAKKHHH..!!" Anisa teriak kaget. dia pun berbalik dan melihat suaminya yang sudah telanjang dada dengan rambut yang setengah basah terkena air dari shower.


"Mas ini, bikin kaget aja sih." ucap Nisa


"Kenapa kaget sih. ini bahkan bukan yang pertama kalinya aku meluk kan." jelas Rendy


"Tapi kan aku lagi mandi mas, keluar sana." balas Nisa dengan wajah cemberut.


"Sudah terlanjur, mandi sama-sama aja lah." jawab Rendy santai. Anisa hanya bisa pasrah mendengar perkataan suaminya dan mereka pun akhir nya mandi bersama.


Dan ditempat lain.


Tiara dan Icha baru saja keluar dari kelas. sejenak Tiara berfikir ini saatnya memberitahu Icha segala nya.


"Emh Icha, kita duduk ditaman yuk." ajak Tiara

__ADS_1


"Tumben sekali, biasa langsung mau pulang? " tanya Icha menggoda


"Sekali-kali boleh dong Cha." jawab Tiara


"Iyahh yaah. aku hanya bercanda Tiara." kata Icha sambil merangkul sahabatnya itu.


mereka pun pergi ke taman dan tidak lupa membeli beberapa cemilan. sebenarnya Tiara sedikit takut membayangkan reaksi Icha nanti, tapi Tiara tidak ingin merahasiakan lebih mengenai dirinya.


"Icha..!!


"Hemm.. kenapa?"


"Begini Cha, sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan. "


"Iya.. kamu kan utang penjelasan Ra.


"Cerita laah. jangan simpan segalanya sendiri.


"Jadi gini Cha, aku itu sebenarnya bukan....


"TIARAAA... ICHHAAA... " Tiba-tiba ada yang memangil mereka. saat Tiara dan Icha mencari sumber suara itu, ternyata Dimas yang memanggil.


"Hay kak. " sapa Icha dan Tiara cukup tersenyum pada Dimas


"Sedang apa kalian disini?"

__ADS_1


"Tidak ada, hanya duduk-duduk aja." jawab Icha


"Oh jadi kalian baru keluar kelas ya?" basa basi Dimas


Tiba-tiba saja ponsel Tiara berdering


" Halo kak.. " sapa Tiara menjawab panggilan telpon


"Tiara, sudah selesai kelas? Kakak sudah kwluar kantor nih." balas Rey


"Iyaa kak, ini aku ditaman sama Icha."


"Ya sudah, Kakak jemput ya."


"Baiklaah.. "


Tiara pun mengakhiri panggilannya. dan berpamitan pada Icha dan Dimas.


"Cha, aku duluan yah. Kak Rey sudah dijalan sekarang." kata Tiara


"Loh kata nya tadi mau cerita?"


"Lain kalo deh. aku mau ke gerbang sekarang."


"Ya sudah aku juga ikut. aku temani sampai Kak Rey datang." sahut Icha. karena sebenarnya Icha telah dititipkan pesan oleh Anisa untuk menjaga Tiara dan memastikan Tiara pulang dengan Rey.

__ADS_1


Mereka pun berpamitan pada Dimas. dan segera menuju gerbang kampus. sejujurnya banyak pertanyaan dikepala Icha, mengapa seluruh anggota keluarga Tiara seperti menjaga ketat sahabatnya itu. ditambah lagi ada hal yang Tiara sembunyikan saat ini darinya.


__ADS_2